Pendidikan profesi guru (PPG) diluncurkan untuk menggantikan konsep lama pendidikan profesi dalam rangka mendapatkan tunjangan profesi guru yang dulu bernama PLPG. Perbedaan yang mendasar adalah pelaksanaan PPG yang relatif cukup panjang dibandingkan PLPG yang hanya 11 hari.

Selain itu, PLPG hanya bisa diikuti oleh orang yang sudah bertatus guru dengan persyaratan tertentu untuk bisa ikut. Tapi PPG, terbagi menjadi dua, yaitu pra jabatan (belum jadi guru) dan dalam jabatan (sudah jadi guru).

Beruntungnya, penulis pernah merasakan keduanya. Di tahun 2017, penulis pernah merasakan PLPG di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung dalam program Keahlian Ganda. Dan, itu merupakan PLPG angkatan terakhir. Karena setelah itu, tahun 2018 pola sudah berganti dengan PPG.

Pada tahun 2019, penulis berkesempatan untuk mengikuti PPG (dalam jabatan) yang dilaksanakan di Universitas Tanjungpura, Pontianak. Kali ini, penulis mengikuti PPG Jurusan Kimia, selama kurang lebih tiga bulan. Jadi, melalui tulisan ini, penulis ingin berbagi pengalamanmengenai pola sertifikasi profesi guru yang menggunakan konsep PPG.

Tujuan Program Pendidikan Profesi Guru

Secara umum, tujuan pelaksanaan PPG untuk membentuk guru yang profesional di bidangnya. Konsep pelaksanaannya ditujukan untuk membantu para calon guru/guru agar meningkatkan kompetensi dalam hal penguasaan materi, penguasaan media dan bahan ajar, serta penguasaan kelas dalam proses belajar mengajar.

Selanjutnya, sesuai pengalaman penulis, dalam materi PPG disisipkan materi mengenai pengembangan keprofesian dengan mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Materi ini, selalu digencarkan mengingat kebanyakan guru masih terjebak dengan zona nyaman.

Zona nyaman yang dimaksud guru hanya berkutat dalam proses belajar mengajar saja. Namun, tidak mau mengembangkan lebih luas, bahwa dalam belajar mengajar seorang guru dapat bereksperimen melakukan penelitian untuk membantu mengidentifikasi masalah dan meningkatkan motivasi ataupun hasil belajar peserta didik. Kemudian muncul istilah penelitian dilingkungan guru, yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Baca Juga:

Jenis Pendidikan Profesi Guru

Sampai saat ini, jenis PPG terbagi menjadi dua, yaitu PPG pra Jabatan dan PPG dalam jabatan.

1. PPG prajabatan

PPG prajabatan diperuntukkan bagi lulusan S1/D-IV Kependidikan maupun Non kependidikan yang belum memulai aktivitas mengajar. Ya, S1/D-IV Non kependidikan bisa mengajar asalkan melewati proses PPG Prajabatan.

PPG Prajabatan bisa diikuti di LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) terdekat. Asalkan LPTK tersebut ditunjuk oleh Kemendikbud dan membuka program studi yang sesuai atau linear dengan bidang studi yang Anda pelajari selama kuliah.

2. PPG dalam jabatan

PPG dalam jabatan diperuntukkan bagi lulusan S1/D-IV Kependidikan maupun Non kependidikan yang sudah mempunyai status sebagai guru (mengajar) pada satuan pendidikan. Status guru bisa PNS dan non PNS< yang penting sudah mengajar di satuan pendidikan dan terdata di data pokok pendidikan.

Persyaratan Pendidikan Profesi Guru

Jika Anda sudah mantap untuk mengikuti program PPG ini, ada beberapa syarat yang perlu disiapkan.

Secara umum, syarat yang diperlukan sebagai berikut.

  1. Lulusan S1/D4 dari perguruan tinggi dan program studi yang terakreditasi minimal B berdasarkan AIPT.
  2. Berusia maksimal 30 tahun terhitung sejak tanggal 31 Desember tahun pendaftaran.
  3. Program studi harus linear dengan tujuan program studi PPG.
  4. Terdaftar di PDDIKTI atau pangkalan data pendidikan tinggi.

Secara khusus, dibedakan berdasarkan jenis PPG yaitu

1. PPG prajabatan

  • Scan asli biodata mahasiswa.
  • Scan ijazah asli dan transkrip nilai
  • Pas foto berukuran  4 x 6 menggunakan kemeja formal berwarna putih, berdasi hitam, latar berwarna biru untuk laki-laki dan merah untuk perempuan.
  • Scan KTP dan KK asli.
  • Scan surat keterangan sehat jasmani dan rohani dan surat bebas NAPZA dari BNN
  • SKCK dari kepolisian.
  • Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp300.000 dan dibayarkan melalui BNI atau BTN.

Jika ada perubahan persyaratan, silahkan cari informasi pada website Kemendikbud atau LPTK yang ingin Anda tuju.

2. PPG dalam jabatan

Persyaratan Umum:

  • Memiliki kualifikasi akademik S1/D-IV.
  • Guru dalam jabatan yang diangkat sampai dengan bulan Desember 2015.
  • Guru dalam jabatan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, daerah atau satuan pendidikan oleh masyarakat.
  • Terdaftar di dapodik minimal sejak 31 Juli 2017.
  • Memiliki NUPTK atau nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan.
  • Melengkapi dokumen persyaratan.
  • Berusia maksimal 58 tahun dihitung mulai tanggal 31 Desember di tahun pendaftaran.

Persyaratan Berkas:

  • Fotokopi ijazah pendidikan terakhir yang sudah dilegalisasi oleh perguruan tinggi.
  • Fotokopi SK pengangkatan Pertama dan SK pengangkatan 2 tahun terakhir. Bagi GTY (guru tetap yayasan), SK pengangkatan berasal dari yayasan yang sama.
  • Fotokopi SK mengajar.
  • Surat izin dari kepala sekolah untuk menjadi peserta PPG.
  • Pakta integritas dari calon peserta bahwa berkas/dokumen bisa dipertanggungjawabkan.

Sistem Pembelajaran PPG

Secara umum pembelajaran dilakukan dengan perkuliahan tatap muka, praktikum, peer teaching, praktik pengalaman mengajar dan ujian kompetensi.

Yang membedakan khusus untuk PPG dalam jabatan terdapat pembelajaran daring, karena terbentur dengan tugas dan tanggung jawab sebagai guru di sekolah. Sehingga pembelajaran daring dilakukan di awal program setelah Anda dinyatakan sebagai peserta yang bisa mengikuti PPG dalam jabatan.

Setelah itu, peserta PPG dalam jabatan ikut orientasi mahasiswa PPG di LPTK masing-masing kemudian mengikuti perkuliahan tatap muka seperti di atas. Kegiatan orientasi sampai uji kompetensi kurang lebih sekitar tiga bulan.

Kejadian khusus tahun 2020 saat tulisan ini dibuat, karena adanya pandemi COVID-19, pembelajaran PPG dilakukan secara daring. Baik dari perkuliahan, peer teaching, PPL dan uji kompetensi.

Biaya Pendidikan Profesi Guru

Selain fisik dan mental, yang perlu disiapkan adalah dana. Dana ini meliputi biaya perkuliahan, konsumsi sehari-hari, kos atau kontrak rumah dan administrasi (pembuatan media atau bahan ajar) selama pembelajaran.

Jika Anda mengambil PPG prajabatan, setiap semester harus mengeluarkan biaya sebesar Rp7.500.000 – Rp9.500.000 untuk biaya perkuliahan. Sedangkan biaya yang lain, tentu silah kan diperhitungkan sesuai kebutuhan dan kondisi keuangan masing-masing.

Biaya itu sudah menjadi dihitung dan menjadi kesepakatan antara Kementerian Riset dan Teknologi beserta asosiasi rektor LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) masing-masing daerah.

Pemerintah tidak memberikan subsidi bagi peserta PPG prajabatan karena ditujukan untuk masyarakat umum yang tergerak jiwanya untuk menjadi guru. 

Sementara itu, PPG dalam jabatan tidak dikenakan biaya karena disediakan oleh APBN atau APBD yang dibayarkan ke LPTK terkait. Anda hanya menyiapkan biaya untuk konsumsi sehari-hari, kos maupun untuk administrasi belajar selama kuliah.

Sumber:

ppg.kemdikbud.go.id/

pendaftaran.ppg.ristekdikti.go.id/

quipper.com


yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *