Penyusunan tujuan pembelajaran merupakan bagian terpenting dari semua langkah pembelajaran. Ibarat perjalanan sebuah bus, tujuan pembelajaran adalah tujuan atau pemberhentian yang harus dicapai sepanjang perjalanan bus tersebut. Sama halnya pembelajaran, tahapan persiapan, pelaksanaan serta evaluasi pembelajaran harus mengacu pada tujuan pembelajaran yang telah dicanangkan sejak awal. Hal ini penting agar jalannya pembelajaran mempunyai rambu-rambu yang jelas sehingga tidak melebar kemana-mana.

Tujuan pembelajaran disusun untuk menggambarkan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Setelah dilakukan pembelajaran yang maksimal oleh guru, peserta didik diharapkan mencapai kompetensi yang telah ditetapkan oleh guru yang bersangkutan.

Pengertian Tujuan Pembelajaran

Menurut Kemp (1977) dan David E. Kapel (1981) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. Sementara itu, menurut Oemar Hamalik (2005) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsung pembelajaran .

Sedangkan dalam Permendiknas RI No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses disebutkan bahwa tujuan pembelajaran memberikan petunjuk untuk memilih isi mata pelajaran, menata urutan topik-topik, mengalokasikan waktu, petunjuk dalam memilih alat-alat bantu pengajaran dan prosedur pengajaran, serta menyediakan ukuran (standar) untuk mengukur prestasi belajar siswa.

Dari beberapa pengertian yang disebutkan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan pembelajaran adalah pernyataan spesifik yang menggambarkan kemampuan, perilaku atau hasil belajar siswa yang harus dibuat dalam bentuk tulisan setelah pembelajaran berlangsung. Ditambahkan lagi dalam Permendiknas RI No. 41 tahun 2007, tujuan pembelajaran dapat memberikan berbagai petunjuk di dalam pelaksanaan pembelajaran. Sehingga boleh dikatakan bahwa tujuan pembelajaran merupakan acuan utama di dalam pelaksanaan suatu pembelajaran.

Baca Juga:

Tujuan dan Manfaat Evaluasi Pendidikan

Manfaat Tujuan Pembelajaran

Sebagai acuan utama pelaksanaan pembelajaran, penyusunan tujuan pembelajaran tentu mempunyai manfaat yang penting bagi guru.  Nana Syaodih Sukmadinata (2002) mengidentifikasi 4 (empat) manfaat dari tujuan pembelajaran, yaitu:

  1. Memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan belajar mengajar kepada siswa, sehingga siswa dapat melakukan perbuatan belajarnya secara lebih mandiri;
  2. Memudahkan guru memilih dan menyusun bahan ajar;
  3. Membantu memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media pembelajaran;
  4. Memudahkan guru mengadakan penilaian.

Taksonomi Bloom

Perumusan tujuan pembelajaran hampir selalu diarahkan pada kata kunci atau kata kerja operasional yang telah disusun oleh Bloom. Walaupun taksonomi ini kemudian disempurnakan lagi oleh Anderson agar sesuai dengan abad 21, namun tetap saja peran Bloom tidak bisa dihilangkan sama sekali. Sehingga orang lebih familiar dengan taksonomi Bloom.

Bloom sendiri telah mengklasifikasikan perilaku peserta didik untuk ranah penilaian dalam tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Kognitif yaitu berkaitan dengan aspek-aspek intelektual atau nalar, di dalamnya mencakup: pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), penerapan (application), penguraian (analysis), memadukan (synthesis), dan penilaian (evaluation).

Afektif berkaitan dengan emosional, seperti perasaan, minat, sikap, kepatuhan terhadap moral dan sebagainya, di dalamnya mencakup: penerimaan (receiving/attending), sambutan (responding), penilaian (valuing), pengorganisasian (organization), dan karakterisasi (characterization).

Psikomotorik berkaitan dengan keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis. Kawasan ini terdiri dari: kesiapan (set), peniruan (imitation, membiasakan (habitual), menyesuaikan (adaptation) dan  menciptakan (origination).

Aspek Kognitif

Pada aspek kognitif ini, tujuan pembelajaran diarahkan pada aktivitas intelektual mulai dari level pengetahuan hingga ke level atas yaitu evaluasi. Berikut urutan level kognitif yang perlu diketahui:

  1. Level Knowledge (Pengetahuan). Peserta didiik harus bisa mengingat atau menghafal suatu materi (pelajaran) serta menjelaskan kembali pengetahuan yang sudah diterima sebelumnya.
  2. Level Comprehension (Pemahaman). Peserta didik dituntut untuk melakukan tafsiran, mengartikan, menerjemahkan serta menjelaskan dengan cara mereka sendiri terhadap pengetahuan yang sudah pernah diterima sebelumnya.
  3. Level Application (Penerapan). ePserta didik diuji dalam menerapkan pengetahuan untuk tujuan menyelesaikan masalah yang ada dalam soal maupun kehidupan nyata.
  4. Level Analysis (Analisis). Peserta didik harus mempraktikkan segala pengetahuan yang diraih untuk membuat solusi dari kehidupan sehari hari.
  5. Level Synthesis (Sintesis). Keahlian siswa untuk bisa menghubungkan dan memadukan berbagai komponen dan aspek dari pengetahuan untuk dijadikan sebuah pengetahuan baru.
  6. Level Evaluation (Evaluasi). Menuntut peserta didik untuk menciptakan prediksi atau keputusan dari sebuah persoalan atau pengetahuan yang telah dipunya. 

Aspek Afektif

Ranah afektif memiliki hubungan dengan perilaku, minat, penghargaan dan adaptasi mental sosial. Berikut urutan level afektif yang perlu diketahui:

  1. Penerimaan. Kemauan dan kemampuan menerima secara lapang, seperti kemauan menerima pendapat orang lain.
  2. Merespon. Peserta didik terlibat aktif dalam acara tertentu, yang lebih condong pada perilaku inisiatif dan responsif (peka).
  3. Berkeyakinan. Penerimaan siswa terhadap sistem nilai tertentu dalam diri personal masing masing.
  4. Penerapan Karya. Pengakuan siswa pada sistem nilai yang bersifat subyektif pada sebuah karya. Contohnya adalah kesadaran pada hak dan kewajiban.  
  5. Ketekunan dan Ketelitian. Siswa yang telah mempunyai sistem nilai akan bisa berkomitmen tentang apa yang sudah diyakini tentang sistem nilai tersebut. Ini bisa terlihat bila siswa telah bisa berperilaku objektif pada setiap hal.

Aspek Psikomotorik

Pada ranah ini tujuan pembelajaran yang berhubungan dengan skill atau keterampilan yang memiliki karakter konkret, fisik atau motorik. Berikut urutan level psikomotor yang perlu diketahui:

  1. Persepsi. Hal yang berhubungan dengan cara pemakaian indra saat melaksanakan suatu aktivitas.
  2. Kesiapan. Hal yang berkaitan dengan kesanggupan dalam melaksanakan sesuatu hal, seperti kesiapan fisik, pikiran, hingga mental.
  3. Mekanisme. Aktivitas yang berhubungan dengan performa respon dalam sebuah habit (kebiasaan). Ini bisa dilihat saat seseorang bisa menampilkan performa pada bidang keahlian tertentu yang bersifat spesifik.
  4. Respons Terbimbing. Berkaitan dengan cara menduplikasi atau meniru suatu aksi dari orang lain. Dan melakukan aksi tersebut secara identik.
  5. Kemahiran. Tingkatan ini berhubungan dengan keterampilan pada kinerja gerakan motorik.
  6. Adaptasi. Berkaitan dengan skill yang telah ada dan berkembang pada masing masing personal. Sehingga individu tersebut bisa mentransformasikan setiap gerakan yang ada dengan keadaan atau kondisi tertentu.
  7. Originasi. Berhubungan dengan metode untuk membuat gerakan baru yang diadaptasi sesuai pada kondisi tertentu.

Penyusunan Tujuan Pembelajaran

Berkenaan dengan perumusan tujuan pembelajaran, Dick dan Carey (Hamzah Uno, 2008) menyatakan bahwa:

(1) tujuan harus menguraikan apa yang akan dapat dikerjakan atau diperbuat oleh anak didik;

(2) menyebutkan tujuan, memberikan kondisi atau keadaan yang menjadi syarat yang hadir pada  waktu anak didik berbuat; dan

(3) menyebutkan kriteria  yang digunakan untuk menilai unjuk perbuatan anak didik yang dimaksudkan pada tujuan

Untuk merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas, Hamzah B. Uno (2008) menekankan pentingnya penguasaan guru tentang tata bahasa. Rumusan tujuan pembelajaran dapat tergambar dengan konsep dan proses berpikir guru dengan jelas dalam menuangkan idenya tentang pembelajaran.

Pada bagian lain, Hamzah B. Uno (2008) mengemukakan tentang teknis penyusunan tujuan pembelajaran dalam format ABCD.  A=Audience (petatar, siswa, mahasiswa, murid  dan sasaran didik lainnya), B=Behavior (perilaku yang dapat diamati sebagai hasil belajar), C=Condition (persyaratan yang perlu dipenuhi agar perilaku yang diharapkan dapat tercapai, dan D=Degree (tingkat penampilan yang dapat diterima).

Contoh tujuan pembelajaran dengan format ABCD:

Melalui penggunaan model PaIIM SEHATI, peserta didik dapat mendeskripsikan pengertian dinamika, menyusun dan menyajikan hasil telaah tentang dinamika perwujudan Pancasila sebagai dasar Negara dengan benar.

Sumber:

  • Hamzah B. Uno.2008. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.
  • Nana Syaodih Sukmadinata. 2002. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  • Omar Hamalik.2005. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Bandung: Bumi Aksara
  • Permendiknas RI No. 41 tahun 2007

yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *