Inovasi pendidikan seharusnya bukan barang baru lagi bagi insan pendidikan. Setiap bergeraknya jaman, sudah pasti inovasi pendidikan juga harus bergerak mengikuti serta menyelaraskan diri untuk menyesuaikan. Terutama dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi saat ini yang dikenal dengan era revolusi industri 4.0. Oleh karenanya, semua orang yang terlibat di dalam dunia pendidikan juga harus menyesuaikan dengan keadaan saat ini.

Pandemi Corona-19 bisa jadi menyadarkan kita bahwa dunia tidak bisa bergerak normal seperti layaknya kemauan kita. Ada saat di mana kita terbentur dengan keadaan yang kita tidak bisa segera mengubahnya. Penyesuaian dan adaptasi akan selalu dilakukan oleh manusia terhadap kemungkinan-kemungkinan yang mengganggu aktivitas kita. Corona benar-benar mengempaskan semua sendi-sendi kehidupan, salah satunya pendidikan.

Pelaksanaan pembelajaran yang biasanya berlangsung normal tatap muka, sampai saat ini (dimulai tahun 2020) tidak bisa dilakukan. Semua dilakukan dengan konsep pembelajaran daring (online). Di mana setiap guru harus bisa menyesuaikan diri dengan pemakaian teknologi dalam proses belajar mengajarnya. Bagi yang gagap, saatnya mulai belajar. Bagi yang sudah terbiasa boleh berbagi dengan yang lain yang belum terbiasa.

Pandemi pula yang kemudian banyak guru-guru di pelosok negeri segera mengubah kebiasaan dirinya. Mereka mencoba untuk berinovasi dengan benturan keadaan pandemi saat ini. Banyak sekali yang berhasil dengan praktik baik yang telah dilakukan oleh guru-guru terbaik di negeri ini. Harapannya adalah semoga inovasi tidak berhenti karena benturan pandemi, tetapi bisa berlanjut sampai keadaan kembali normal.

Konsep Dasar Inovasi Pendidikan

Inovasi pendidikan sendiri merupakan bagian dari upaya untuk memberikan sentuhan berbeda dari kebiasaan yang sudah lama ada. Dalam dunia pendidikan tentu ada hal-hal yang telah dilakukan selama bertahun-tahun yang bisa jadi perlu dilakukan perubahan. Perubahan inilah yang kemudian bisa diartikan dengan inovasi. Inovasi pendidikan bisa menjadi upaya untuk menyelesaikan suatu masalah yang sedang dihadapi dalam dunia pendidikan. Baik dalam ruang lingkup kecil di kelas, maupun melebar lebih luas pada tingkatan sekolah.

Rusdiana (2014: 46) menyatakan inovasi pendidikan adalah suatu ide, barang, metode yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik berupa hasil inversi (penemuan baru) atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Kesadaran diri setiap guru untuk melakukan perubahan dalam proses pembelajaran tentu akan memberikan dampak yang positif bagi perkembangan pendidikan di sekolah. Inovasi yang dilakukan bahkan bisa memberikan dampak yang baik bagi pribadi guru yang bersangkutan. Guru dapat menggunakan inovasi pendidikan yang telah dibuat untuk kenaikan pangkat atau bahkan untuk mengikuti lomba-lomba terkait inovasi pendidikan yang selalu ramai diselenggarakan oleh berbagai pihak bagi pemerintah maupun swasta.

Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri 4.0 merupakan fenomena dalam dunia pendidikan. Konsep revolusi industri 4.0 ini mengolaborasikan teknologi siber (informasi) dengan teknologi otomasi. Teknologi ini mengurasi keterlibatan langsung manusia dalam praktik industri sehingga perannya berubah menjadi pengontrol dan pengawasan kinerja teknologi. Bukan lagi sebagai pelaku utama dalam berjalannya industri dalam definisi secara teknikal di industri.

Sebagai pengawas dan pengontrol teknologi, maka diciptakan alat-alat pelaksana tugas teknologi dengan komando bahasa komputer (digital) untuk membantu manusia. Teknologi dibuat semudah mungkin untuk dioperasikan bahkan pada orang yang tidak tahu menahu tentang dunia bahasa komputasi. Namun, penerapan bahasa komputasi dibutuhkan orang-orang yang benar-benar ahli di dalam pengerjaan alat industri yang berbasis digital.

Di dalam dunia pendidikan, maka kita kenal dengan LMS (Learning Manajemen System) yang digunakan untuk pembelajaran berbasis digital atau daring. Di dalamnya kita berdiskusi, berbagi materi, mengirim tugas, mengevalusi pembelajaran dan lain sebagainya. Contohnya Classroom, Edmodo atau LMS yang lain. Semua berbasis pada teknologi yang berbasis revolusi industri 4.0.

Semua itu diciptakan untuk memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran yang mengacu pada perkembangan teknologi. Oleh karenanya, guru juga tidak boleh abai dengan berbagai perkembangan teknologi. Guru harus selalu siap menyambut semua kemajuan teknologi terutama dalam membantu proses belajar mengajar.

Baca Juga:

Jenis Inovasi Pendidikan

Inovasi pendidikan mempunyai dimensi yang sangat luas. Kalau boleh dikategorikan ada dua hal yaitu inovasi makro dan mikro. Inovasi makro mempunyai arti bahwa tindakan untuk memberikan perubahan dari suatu keadaan melalui kebijakan yang dapat berpengaruh secara signifikan dan dimensi pengaruhnya begitu luas. Contoh mudahnya adalah inovasi dalam bidang kurikulum. Penggunaan kurikulum dengan penetapan dilakukan pemerintah akan mempunyai dampak yang sangat luas. Karena daya jangkau pemakaian kurikulum tentu saja nasional.

Sedangkan dalam skala mikro, maka kita berbicara inovasi yang mempunyai dampak lebih teknis di lapangan. Yaitu penerapan model atau metode pembelajaran yang bervariasi. Bahkan kalau bisa dan memungkinkan seorang guru dapat mengkreasi model atau metode yang sesuai dengan pengetahuan dan kreasi dari guru. Kemudian bisa berinovasi terkait media maupun sumber belajar dengan bahan-bahan sekitar maupun penggunaan teknologi.

Inovasi Kurikulum

Setiap jaman mempunyai karakteristiknya masing-masing. Oleh karenanya penyiapan kurikulum sekolah juga harus mempunyai visi terkait perubahan karakteristik jaman. Kita tidak bisa memaksakan penggunaan teknik dan kurikulum pembelajaran yang dulu pada jaman yang berbeda, terlebih saat ini. Karena tentu saja terdapat perbedaan yang sangat jauh dan mendasar. Oleh karenanya, penetapan kurikulum yang tepat harus juga dibarengi dengan pembacaan masa depan. Agar konsep pembelajaran sesuai dengan kemajuan jaman dan perubahan jaman yang akan datang.

Inovasi Model dan Metode Pembelajaran

DI dalam dunia pendidikan perubahan terkait model dan metode pembelajaran berjalan sangat dinamis. Bahkan sampai pada saat ini, sudah banyak sekali perubahan atau penemuan model – model pembelajaran. Dahulu kita mengenal Cooperative Learning dengan berbagai varian yang sangat banyak. Terbaru sesuai arahan penetapan kurikulum 13, model pembelajaran yang menjadi konsentrasi para insan pendidikan saat ini adalah pembelajaran saintifik.

Dalam pembelajaran saintifik ini, terdapat beberapa derivasi model pembelajarannya. Mulai dari Problem Based learning, Inquiry Learning, Discovery Learning sampai dengan Project Based Learning. Tak cukup disitu, masih ada juga yang membutat derivasi dari beberapa model tersebut. Contohnya, discovery terbimbing dengan tidak terbimbing.

Apa pun itu, setiap guru mempunyai ruang kebebasan untuk mengkreasi model atau metode pembelajaran. Bahkan jika memang bisa, dapat menciptakan sendiri model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan di lingkungan belajarnya. Hal ini tentu akan sangat memberikan dampak yang sangat berarti bagi perkembangan pendidikan di Indonesia, terutama pada tempat tugas dari guru-guru kreatf.

Inovasi Media, Bahan Ajar dan Sumber Belajar

Inovasi pendidikan lainnya dapat berupa inovasi dalam pembelajaran. Media pembelajaran merupakan salah satu bahan yang bisa dibuat inovasi. Bahkan boleh tergolong paling mudah untuk dibuat inovasinya. Karena dalam berbagai ajang inovasi pembelajaran, media pembelajaran merupakan jenis inovasi yang paling banyak dibuat.

Bahan ajar dan sumber belajar juga tidak sekedar bicara penggunaan modul atau buku dari pemerintah. Seorang guru dapat membuat kreasi dengan berbagai jenis dan bentuknya. Intinya, inovasi dibuat untuk memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Sehingga efektivitas pembuat inovasi mempunyai dampak yang baik bagi perkembangan dunia pendidikan.

Inovasi Penggunaan Teknologi

Pembelajaran secara konvensional bukan berati sudah tidak ada lagi. Bahkan boleh dikata masih sangat menjamur di kalangan guru. Karena model pembelajaran ceramah secara konvensional dianggap to the point, tidak ribet dan mudah. Namun, sebagai guru tentu saja kita tidak bisa berhenti sampai pada tahap itu. Guru harus mau belajar, sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar lebih.

Teknologi tentu adalah pilihan nyata saat ini. Dunia pendidikan berpacu dengan perkembangan teknologi. Bahkan terasa kita sangat ketinggalan dengan cepatnya laju perkembangan teknologi. Oleh karenanya, tak perlu merasa berat untuk berubah dari keadaan lama untuk menyesuaikan dengan keadaan baru. Yaitu pembelajaran yang selaras dengan dengan teknologi.

Sumber bacaan:

Rusdiana. 2014. Konsep Inovasi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia

aptika.kominfo.go.id


yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *