Berlatih Menulis Berita dari Sang Jurnalis

Menulis berita adalah bagian dari salah satu jenis tulisan yang dikenal oleh orang. Hanya saja menulis berita mempunyai teknik dan karakteristik yang berbeda dengan yang lain. Penyajian data dan fakta harus seobjektif mungkin tanpa dibumbui oleh opini dari penulis. Sehingga tulisan berita terlihat lebih padat dan kuat dari referensi data.

Untuk alasan inilah setiap orang yang menyebut dirinya jurnalis dituntut untuk mematuhi aturan kode etik jurnalis. Supaya berita yang disampaikan ke publik mempunyai kekuatan dari segi faktualitas, validitas, serta objetivitas. Oleh karenanya, menulis berita membutuhkan keterampilan khusus yang mana disebut dengan konsep 5W 1H (What (Apa), Where (Di Mana), When (Kapan), Who (Siapa), Why (Mengapa) + How (Bagaimana).

Narasumber pada pertemuan kali ini adalah Bapak Nur Aliem Halvaima, SH, MH atau yang biasa dipanggil Nur Terbit.  Beliau adalah seorang jurnalis sekaligus penulis buku. Anda dapat mengunjungi blog Pak Nur melalui blog pribadi Nur Terbit. Pada kesempatan kali ini, beliau mencoba memberikan inspirasi bagaimana menulis yang baik dengan berbagai tips yang nanti akan kita kupas di dalam resume kali ini. Selain itu, beliau juga memberikan beberap ilmu terkait dunia menulis di media.

“Untuk mahir menulis, harus banyak membaca.” (Nur Terbit)

Membaca Itu?

Jangan bosan-bosan jika membaca resume ini kembali diingatkan dengan “membaca”. Mengapa begitu? Hampir semua narasumber jika dimintai pendapat tentang dunia menulis, tak akan lepas bagi mereka untuk mengharuskan banyak membaca. Begitu pula dengan pak Nur Terbit sendiri. Untuk mahir menulis, maka harus banyak membaca.

Saking seringnya diingatkan, ini berati posisi membaca memang sangatlah penting bagi siapa pun yang akan menekuni dunia menulis. Pak Nur Terbit memberikan beberapa alasan terkait hal itu.

Pertama, membaca dapat memperkaya perbendaharaan kata. Semakin banyak membaca kita semakin mudah untuk mengalirkan kata-kata dalam tulisan. Memilih dan memilah kata yang tepat akan terasa lebih mudah dan ringan.

Kedua, membaca dapat membantu kita dalam memahami kaidah EYD. Ini sangat penting, terutama bagi seorang penulis pemula. Kaidah pemakaian EYD yang benar merupakan dasar dari menulis yang baik dan benar. Sehingga akan terlihat dari tulisan bahwa si penulis sudah mempunyai bekal yang cukup untuk menulis yang baik.

Ketiga, menambah wawasan dalam dunia menulis. Misalnya, bagaimana menyusun paragraf yang baik, mengerti huruf sambung, bahkan bisa menganalisis dan merasakan perbedaan gaya menulis setiap orang.

Baca Juga:

Kunci Menulis Pak Nur

Dalam kesempatan kali ini, Pak Nur Terbit juga berkesempatan untuk berbagi berbagai macam kunci menulis. Atau lebih tepatnya tip-tip menulis yang selam ini beliau lakukan.

  1. Menulis dengan kunci 3D. Tulislah yang D-ialami sendiri, yg D-isukai, yg D-ikuasai
  2. PDLS = Peka Dengan Lingkungan Sekitar (KEPO)
  3. TBTO = Terus Belajar atau Baca (dari) Tulisan Orang
  4. TLMM = Terus Latihan Menulis di Media (Medsos)
  5. TILM = Terus Ikut Lomba Menulis, sebagai uji coba sejauh mana kualitas tulisan kita

Piramida Terbalik Media

Dalam menulis sebuah tulisan berita ada kaidah yang dipakai yang dinamakan dengan piramida terbalik. Struktur penulisan dengan cara ini dengan menempatkan struktur terpenting di bagian awal. Itulah mengapa dikatakan bagian atas atau lead sebagai pondasi dari tulisan berita itu sendiri. Jika disusun akan seperti ini.

  1. Lead (Prioritas Utama Terpenting)

Ini merupakan bagian paling penting dan menarik dalam berita. Bahkan bisa dikatakan isi berita yang menyangkut 5W 1H masuk dalam bagian ini. Sehingga jika kolom terbatas, redaktur bisa memotong berita di bagian bawah. Karena dianggap tidak penting, tetapi bagian lead tetap akan utuh karena inti dari berita tetap ada di dalam bagian ini.

2. Neck (Sangat Penting)

Bagian ini bisa dikatakan sebagai penyambung ide atau alur dari beritan utama pda bagian lead.

3. Body (Penting)

Bagian ini penjabaran dari kedua bagian di atas, yaitu bagian priortas utama dan sangat penting.

4. Body Lanjutan (Ndak Penting)

Bagian ini berisi kalimat atau sajian sebagai pelengkap, namun tetap tidak lari dari data yang ada di lapangan. Bagian inilah yang terkadang bisa dihapus jika kolom terbatas,  karena iklan misalnya. Sehingga tidak mengubah isi utama dari berita yang disampaikan.

Baca Juga

Dari Ekspektasi Menjadi Prestasi

Konsep 5W 1H + S

Menulis jurnalistik sudah punya pakem formula 5W 1 H. Namun, kaidah seperti ini sebenarnya juga bisa digunakan dalam hal menulis yang lain. Tulisan yang menggunakan konsep ini boleh dikatakan informasi yang disampaikan penulis sangat lengkap. Sehingga boleh dikatakan tulisan itu cukup baik dari segi konten karena lengkapnya informasi yang disampaikan.

Dalam pertemuan kali ini, selain rumus 5W 1H dikenalkan juga tambahan rumus S yaitu Security.

  1. (What (Apa), apa yang terjadi, dan sebagainya.
  2. Where (Di Mana), di mana tempat terjadinya peristiwa.
  3. When (Kapan), kapan waktu terjadinya.
  4. Who (Siapa), siapa pelaku atau aktor(utama, saksi)  dalam peristiwa itu
  5. Why (Mengapa), alasan terjadinya peristiwa.
  6. How (Bagaimana), bagaiamana kronologi terjadinya peristiwa.
  7. S (Security), keamanan untuk penulis, keluarganya, kantornya jika suatu berita diturunkan

Kesimpulan

Menulis itu harus dimulai. Jangan menunggu mood baik baru menulis. Setiap saat kita bisa menulis, HP adalah sarana paling dekat yang bisa dimanfaatkan. Minimal untuk mencatat ide-ide tulisan yang muncul. Supaya tidak hilang begitu saja. Jika sudah luang, harus disegerakan supaya tidak terlalu lama mengendap di kepala.

yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

You may also like...

2 Responses

  1. Bagus mas resumenya, selalu jadi inspirasi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *