Masihkah ingin menjadi Sarjana Pendidikan di negeri ini? Pertanyaan di atas saya tujukan pada anak-anak kelas XII SMA/SM/MA? Serta adik-adik mahasiswa yang saat ini sedang menempuh pendidikan tinggi di perguruan tinggi masing-masing baik swasta maupun negeri. Untuk menjadi gambaran, menjadi guru pada saat ini bukan perkara mudah seperti jaman dahulu. Mengapa?

Banyak rangkaian yang harus dilakukan untuk menjadi guru. Selain kuliah selama empat tahun untuk mengejar gelar sarjana pendidikan, saat ini untuk menjadi guru juga harus menyelesaikan pendidikan profesi (PPG). Bukan hal mudah melalui program tersebut. Belum lagi dihadapkan kenyataan bahwa Anda juga harus bersaing dengan sarjana disiplin ilmu lain yang nyatanya juga tertarik juga untuk menjadi guru. Berasa tidak adil bukan?

Dilema Sarjana Pendidikan adanya PPG

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 87 Tahun 2013 tentang Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan menyatakan setiap orang yang lulus mendapatkan gelar sarjana pendidikan tidak otomatis bisa dan diijinkan untuk menjadi guru sebelum mempunyai sertifikat pendidik melalu program pendidikan profesi guru (PPG).

Jadi, perjuangan empat tahun mempelajari disiplin ilmu dan pedagogis selama itu tidak dianggap mumpuni untuk mengajar. Harus ada tambahan lagi satu tahun pelatihan program PPG. Program PPG prajabatan ini pun tidak semudah dan semurah yang dibayangkan. Persiapan mental, dan fisik juga harus dipersiapkan dengan matang untuk mengikutinya.

Sialnya lagi, PPG Prajabatan ternyata bisa diikuti oleh orang yang tak mempunya titel sarjana pendidikan. Orang yang bergelar sarjana kehutanan, sarjana pertanian, ekonomi dan lain sebagainya boleh ikut. Sarjana apa pun diperbolehkan untuk ikut jika ingin menjadi guru. Padahal pelatihan profesi yang lain belum tentu bisa diikuti oleh gelar sarjana pendidikan. Anda yang bergelar sarjana pendidikan pasti tidak diijinkan untuk mengikuti pendidikan profesi kedokteran, keperawatan, atau advokat.

Setelah Anda lulus PPG bergelar Gr, apakah bisa langsung mengajar? Tidak semudah itu juga. Anda dihadapkan pada peraturan bahwa tidak semua sekoilah atau daerah memperbolehkan merekrut guru lagi. Jadi tidak diperbolehkan mengangkat guru honorer, itu mudahnya. Walaupun pada tataran pelaksanaan lapangan, masih ada juga yang bisa merekrut.

Tapi, jika Anda misalkan dapat mengajar dengan menyandang status guru honorer, dihadapkan lagi berapa gaji yang dibayarkan kepada Anda setiap bulannya? Silahkan searching diinternet, begitu banyak kisah pilu yang mendera kawan-kawan seperjuangan saya yang berstatus guru honorer. Jika Anda tidak kuat mental menghadapi kenyataan bahwa menjadi guru di negeri ini begitu memilukan, saya sarankan urungkan menjadi guru. Supaya nanti tidak berujung pada penyesalan dan kesusahan.

Baca juga:

5 Hal DIdapat selama Kuliah

Sarjana Pendidikan, Berbekallah Keterampilan

Namun, jika niatan Anda tulus karena begitu mulainya menjadi guru dan Anda punya bekal keterampilan lain yang mumpuni saya ajak untuk bergabung dengan saya. Mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa pamrih, tanpa mengeluh dan senantiasa berbuat yang terbaik untuk anak bangsa.

Perlu saya garis bawahi, berbekallah keterampilan yang lain. Dunia berubah menjadi cepat, salah satunya gelar kesarjanaan saja tidak cukup untuk menopang hidup Anda. Saat ini dunia, termasuk Indonesia lebih menghargai orang yang mempunyai kecakapan keterampilan. Anda harus mempunyai keterampilan lain untuk menunjang hidup di masa mendatang. Selain jadi guru, silahkan pilih berbagai macam keterampilan penunjang untuk hidup Anda.

1. Belajar bewirausaha

Banyak bidang yang bisa Anda tekuni untuk melatih keterampilan selama menjalani kuliah. Belajar bewirausaha. Contohnya bimbel, laundry, pembuatan jasa skripsi, tugas, makalah dan lainnya. Ada banyak contoh, seorang mahasiswa nyambi berdagang dan usaha. Silahkan coba, barangkali menjadi keberuntungan dan passion Anda di lahan ini.

2. Belajar internet marketing

Belajar internet marketing salah satu yang bisa Anda coba. Tidak memerlukan gelar kesarjanaan untuk menekuni bidang ini. Banyak ulasan di Youtube, artikel di intenret bahkan pelatihan-pelatihan di adakan bertema internet marketing.

3. Web developer

Web developer juga bisa menjadi pilihan lainnya. Belajar ini juga tidak memerlukan gelar kesarjanaa, selama Anda tekun pasti bisa. Memang agak ribet untuk urusan ini. Namun, upah yang diberikan cukup besar jika Anda bisa menguasainya. Banyak sekali job freelance yangbisa Anda cari melalui keterampilan bidang ini. Silahkan saja googling untuk lebih memahaminya.

4. Desain

Selain itu, Anda bisa mempelajari desain. Belajar Corell Draw, Photoshop dan lain sebagainya. Banyak sekali keuntungan dengan mempelajari keterampilan ini. Beberapa pekerjaan bisa dilakukan dengan keterampilan ini. Anda bisa membuat jasa desain kaos, logo, mendirikan percetakan dan lain sebagainya.

5. Fotografer

Selain itu juga bisa mempelajari fotografer. Kelihatan sederhana, namun jika dipelajari dengan baik dan profesional bisa mendatangkan pundi-pundi uang yang cukup banyak. Anda bisa mengikuti lomba fotografi, mendirikan jasa fotografi pernikahan dan acara lain, bahkan bisa menjadi traveller blogger.

Semua keterampilan di atas bisa dilakukan walaupun Anda berprofesi menjadi seorang guru. Harapannya, jika Anda sudah memastikan untuk menjadi guru, maka Anda punya keterampilan lain untuk menunjang kehidupan. Supaya tidak stag dan bingung saat menghadapi kenyataan bahwa menjadi guru tidaklah seindah yang dibayangkan.

Selain jadi Guru, Profesi Lain untuk Para Sarjana Pendidikan

Guru merupakan salah satu profesi yang paling banyak dikejar oleh calon mahasiswa. Renacanmu.id merilis bahwa Pangkalan Data Pendidikan Tinggi menyebutkan ada sekitar 5 ribu program studi kependidikan yang tersebar di berbagai universitas negeri maupun swasta di Indonesia. Dari sekian ribu program studi kependidikan tersebut, terdapat satu jut alebih mahasiswa yang aktif. Artinya, setiap tahun akan ada ribuan lulusan fresh graduate sarjana kependidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Padahal kuota penerimaan menjadi guru tidak bisa mengimbangi jumlah lulusan setiap tahunnya. Lalu kemana harus melanjutkan kehidupan dengan bekal gelar S.Pd (Sarjana Pendidikan). Sebenarnya cukup banyak peluang, hanya saja tidak terlalu familiar bagi orang. Stigma lulusan sarjana pendidikan harus menjadi guru nampaknya sudah mendarah daging pada persepsi masyarakat kita. Lalu apa saja profesi yang bisa diraih denagn gelar S.Pd?

1. Dosen

Secara umum, menjadi dosen minimal harus lulusan S2. Namun, ada beberapa kampus, tentunya yang swasta masih memperbolehkan S1. Tentu, suatu saat nanti juga akan dituntut untuk melanjutkan ke jenjang S2.

2. Tutor

Tutor memang identik dengan dunia pendidikan informal. Begitu pula sangat identik dengan bimbingan belajar. Profesi ini sebenarnya kurang lebih juga sebagai guru hanya saja memang institusi yang berbeda.

3. Lembaga nonprofit Pendidikan

Banyak perusahaan besar yang mendirikan yayasan atau foundation untuk turut serta membangun bangsa. Dari berbagai banyak foundation itu, tentu juga mengarah pada bidang pendidikaa. Anda bisa bergabung di dalamnya.

4. Penulis

Profesi ini bisa dilakukan oleh siapa pun. Bahkan ibu rumah tangga pun bisa. Anda punya kemampuan dan spesifikasi pendidikan, maka peluang menulis bidang pendidikan tentu sangat terbuka lebar. Buku-buku pendidikan mempunyai cakupan yang sangat luas, dari mulai dongeng anak-anak, buku pegangan sekolah sampai buku umum tentang pemikiran dunia pendidikan.

Masih banyak lagi peluang pekerjaan selain menjadi guru bagi lulusan sarjana pendidikan. Semuanya bergantung sampai sejauh mana Anda mengeksplorasi kapasitas diri. Semoga bermanfaat.


yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *