Supervisi guru merupakan kegiatan rutin yang dilakukan dalam rangka supervisi pendidikan suatu satuan pendidikan. Periodisasi pelaksanaan ini untuk mendata dan mengecek, menaikkan serta menjaga kualitas pendidikan di satuan pendidikan

Guru sebagai tulang punggung satuan pendidikan harus selalu menaikkan kapasitas dirinya demi mengejar cepatnya perkembangan jaman. Perubahan jaman tersebut memaksa perubahan kurikulum secara mendasar, baik tingkat nasional maupun satuan pendidikan itu sendiri.

Oleh karenanya, supervisi dilakukan untuk melihat sampai sejauh mana perubahan yang dilakukan guru dalam hal proses pembelajaran. Apakah pembelajaran yang dilakukan tetap saja seperti dulu (konvensional) ataupun sudah terintegrasi dengan kemajuan jaman.

Konteks itu hanya sedikit saja bagian dari supervisi guru. Dalam arti yang sangat luas, tentu supervisi mempunyai makna dan jangkauan lebih luas. Nah, untuk bisa memahaminya ada beberapa hal yang perlu dipahami terkait supervisi guru dan pendidikan.

Pengertian Supervisi Pendidikan

Sepanjang pengalaman penulis yang telah melakukan supervisi kepada rekan-rekan guru, supervisi merupakan kegiatan pembimbingan yang dilakukan oleh seorang profesional kepada guru-guru lain untuk memperbaiki bahan, media, metode dan evaluasi pembelajaran dengan melakukan stimulasi, koordinasi dan bimbingan secara kontinyu agar guru menjadi lebih profesional dalam meningkatkan pencapaian tujuan sekolah.

Supervisi menurut beberapa ahli sebagai berikut:

Masaong (2010), supervisi adalah usaha menstimulasi, mengkoordinasi, dan membimbing pertumbuhan guru-guru di sekolah, baik secara individu maupun kelompok, dengan tenggang rasa dan tindakan-tindakan pedagogis yang efektif sehingga mereka lebih mampu menstimulasi dan membimbing sehingga siswa lebih mampu berpartisipasi dalam masyarakat yang demokratis.

Sagala (2009), supervisi adalah bantuan dan bimbingan profesional bagi guru dalam melaksanakan tugas instruksional guna memperbaiki hal belajar dan mengajar dengan melakukan stimulasi, koordinasi dan bimbingan secara kontinu untuk meningkatkan pertumbuhan jabatan guru secara individual maupun kelompok.

Ilyas dan Nurhayati (2012), supervisi merupakan prosedur memberi pengarahan dan mengadakan penilaian terhadap proses pengajaran yang dilaksanakan oleh tenaga pendidik dalam meningkatkan profesionalismenya sebagai pendidik.

Siapa itu Supervisor?

Dalam kaitan supervisi satuan pendidikan, orang profesional yang berperan sebagai supervisor paling tidak ada dua, yaitu pengawas sekolah dan kepala sekolah. Keduanya dianggap mempunyai kredibilitas dan pengalaman dalam dunia pendidikan lebih lama dan lebih baik.

Tetapi dalam kaitan teknik pelaksanaan di lapangan, terkadang kepala sekolah dibantu oleh guru-guru senior yang telah tersertifikasi profesi keguruannya begitu juga karena pengalaman. Sertifikasi ini merujuk pada guru-guru yang telah lulus program sertifikasi guru. Sehingga dianggap mumpuni untuk membimbing guru-guru lain yang belum tersertifikasi.

Supervisor yang baik harus mempunyai prinsip kerja beberapa hal berikut.

  1. Pelaksanaan supervisi bersifat membangun dan kreatif
  2. Penilaian supervisi harus profesional berdasarkan data di lapangan tidak subjektif.
  3. Supervisi dapat mengembangkan kelebihan yang dimiliki dan memperbaiki kelemahan yang terjadi.
  4. Supervisi dilakukan dengan saling memberi rasa nyaman bukan perasaan takut.
  5. Pelaksanaan tidak ribet tetapi memudahkan guru dalam memenuhi kewajiban saat supervisi dan berkelanjutan.
  6. Pelaksanaan supervisi bukan ditujukan untuk mencari kesalahan pada guru-guru
  7. Supervisor tidak boleh merasa paling pandai atau senior, namun bekerja berdasarkan saring pengalaman dan pengetahuan untuk kemajuan bersama.
  8. Pelaksanaan supervisi fokus pada hal-hal yang besar atau umum, tidak perlu memerhatikan hal-hal kecil yang bukan poin utama penilaian.

Baca juga:

Tujuan dan Fungsi Supervisi

a. Tujuan Pelaksanaan Supervisi

Pelaksanaan supervisi dalam satuan pendidikan menurut Mulyasa (2013) memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Membina kepala sekolah dan guru-guru untuk lebih memahami tujuan pendidikan yang sebenarnya dan peranan sekolah dalam merealisasikan tujuan tersebut.
  2. Memperbesar kesanggupan kepala sekolah dan guru-guru untuk mempersiapkan peserta didiknya menjadi anggota masyarakat yang lebih efektif.
  3. Membantu kepala sekolah dan guru mengadakan diagnosis secara kritis terhadap aktivitas-aktivitasnya dan kesulitan-kesulitan belajar mengajar, serta menolong mereka merencanakan perbaikan-perbaikan. 
  4. Meningkatkan kesadaran kepala sekolah dan guru-guru serta warga sekolah lain terhadap cara kerja yang demokratis dan komprehensif, serta memperbesar kesediaan untuk tolong menolong. 
  5. Memperbesar semangat guru-guru dan meningkatkan motivasi berprestasi untuk mengoptimalkan kinerja secara maksimal dalam profesinya. 
  6. Membantu kepala sekolah untuk mempopulerkan pengembangan program pendidikan di sekolah kepada masyarakat. 
  7. Melindungi orang-orang yang di supervisi terhadap tuntutan-tuntutan yang tidak wajar dan kritik-kritik yang tidak sehat dari masyarakat.
  8. Membantu kepala sekolah dan guru-guru dalam mengevaluasi aktivitasnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik. 
  9. Mengembangkan rasa kesatuan dan persatuan (kolegialitas) di antara guru.

b. Fungsi Pelaksanaan Supervisi

Sedangkan fungsi supervisi seperti yang disampaikan Maryono (2013) adalah

  1. Penelitian. Fungsi penelitian adalah fungsi yang harus dapat mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi.
  2. Penilaian. Fungsi penilaian adalah untuk mengukur tingkat kemajuan yang diinginkan, seberapa besar yang telah dicapai, dan penilaian ini dilakukan dengan berbagai cara seperti tes, penetapan standar, penilaian kemajuan belajar siswa, melihat perkembangan hasil penilaian sekolah, serta prosedur lain yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. 
  3. Perbaikan. Perbaikan ini dapat dilakukan dengan bimbingan, yaitu dengan cara membangkitkan kemauan, memberi semangat, mengarahkan dan merangsang untuk melakukan percobaan, serta membantu menerapkan sebuah prosedur mengajar yang baru.
  4. Pembinaan. Fungsi pembinaan merupakan salah satu usaha untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi, yaitu dengan melakukan pembinaan atau pelatihan kepada guru-guru tentang cara-cara baru dalam melaksanakan suatu proses pembelajaran.

Jenis-jenis Supervisi

Suhardan (2010) menyampaikan ada tiga jenis supervisi yang dilakukan di satuan pendidikan, yaitu

a. Supervisi akademik

yaitu supervisi yang menitik beratkan pengamatan supervisor pada masalah akademik, yakni hal-hal yang langsung berada dalam lingkungan kegiatan pembelajaran pada waktu siswa sedang dalam proses pembelajaran.

b. Supervisi administrasi

yaitu supervisi yang menitik beratkan pengamatan supervisor pada aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung dengan pelancar terlaksananya pembelajaran.

c. Supervisi lembaga

yaitu supervisi yang menitik beratkan pengamatan supervisor pada aspek yang berada di sentral madrasah/sekolah. Jika supervisi akademik dimaksudkan untuk meningkatkan pembelajaran, maka supervisi lembaga dimaksudkan untuk meningkatkan nama baik madrasah/sekolah atau kinerja madrasah/sekolah.

Baca Juga:

Prinsip Supervisi

Pelaksanaan supervisi harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:

a. Ilmiah, artinya kegiatan supervisi yang dikembangkan dan dilaksanakan harus mencakup unsur-unsur:

  • Sistematis artinya dilaksanakan secara teratur, terukur, berencana dan kontinyu.
  • Obyektif artinya pengambilan data melalui observasi yang nyata bukan pendapat pribadi.
  • Adanya instrumentasi penilaian supervisi sebagai informasi untuk umpan balik mengadakan penilaian terhadap proses belajar mengajar.

b. Kooperatif, artinya pelaksanaan supervisi pendidikan didasarkan atas atas prinsip kerja sama antara supervisor dengan orang yang disupervisi. Bukan untuk menggurui atau menakuti sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada orang yang akan disupervisi.

c. Konstruktif, dan kreatif yaitu saran perbaikan sebagai refleksi hasil supervisi mampu mendorongnya untuk aktif menciptakan suasana dimana setiap orang merasa aman dan dapat menggunakan potensinya

d. Realistik, pelaksanaan supervisi pendidikan memperhatikan segala sesuatu yang benar-benar ada di dalam situasi dan kondisi yang obyektif.

e. Progresif, setiap kegiatan yang dilakukan tidak terlepas dari ukuran dan perhatian, artinya setelah adanya supervisi harus ada peningkatan perbaikan pembelajaran untuk ke depannya

f. Inovatif, program supervisi pendidikan mendorong untuk menemukan cara dan metode baru dalam perbaikan perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan.

Daftar Pustaka

  • Masaong, Abd. Kadim. 2013.  Supervisi Pembelajaran dan Pengembangan Kapasitas Guru. Jakarta: Alfabeta.
  • Sagala, Syaiful. 2009. Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan. Bandung: Alfabeta.
  • Mukhamad Ilyas dan Nanik Nurhayati. 2012. Manajemen Pendidikan Islam. Yogyakarta: Aditya Media Publishing
  • Suhardan, Dadang. 2010.  Supervisi Profesional. Bandung: Alfabeta
  • https://www.kajianpustaka.com/2019/06/supervisi-pendidikan.html?showComment=1609211751892#c6725440275519529677

yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *