jembatan mol

Perhitungan Konsep Mol

Di dalam kimia, terdapat penghitungan kimia yang melibatkan massa dan ukuran atom yang cukup kecil. Sehingga membutuhkan satuan tertentu untuk menyederhanakan dan memudahkan perhitungan yang akan dikonversikan ke dalam penghitungan yang familier digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh sederhananya adalah, jika Anda mempunyai 1 rim kertas itu setara dengan 500 lembar kertas. Satuan rim digunakan untuk menyederhanakan penghitungan di dalam pemakaiannya. Jika Anda mempunyai 1 lusin gelas, maka itu setara dengan 12 gelas. Sama juga dengan ilmu kimia yang melibatkan partikel yang sangat kecil dengan jumlah yang sangat besar maka dibuatlah satuan mol untuk menyederhanakan penghitungannya.

Selanjutnya kita akan mengenalnya dengan Konsep Mol. Dimana, pengertian Konsep Mol dapat diartikan sebagai hubungan jumlah partikel dalam satuan mol, dengan massa ataupun volume. Dari konsep inilah kemudian kita akan mengenal kaitan antara jumlah partikel suatu zat dengan massa dan volume suatu zat.

1. Jumlah Partikel

Mol merupakan satuan dari jumlah partikel. Untuk memudahkan pemahaman Anda, silahkan simak analogi berikut ini.

“1 mol tembaga (Cu) mengandung 6,02 x 1023 atom tembaga (jumlah partikel dinyatakan dalam atom). Jadi, jumlah partikel tembaga sama dengan jumlah atom tembaga yang diberi satuan sebagai 1 mol tembaga.”

“1 mol molekul H2O mengandung 6,02 x 1023 molekul H2O (jumlah partikel dinyatakan dalam molekul). Jadi, jumlah partikel H2O sama dengan jumlah molekul H2O yang diberi satuan sebagai 1 mol H2O.”

Lalu bagaimana menghubungkan jumlah partikel dengan jumlah mol? Perhatikan rumus berikut ini.

X = n x NA

Keterangan:

X = jumlah partikel

n = jumlah mol

NA = bilangan Avogadro ( 6,02 x 1023 )

Contoh Soal:

Tentukan jumlah partikel yang terdapat dalam 0,5 mol molekul O2!

X = n x NA

= 0,5 mol x 6,02 x 1023 partikel/mol

= 3,01 x 1023 partikel

2. Massa

Massa satu mol zat dinamakan massa molar yang memiliki besar massa molar zat sama dengan massa atom relatif atau massa molekul relatif zat yang dinyatakan dalam satuan gram per mol.

Perhatikan hubungan mol dengan massa berikut ini!

m = n x Ar atau m = n x Mr

Keterangan:

m = massa

n = mol

Ar = massa atom relatif

Mr = massa molekul relatif

Contoh Soal:

Hitunglah massa dari 0,2 mol H2SO4!

Mr H2SO4 :

= 2 x Ar H + Ar S + 4 x Ar O

=2 x 1 + 32 + 4 x 16

= 98

m = n x Mr = 0,2 mol x 98 = 19,6 gram

3. Volume

Untuk menentukan besaran volume suatu zat, dalam konsep kimia ditentukan dalam dua kondisi yang berbeda. Kondisi pertama ketika dalam keadaan STP (Standard Temperature and Pressure) yaitu pada kondisi suhu 0° C dan tekanan 1 atm (atau 76 cmHg atau 760 mmHg). Kondisi kedua terjadi saat non-STP, selain pada kondisi 0° C dan tekanan 1 atm (atau 76 cmHg atau 760 mmHg)

3.1 Volume Kondisi STP

Volume satu mol zat dalam wujud gas dinamakan volume molar, pelambangan volume satu mol zat dengan V. Percobaan yang dilakukan Avogadro, didapat suatu kesimpulan bahwa 1 L gas oksigen pada suhu 0° C dan tekanan 1 atm mempunyai massa 1,4286 g. Hal ini dapat dikaytakan bahwa pada tekanan 1 atm, untuk 1 mol gas O2 nilainya setara sama dengan 22,4 L.

Melalui standar penghitungan tersebut, diperolehlah hubungan volume dengan mol pada kondisi STP.

V = n x 22,4

V = volume (L)

n = mol

3.2 Volume Kondisi Non-STP

Pada keadan yang non-standar, dimana suhu bukanlah 0° C dan tekanan bukanlah 1 atm, maka penghitungan volume suatu yang dapat menggunakan rumus seperti di bawah ini.

P V = n x R T

Keterangan:

P = tekanan (atm)

V – Volume (L)

n = mol

R = konstanta gas (0,082 L.atm.mol-1K-1)

T = suhu (Kelvin)

Contoh Soal:

1. Tentukan volume 2 mol gas O2 (STP)!

V = n x 22,4 L/mol

= 2 mol x 22,4 L/mol = 44,8 L

2. Tentukan volume pada 2 mol gas N2 pada keadaan 3 atm dan suhu 270C!

PV = n x RT

3 atm.V = 2 mol x 0,082 L.atm.mol-1K-1 . (273 + 27) K

V = 2 mol x 0,082 L.atm.mol-1K-1 . (300) K / 3 atm

V = 16,4 L

4. Molaritas

Molaritas biasa juga disebut dengan konsentrasi suatu larutan. Molaritas sendiri dapat diartikan dengan jumlah mol zat terlarut dalam tiap satuan volume larutan, biasanya dalam 1000 mililiter (1 L).

M = n/V

Keterangan:

M = Molaritas (mol/L)

n = mol

V = Volume (L)

Contoh Soal:

Sebanyak 3 gram NaOH (Mr = 40) dilarutkan dalam air sehingga volumenya menjadi 75 mL, hitunglah molaritas dari larutan NaOH tersebut?

n NaOH = massa/Mr

n NaOH = 3/40 = 0,075

n = M x V

M = n/V

M = 0,075/0,075= 1 M

Kesimpulan:

Ketika belajar mengenai Konsep Mol, maka kita akan mengenal setidaknya hubungan antara mol, jumlah partikel, massa, massa, volume dan molaritas. Kelima variabel tersebut dapat terhubung satu dengan yang lainnya, seperti pada gambar berikut.

jembatan mol
Sumber gambar: siswapedia.com

yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

View all posts by yudhistira →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *