Pengertian Kurikulum, Fungsi, dan Komponennya

Jika membahas tentang dunia pendidikan, maka topik terkait dengan kurikulum merupakan bagian yang akan selalu menarik untuk diperbincangkan. Pergantian kurikulum sebagai bagian dari evaluasi proses pembelajaran secara nasional, dicoba untuk diperbaiki menjadi semakin baik dan bermutu. Terlebih lagi dapat efektif dan fleksibel menjawab tantangan kemajuan dunia, khususnya pesatnya perkembangan dunia teknologi dan industri.

Sumber gambar: silabus.web.id

Kurikulum yang dirancang, sesuai intruksi Presiden Joko Widodo kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sangatlah jelas, harus menyelaraskan kebutuhan dunia usaha dan industri. Bagian ini yang akan menarik dan ditunggu adakah gebrakan baru dari Menteri Nadiem Makarim. Apakah hasil evaluasi saat ini, Kurkulum 13 tetap akan dipakai atau memang perlu rombak total sehingga keselarasan dengan dunia industri lebih terarah dan efektif? Saya kira ini patut ditunggu.

Lalu sebenarnya, apakah itu kurikulum sehingga mampu menjadi pondasi dasar suatu kebijakan yang mempengaruhi proses dan kualitas pembelajaran secara nasional. Berikut ini, akan saya ulas terkait dengan kurikulum dan bagian-bagian yang tidak terlepas dari kurikulum.

Pengertian Kurikulum

Dalam banyak referensi, kurikulum mempunyai arti yang beragam. Kurikulum berasal dari kata currere yang berarti berlari cepat, maju dengan cepat maupun berusaha dan menjalani untuk. Dari pengertian tersebut dapat diartikan secara singkat bahwa kurikulum merupakan bagian dari pijakan dan strategi untuk terus melaju dengan baik menuju tujuan.

Agar dapat memahami lebih dalam apa itu kurikulum, kita bisa merujuk pengertian kurikulum menurut beberapa ahli berikut.

a. Inlow (1966)

Kurikulum merupakan usaha menyeluruh yang dirancang sekolah untuk membimbing murid memperoleh hasil yang sudah ditentukan. (artikelsiana.com)

b. J. Loyd Trump & Delmas F. Miller (1973)

Kurikulum merupakan semua hal yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran, termasuk metode mengajar, teknik evaluasi, progam studi, bimbingan dan penyuluhan, supervisi dan administrasi, serta hal-hal struktural terkait dengan waktu, jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran. (maxmanroe.com)

c. UU N0. 20 Tahun 2003

Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pembelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. (ristekdikti.go.id)

Fungsi Kurikulum

Inilah mengapa Kurikulum selalu menjadi hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Mari kita lihat beberapa fungsi kurikulum.

1. Fungsi Penyesuaian

Kurikulu harus dirancang untuk mudah menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Sifat lingkungan yang dinamis atau berubah-ubah setiap saat memaksa perancangan kurikulum harus mengikuti secara fleksibel perubahan yang terjadi. Sehingga terjadi perpaduan konsep pendidikan dengan konsep kemajuan dan perkembangan dunia yang semakin komplek dan canggih.

2. Fungsi Integrasi

Kurikulum diharapkan dapat menciptakan individu-individu yang utuh, yang nantinya dapat berguna dan dapat berintegrasi di lingkungan. Pembentukan keterampilan dan karakter yang sekarang digencarkan pada kurikulum 13 menjadi bukti bagaimana kurikulum memang dirancang untuk bisa menciptakan individu yang mampu melebur dengan lingkungan sekitar. Mahir secara keterampilan juga harus dibarengi dengan karakter yang mulia juga.

3. Fungsi Diferensiasi

Kurikulum dapat memberikan penghargaan dan melayani berbagai macam perbedaan setiap yang ada pada siswa. Pendidikan inklusi yang sekarang digencarkan merupakan contoh nyata bahwa kurikulum mampu menjalankan fungsi diferensiasi dengan menghargai kondisi dan keadaan yang ada pada siswa-siswa tertentu yang mempunyai keterbatasan.

4. Fungsi Persiapan

Kurikulum harus bisa menjalankan posisi sebagai penyiapan bekal siswa ke jenjang yang selanjutnya. Selain itu kurikulum harus mampu untuk mempersiapkan dirinya agar dapat hidup di lingkungan masyarakat, ketika ia tidak melanjutkan pendidikannya.

5. Fungsi Pemilihan

Setiap anak adalah istimewa. Mereka mempunyai bakat dan minat yang berbeda-beda. OLeh karena itu, kurikulum seharusnya dapat digunakan untuk menentukan program pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat siswa. Jangan sampai orang diberikan penilaian yang memang bukan bakat dan minatnya, sehingga hasilnya tidak maksimal.

6. Fungsi Diagnostik

Kurikulum merupakan suatu alat pendidikan yang mampu memahami potensi dan kelemahan yang ada dalam diri setiap siswa. Setelah siswa dan guru dapat menemukan potensi dan kelemahan siswa, maka perlakuan juga harus disesuaikan agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Komponen Kurikulum

Ada beberapa komponen kurikulum yang dapat kita bahas di sini.

1. Komponen Tujuan

Kurikulum merupakan suatu sistem pembelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidkan. Dalam UU No. 22 Tahun 2007 tujuan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah adalah sebagai berikut.

  • Tujuan pendidikan dasar adalah untuk meletakkan dasar pengetahuan, kecerdasan, kepribadian, keterampilan hidup mandiri, akhlak mulia serta mengikuti untuk pendidikan selanjutnya.
  • Tujuan pendidikan menengah yaitu untuk meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, kepribadian, keterampilan hidup mandiri, akhlak mulia serta untuk mengikuti pendidikan pada tahap selanjutnya.
  • Tujuan pendidikan menengah kejurusan yaiut untuk meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, kepribadian, keterampilan hidup mandiri, akhlak mulia serta untuk mengikuti pendidikan yang selanjutnya sesuai jurusannnya masing-masing.
  • Tujuan pendidikan institusional yaitu tujuan pendidikan yang dikembangkan di kurikuler dalam setiap mata pelajaran disekolah.

2. Komponen Isi (Bahan pengajaran)

Kurikulum dalam komponen isi adalah sesuatu yang diberikan kepada anak didik sebagai materi atau bahan belajar.

3. Komponen Strategi

Kurikulum sebagai komponen strategi tentunya merujuk pada metode dan pendekatan serta peralatan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Strategi dalam pembelajaran tergambar dari cara yang ditempuh dalam pembelajaran, mengadakan penilaian, pelaksanaan bimbingan dan mengatur kegiatan baik umum maupun yang sifatnya khusus. Strategi pelaksanaan adalah bimbingan, pengajaran, penilaian, dan penyeluhan kegiatan sekolah.

4. Komponen Evaluasi

Komponen evaluasi yakni memeriksa suatu kurikulum apakah tujuan kurikulum tersebut telah tercapai dengan baik dalam proses maupun dalam hasil belajar peserta didik. Hal ini untuk bertujuan mengetahui tingkat keberhasilan suatu siswa dalam mencapai tujuannya.

Demikian pengertian, fungsi dan komponen kurikulum yang dapat kami bagi. Semoga bermanfaat.

yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

View all posts by yudhistira →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *