Tips Membuat Peserta Didik Siap Ulangan Semester

Sumber Gambar: thetanjungpuratimes.com

“Memalukan!” itu kataku pada anak yang ketahuan menyontek pada hari ketiga PAS semester ganjil 2019/2020 ini.

Kata-kata itu, kulontarkan hanya untuk memberikan efek psikologis bahwa perbuatan itu tidak layak untuk dilakukan. Apalah gunanya mencari nilai dengan ketidakjujuran. Bukanlah suatu keberkahan yang akan didapat tapi rasa ketidaktenangan yang semestinya dirasakan. Termenung dia mendengarkan semua “ocehanku” itu. Aku pun tak tahu apakah kata-kata sinis itu, kemudian menghunjam ke relung hati untuk menyadarkannya atau hanya akan menjadi angin lalu seperti sebelum-sebelumnya.

Iya, menyontek bukan lagi barang yang luar biasa. Itu merupakan kebiasaan bahkan “budaya” yang membabi buta sudah menurun dari generasi ke generasi. Efeknya? Tentu bisa kita pahami, kehidupan kita tidak terlepas dari melakukan kecurangan untuk mendapatkan “kebahagiaan”. Karakter ini merupakan bagian yang teramat sulit untuk dihilangkan. Entah mengapa? Dan bagaimana solusinya? Tentu jawabannya bisa bervariatif.

Ketidaksiapan peserta didik untuk menghadapi ujian merupakan bagian dari permasalahan yang kompleks di dalam pembelajaran kita saat ini. Jangan tanya penyebabnya, karena akan muncul berbagai penyebab yang memunculkan solusi penyelesaian yang berbeda.

Namun, sebagai guru tentunya kita tetap harus mempersiapkan peserta didik kita agar siap menghadapi ulangan, baik yang bersifat harian maupun semester. Karena pada momen inilah sebenarnya, keberhasilan kita dalam mengajar akan diujikan. Bukan hanya siswa yang merasa diuji dengan tingkat kepahaman mereka terhadap materi, tapi juga guru diuji keberhasilan dalam mengajar.

Ada beberap tips yang bisa kita lakukan untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi ujian, antara lain.

Atur Ulang Jadwal Mengajar

Konsep ini bukan berarti mengubah jadwal pelajaran yang sudah di SK-kan. Namun, cobalah cermati capaian Kompetensi Dasar yang disampaikan, apakah bisa dipercepat atau tidak. Hal ini bertujuan untuk mengkonsep kegiatan pembelajaran dengan memberikan latihan dan pembahasan soal terkait materi yang diajarkan.

Fokuskan pada soal-soal yang biasanya lebih sering muncul atau Anda munculkan ketika ulangan. Hal ini memudahkan peserta didik untuk mengidentifikasi jenis-jenis soal yang dimunculkan oleh guru. Sehingga mereka lebih hapal dan paham bagaimana menyelesaikan soal yang setipe pada pembahasan sola tersebut.

Jangan Pelit dengan Ilmu dan Waktu

Adakalanya peserta didik tidak berani bertanya ketika dihadapan teman-temannya di dalam kelas. Entah karena malu, atau hal lainnya. Sediakan waktu dan tawarkan waktu Anda untuk membantu siswa yang mau bertanya pada waktu diluar jam tatap muka. Berikan semangat dan motivasi bahwa berhasil atau tidaknya mencerna suatu materi belajar, tergantung juga keaktifan peserta didik dalam menggali materi yang disampaikan oleh guru.

Lakukan Program Remidial dan Pengayaan dengan Baik

Selain untuk memperbaiki capaian hasil belajar siswa, remidial dapat menjadi bagian dari mempertajam pengetahuan peserta didik, terlebih lagi pengayaan tentunya. Dalam konsep pemberian remidial, berikan penjelasan yang mempermudah pemahaman siswa setelah melakukan analisis hasil ulangan pada sub-sub materi yang dianggap susah oleh anak. Kontinuitas dan formulasi remedial yang baik membantu peserta didik dalam memahami permasalahan pada materi belajarnya.

Berikan Kisi-Kisi Soal pada Peserta Didik

Tidak ada salahnya memberikan gambaran kepada siswa terkait soal yang akan dikeluarkan maupun sering keluar dalam ujian. Selama batas penyampaian yang jelas, tidak merujuk pada pertanyaan pada soal, saya pikir, penyampaian kisi-kisi soal sangat membantu peserta didik dalam mengidedtifikasi tipe soal yang keluar. Sehingga memudahkan peserta didik dalam belajar dan lebih terfokus dalam memahami materi.

Hasil belajar yang baik tentu juga dibarengi usaha yang baik. Usaha yang baik tidak ada kata lain selain belajar dengan benar dan penuh kesungguhan. Tugas kita sebagai guru, hanya memberikan fasilitas, ilmu, waktu dan kesabaran dalam membimbing peserta didik agar lebih paham dengan materi belajarnya. Maka permudahkanlah siswa untuk menikmati kesempatan mengeksplorasi materi belajar dengan kemandiriannya untuk bertumbuh dan berkembang. Sehingga menjadi pribadi yang baik pula. Terima kasih.

yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

View all posts by yudhistira →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *