Cara Membuat Video Pembelajaran yang Menarik

Video Pembelajaran yang baik tentu harus bisa mengundang ketertarikan penontonnya. Namun, pembuatan video pembelajaran yang menarik bukanlah perkara yang mudah. Tentu amat merepotkan bagi pemula, terlebih harus menguasai beberapa teknik pembuatan video pembelajaran yang baik. Baik mulai dari teknik dubbing, pemilihan backsound, pemilihan gambar atau video yang bebas copyright  dan lain sebagainya.

Malam ini, pelatihan menulis bareng Om Jay menghadirkan Pak Hamzah Ramdhani dari SMP N 2 Bumi Raya, Morowali. Tema pelatihan menulis malam ini agak berbeda. Namun, tidak mengecilkan semangat kami untuk belajar sesuatu yang baru, yaitu pembuatan video pembelajaran yang baik. Mengapa begitu? Pak Hamzah yang merupakan Finalis Guru Berprestasi Tingka Nasional 2017 adalah content creator khususnya di bidang pendidikan. Pembuatan video pembelajaran sudah menjadi bagian dari aktivitas kesehariannya. Apalagi kondisi sekarang, dunia pendidikan, termasuk juga di Indonesia dipaksa untuk melakukan pembelajaran daring. Yang mana,  pengemasan materi belajar dalam bentuk video pembelajaran dinilai sangat pas.

Analisa Video Pembelajaran

Dalam awal perkuliahan malam ini, Pak Hamzah memberikan dua video pembelajaran yang berbeda. Kami diminta menganalisis perbedaan keduanya. Yang mana, kedua video pembelajaran tersebut menunjukkan perbedaan kualitas pembuatan serta sudut pandang dalam penyampaian materi. Video pembelajaran yang pertama, guru tidak tampil langsung di depan layar kamera. Namun, berperan sebagai dubbing menjelaskan gambar maupun video yang dibuat. Sedangkan video pembelajaran yang kedua, guru tampil sebagai pengajar yang langsung di depan kamera menjelaskan materi pembelajaran. Dari kedua video itulah kemudian, dianalisis oleh peserta pelatihan malam ini.

Banyak peserta yang memilih video pembelajaran pertama lebih baik dibandingkan yang kedua. Alasannya suara dubbing lebih jelas terdengar, animasi/video bergerak lebih dinamis, dan tata letak tulisan untuk memperjelas video mudah dipahami. Untuk backsound yang dipakai tidak terlalu keras sehingga tidak menggangu suara dubbing. Yang menjadi nilai tambah ialah video disertai sumbernya sehingga menghindari copyright. Silahkan untuk melihat video pembelajaran pertama melalui link berikut: https://youtu.be/PSJ2wA5LVD0.

Sedangkan video pembelajaran yang kedua, konsep yang dipakai guru menjelaskan materi secara langsung di depan kamera. Sehingga murid bisa mengetahui wajah dari gurunya. Namun, kelemahan pada video pembelajaran yang kedua, suara tidak begitu jelas. Tetapi, kualitas gambar dan video tetap baik seperti video pembelajaran yang pertama. Hanya bermasalah pada suara yang menggema sehingga kurang nyaman untuk didengar. Silahkan untuk melihat video pembelajaran kedua melalui link berikut: https://youtu.be/1J2mCcpSOwY.

Baca Juga:

Dari kedua video pembelajaran itulah, kita bisa membedakan mana yang lebih baik dan pas untuk dipakai. Tentunya, pembuatan video pembelajaran tersebut juga dilakukan dengan tahapan yang tidak sedikit. Pak Hamzah membagikan langkah-langkah membuat video pembelajaran seperti berikut:

Langkah-Langkah Membuat Video Pembelajaran

1. Analisis KI – KD

Analisis KI – KD dibutuhkan untuk mengetahui sejauh mana dimensi pengetahuan dan keterampilan yang harus dicapai. Ini menjadikan dasar bagi kita supaya dapat memilih cara dan model yang tepat dalam menyampaikan materi pembelajaran. Tidak hanya melalui tatap muka, tentu saja juga terkait dengan video pembelajaran yang dibuat. Sejauh mana video tersebut dapat mencakup KI – KD sesuai kurikulum yang dipakai saat ini. Karena durasi video pembelajaran tidak mungkin panjang/lama, tentu disesuaikan dengan indikator pembelajaran yang akan dicapai. Yang mana, indikator pembelajaran tetap dalam rangkaian KI-KD yang diajarkan, sehingga video sesuai dengan kurikulum saat ini.

2. Memilih indikator yang akan dibuatkan video pembelajaran

Indikator pembelajaran merupakan tolok ukur pencapaian kompetensi dari perilaku siswa setelah diberikan pembelajaran. Bahasa sederhananya, setelah dilakukan pembelajaran dengan model atau metode tertentu, perilaku apa yang dapat diukur atau diobsevasi yang menunjukkan penguasaan kompetensi pembelajaran. Sehingga indikator pencapaian kompetensi ini sangat spesifik. Melalui indkator ini, video pembelajaran biasanya dibuat dengan durasi yang singkat. Karena memang dasar pembuatannya memang spesifik yaitu indikator pencapaian kompetensi pembelajaran pada materi tententu.

3. Mengumpulkan aset video

Pak Hamzah Ramdhani menyampaikan bahwa aset video merupakan objek yang berisi informasi-informasi yang dibutuhkan dalam video. Aset dapat berupa foto, gambar, atau video. Beliau menyampaikan ada beberapa cara untuk mendapatkannya, bisa lewat Google, freepik.com ataupun Youtube.

Kalau boleh menambahkan, ada banyak gambar maupun video yang bebas copyright sehingga bisa dipakai untuk blog ataupun konten youtube. Anda bisa cari di Google situs-situs penyedia gambar yang bisa dipakai bebas plagiasi. Kalau saya sendiri lebih sering menggunakan pexels.com.

4. Proses perekaman

Proses perekaman tidak mesti harus kamera khusus untuk merekam video profesional. Namun, bisa menggunakan kamera dari HP. Tentu resolusi juga harus diperhitungkan juga, supaya hasil juga maksimal. Lanjut lagi, kata beliau sebelum proses perekaman siapkan naskah videonya. Naskah tersebut juga harus disesuaikan dengan aset yang mendukung di dalam video pembelajaran. Sehingga dapat sinkron antara dubbing suara dengan aset yang sedang berjalan di video. Tambahan dari beliau, untuk pemula sebaiknya pembuatan video pembelajaran durasi pendek sekitar 3 menit. Supaya mudah dalam editing, review dan revisi.

5. Editing video pembelajaran

Untuk editing gunakan aplikasi yang bisa kita kuasai dengan mudah. Tidak ada aplikasi editing video yang terbaik, yang terbaik adalah aplikasi yang bisa kita kuasai. Itu kira-kira pesan dari pak Hamzah Ramdhani. Untuk pak Hamzah sendiri lebih memilih Kinemaster dalam hal aplikasi editing video.

6. Review dan Revisi

Tak ada penjelasan yang mendetail dari review dan revisi dari pak Hamzah. Namun, sekilas kita dapat mengerti bahwa review digunakan untuk melihat video pembelajaran yang sudah hampir jadi. Sekedar melihat masih adakah kekurangan yang terjadi di dalam video pembelajaran. Sedangkan revisi tentu punya arti pengubahan video pembelajaran jika terjadi ketidaksesuaian pada hal yang seharusnya bisa lebih baik lagi. Ataupun pengubahan karena adanya kesalahan konsep materi atau yang lainnya.

Penutup

Dalam pembelajaran daring, dengan didukung perkembangan teknologi, pembuatan video pembelajaran merupakan pilihan yang tepat dalam menyampaikan materi belajar. Apalagi anak jaman sekarang sudah sangat terbiasa dengan konten Youtube. Hampir semua informasi dibuatkan video dan dimasukkan ke Youtube. Maka celah ini harus dimanfaatkan, supaya materi belajar tersampaikan dengan baik. Dan, kita sebagai guru juga harus mampu untuk meningkatkan kapasitas diri sesuai dengan perkembangan zaman. Sehingga materi pelatihan malam ini saya kira tepat untuk menggugah kepercayaan diri kita didalam pengembangan diri, khususnya untuk pembelajaran daring yang sedang kita alami saat ini.

Salam. Selamat berkarya.

yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

You may also like...

10 Responses

  1. Rizky Kurnia Rahman says:

    Bismiillah. ikut komen ah…
    Wah, websitenya bagus, desainnya menarik, memakai WordPress jadi lebih bisa ditata.
    Resumenya juga menarik, dengan pemakaian judul dan subjudul yang tepat.
    Semoga resume ini bermanfaat bagi semua. Salam literasi! Wassalam…

  2. Sudomo says:

    Resume yang lengkap dan enak dibaca, Pak. Masukan saja, untuk kalimat ini ‘Tentu resolusi juga harus diperhitungkan juga’ ada pengulangan kata ‘juga’. Lalu masih ada kata ‘jaman’ yang seharusnya ‘zaman’. Tabik.

  3. Yuliyati says:

    Pak tama….you are always the best. Sy selalu suka baca resume n tulisan pak tama..meski jarang komen..tp pak tama is always the best

    • yudhistira says:

      Terima kasih Bu atas komentarnya. Jangan sungkan untuk memberi komentar bahkan kalau ada saran untuk tulisan saya, saya menerima dengan senang hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *