Seminar online untuk membahas permasalahan oendidikan dengan bertatap muka langsung secara online

Seminar online ini diadakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat pada tanggal 29 April 2020 pukul 13.00 – 16.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan dengan dasar melihat keadaan pendidikan di Indonesia, khususnya lagi Kalimantan Barat yang terkena dampak COVID-19. Pendidikan nasional terkena imbas langsung terkait dengan praktik pembelajarannya. Biasanya dengan ara konvensional bertatap muka, pada saat pandemi ini harus mengubah proses belajar ke sistem daring dari rumah.

Anda dapat melihat berbagai kegiatan yang diadakan LPMP Kalbar melalui laman http://lpmpkalbar.id/.

Tentu ini memberikan dampak yang terasa bagi semua insan pendidikan. Terlebih lagi dalam pelaksanaan belajar dari rumah tidak semudah yang dibayangkan. Hampir semua terkendala dengan fasilitas dan koneksi internet. Apalagi melihat kondisi Kalimanta Barat yang masih banyak terdapat daerah yang akses internetnya belum masuk. Jangan kan internet, listrik saja masih banyak yang belum teraliri dengan baik. Sehingga keadaan ini memaksa guru harus benar-benar kreatif untuk tetap memberikan pelayanan pendidikan bagi peserta didiknya.

Beruntungnya, para pendidik diberikan payung hukum yang jelas melalui SE No 4 Tahun 2020 yang menyatakan pembelajaran bukan untuk menuntaskan capaian kurikulum. Namun memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi pengembangan potensi peserta didik. Poin ini yang dibahas oleh para narasumber pada seminar online ini.

Narasumber terdiri dari tiga, yaitu Dr, Sri Rahmawati, S.T, M.Si (Pusat Assesmen dan Pembelajaran Balibangbuk, Kemdikbud), Asep Sukmayadi, S.IP, M.Si (Ketua LPMP Kalbar) dan Kasim, S.Pd, M.Si (Widyaiswara Utama LPMP Kalbar).

Untuk mengetahui detail yang diperbincangkan, sudah saya rangkum yang menjadi pokok bahasan dari ketiga narasumber di atas. Mari simak pemaparannya.

Dr. Sri Rahmawati, S.T, M.Si

A. Pembelajaran saat COVID-19

Pembelajaran mengacu pada pedoman SE No.4 Tahun 2020, bahwa

  • Tidak terbebani dengan penuntasan kurikulum.
  • Tugas juga tidak melulu tentang COVID 19.
  • Toleransi yang tinggi terkait dengan akses internet yang berbeda setiap daerah. Tak perlu membebankan orang tua terkait dengan fasilitas belajar (harus beli HP)
  • Memberi umpan balik yang sifatnya kualitatif, bukan hanya sekedar nilai atau banyaknya tugas. Tetapi dapat memberikan makna di dalam tugas.

Pembelajaran dan pemberian tugas seacara daring, hendaknya diperhatikan secara seksama dari hal

  1. Aman bagi kesehatan dan keselamatan
  2. Tidak memberatkan perekonomian orang tua
  3. Bermakna
  4. Umpan Balik apa yang dapat diberikan kepada siswa

Guru dapat memberikan penilaian dnegan prinsip-prinsip sebagai berikut.

  1. Valid/Sah —– memastikan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
  2. Reliabel/Konsisten —— Jelas kriteria penilaiannya, tugas diberikan clear disertai dengan penjelasan hasil yang diharapakan.
  3. Fleksibel dan Manageable —– Disesuaikan dengan moda, waktu, jenis, tempat maupun jumlahnya.
  4. Feddback — bukan seberapa banyak tugas tetapi anak bisa mengetahui kemampuan dirinya.¬† Berikan umpan balik terhadap pekerjaan siswa. Komentar holistik lebih benilai dibandingkan skor nilai.

B. Kenaikan Kelas

Tugas dan pembelajaran tidak untuk mengukur capaian ketuntasan kurikulum. Pengelolaan nilai kenaikan kelas, dapat dilakuakn dengan mengolah nilai yang diperoleh dan diajarkan sebelum COVID. Tugas pada masa COVID hanya bersifat tambahan. Penugasan COVID bisa dilakukan dengan kolaborasi antar mapel. Sehingga siswa tidak tebebani tugas dari banyak guru. Satu tugas bisa dipakai untuk penilaian beberapa guru.

C. Pertanyaan Peserta Seminar

Nurrohmah (Kabupaten Sintang)

Bagaimana cara melakukan pembelajaran penelitian secara daring?

Jawab:

Tugas bukan dalam pilihan ganda, tetapi dalam project. Bukan untuk mengukur pengetahuan, tetapi pengalaman belajar. Dimana anak bisa megembangkan potensimya dengan membuat projek atau produk. Maka penelitian tersebut dapat dilakukan selama dapat memberikan pengalaman berharga. Yang penting jangan membebankan orang tua. Tugas bisa dilakukan oleh anak bukan orang tua.

Tri Kurniawan (Kabupaten Landak)

Sinyal Program TVRI tak ada, Internet tidak ada, pertemuan juga tidak bisa? Sekolah jarak 6 km dari perkampungan. Apa tugas yang cocok untuk lokasi tersebut?

Jawab:

Jika daerah belum termasuk daerah merah, maka pertemuan dilakukan dengan strategi dibuat tugas selama 2-3 minggu langsung. Contoh lakukan tugas pengamatan harian terkait pertumbuhan tanaman? Dikumpulkan ketika masuk. Jangan tiap hari bertemu.

Asep Sukmayadi, S.IP, M.Si

A. Praktik Pembelajaran Online

Tugas bisa dilakukan melalui WA guru, agar siswa lain tidak bisa melihat hasil temannya. Berikan feedback yang holistik agar siswa merasa diperhatikan. Kalau perlu buatkan portofolio tugas, nanti dibawa ketika masuk dan tunjukkan kepada siswa.

B. Dampak Positif Belajar di Rumah

  • Tetap belajar dan Beprestasi
  • Evolusi Model Pembelajaran
  • Literasi Digitasl semakin Krusial
  • Belajar Jauh, Hubungan Mendekat

C. Pedoman Belajar di Rumah

  1. Keselamatan dan kesehatan semua warga sekolah menjadi pertimbangan utama ddalam belajar dari rumah
  2. Belajar dari rumah bertujuan untuk membeirkan pengalaman belajar bermakna tanpa terbebdani menuntaskan capaian kurikulum.
  3. Belajar dari rumah untuk kecakapan hidup, antara lain pandemi COVID-19
  4. Materi pembelajaran bersifat inklusif sesuai denganumur, konsteks budaya, karakter dan kekhususan anak
  5. Mempertimbangkan kesenjangan akses belajar dari rumah
  6. Penugasan dari kegiatan belajar dari rumah berisfat kualitatif tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.

D. Pertanyaan Peserta

Via Facebook
Bagaimana menghadapi siswa atau orang tua yang belum mampu punya alat canggih/hp?

Jawab:

Kepsek dan Guru melakukan cek punya alat hp atau tidak. Sehingga terdapat data yang jelas mana yang bisa dilayani dengan sistem daring.

Juhriansyah (Kabupaten Kayong Utara)

Bagaimana kelanjutannya, jika tugas yang diberikan selama ini tenryata mengacu pada pencapaian KKM, padahal seauai aturan tidak harus menuntaskan?

Bagaimana menyiasati tidak semua siswa punya hp android?

Jawab:

Jawaban kurang lebih sama dengan pertanyaan via Facebook. Yang jelas tidak membebankan orang tua dan siswa.

Agus Mulyadi (Singkawang)

Bagaimana sistem penilaian di raport untuk kenaikan kelas?

Jawab:

Belum bisa menjawab secara teknis, sementara masih digodok untuk hal tersebut. Sebenarnya bisa ditanyakan ke Bu Rahma yang berada di Pusat Assesmen Kemdikbud.

Kasim, S.Pd, M.Si

A. Permasalahan di Sekolah

  1. Bagaiaman pembelajarannya? Pilihannya bisa pakai internet atau tidak. Disesuaikan dengan sekolah dan daerahnya.
  2. Bagaimana penilaiannya? Tidak mengukur kompetensi ketuntasan. Ketuntasan bisa menurun tetapi kompetensi skill dan proses berpikir bisa meningkat dan berkembang.
  3. Apakah nilai sudah terkumpul? Dinilai berdasarkan kriteria nilai tugas tersebut. Nilai harus sudah punya baik sebelum maupun selama pandemi. Nilai selama pandemi bukan untuk mengukur ketuntasan kurikulum. Bisa sebagai tambahan. Untuk kenaikan kelas, semoga ada edaran dari dinas terkait petunjuk teknis terkait penilaian.

B. Kebijakan UAS untuk Kenaikan Kelas

  • Tidak boleh mengumpulkan siswa
  • Dilakukan dalam bentuk : 1.portofolio nilai rapor dan prestasi¬† sebelumnya, 2.penugasan, 3.tes daring, 4.dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya;
  • Dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh

C. Pertanyaan Peserta

Rita Mustika

Kalau pembelajaran daring hanya tambahan, bagaimana mengukur kompetensi siswa? Lalu bagaimana dengan kemampuan siswa untuk jenjang berikutnya?

Jawab:

Dipakai nilai sebelum pandemi. Sedangkan nilai selama pandemi bisa digunakan untuk nilai tambahan.

Natalia (Bengkayang)

Cara pemberian tugas, jika guru jauh dari sekolah dan kondisi lingkungan serta fasilitas yang tidak memadai?

Jawab:

Bisa daring, bisa ngumpulkan secara langsung. Yang penting bukan nilai bukan target kurikulum. Yang penting pembelajaran bermakna.

Bagaimana penialian untuk anak kebutuhan khusus?

Jawab:

Untuk anak khusus ya perlakuannya pasti berbeda. Tidak ada pandemi pun nilai pasti sudah berbeda.

Slamet (Melawi)

Jika dilakukan penilaian sebelum pandemi, ada siswa yang belum ngumpulkan tugas. Bagaimana untuk kenaikan kelas?

Jawab:

Tetap diusahakan tugas sebelum pandemi tetap diminta untuk dipenuhi sebagai syarat untuk kenaikan kelas. Kalau tidak bisa, dilakukan dengan portofolio atau prestasi tingkat sebelumnya walaupun sebenarnya tidak tepat.

M. Djusanudin (Kapuas Hulu)

Selama pembelajaran manual nilai tidak KKM, setelah ada Daring, tugas mengumpulkan apakah jadi pertimbangan untuk kenaikan kelas?

Tapi sebaliknya, selama pembelajaran manual nilai KKM, tetapi selama daring malah tidak KKM karena tidak mengumpulkan tugas.

Kalau yang naik tidak masalah. Kalau yang turun, dicari penyebabnya kenapa turun. Dan, dasarnya ya selama COVID hanya pembelajaan tambahan bukan untuk menentukan kenaikan kelas. Karena selama COVID otomatis kompetensi siswa pasti menurun.

Via Youtube (Singkawang)

Bagaiamana kalau sekolah mengadakan ujian online?

Jawab:

Ya, silahkan saja. Tetapi tetap diusahakan siswa yang mengerjakan bukan orang lain.

Kesimpulan Seminar Online

Kesimpulan dari seminar ini dituliskan oleh Bapak Aris Mardhani (Ketapang)

  1. Guru tidak mengejar target kurikulum dalam satu semester (siswa dan ortu tidak terbebani)
  2. Ditekankan pada penugasan yang bermanfaat dan bermakna bagi siswa, difokuskan pada kecakapan hidup.
  3. Dapat dilakukan dalam mode daring dan luring.
  4. Kegiatan belajar semasa libur belajar aman bagi kesehatan dan keselamatan guru dan siswa dari covid-19.
  5. Tidak memberatkan perekonomian ortu, pembelajaran bervariasi dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
  6. Bukti atau produk aktifitas belajar di rumah diberikan umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna bagi guru tanpa diharuskan memberi skor (nilai kuantitatif)
  7. Kegiatan belajar dalam libur covid-19 ini sifatnya tambahan, bukan wajib dan ditekankan untuk mengisi waktu di rumah.
  8. Pengisian nilai rapot berdasarkan nilai semester genap bulan Januari – Maret Minggu ke 2.
  9. Memulai gerakan mereka belajar untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas guru.

Demikian rangkuman isi webinar (seminar online) yang bertema Sistem Penilaian Online dan Kenaikan Kelas di Sekolah (SD-SMP-SMA-SMK) pada Masa Darurat Covid-19. Terima kasih.

JIka Anda tertarik dengan apa itu pengertian webinar atau seminar online, Anda bisa membaca artikel saya yang lain mengenai seminar online pada link Pengertian Webinar (Seminar Online), Manfaat dan Kelebihannya

By yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *