Guru Menulis, Bukan Guru Biasa

Gema gerakan guru menulis memang sangat gencar dalam rentang waktu beberapa tahun ke belakang. Hal ini kemudian diperkuat dengan adanya peraturan guru harus menghasilkan suatu tulisan untuk bisa naik pangkat. Mulai dari yang sederhana, opini, essay,, cerpen maupun sampai tingkat kompleks, sebuah novel maupun buku.

Belum lagi ditambah dengan adanya gerakan literasi yang dicanangkan oleh pemerintah. Menulis menjadi salah satu komponen yang tidak terpisahkan dari gerakan literasi itu. Bak gayung bersambut, kebijakan pemerintah itu juga diiringi pergerakan pasar perbukuan. Menerbitkan buku semakin mudah dengan adanya penerbit indie. Sehingga jumlah karya guru yang berupa buku, boleh dikatakan sangat signifikan jumlahnya. Rasanya, kita ingin menjadi bagian dari guru-guru tersebut, bukan? Menjadi bagian dari bukan guru biasa. Guru yang mempunyai karya buku hasil dari pemikirannya.

Panji Pratama (2020), dalam Pustaka Bergerak menyebutkan data yang dipublikasikan oleh London Book Fair 2019, Indonesia negara yang paling aktif dalam menerbitkan buku di antara negara-negara ASEAN. Setidaknya, setiap tahun ada 30 ribu judul buku diterbitkan di Indonesia. Di mana, sekian persen buku itu diterbitkan oleh penerbit indie. Sekian persen juga, kemungkinan buku-buku itu juga karya para guru.

Itu artinya, gema guru menulis sudah menjadi hal yang lumrah dikejar oleh guru-guru pada masa kini, dan tentunya masa depan. Hal itu dikarenakan menjadi guru yang bisa menulis mempunyai citra diri yang lebih dibandingkan dengan guru biasa. Bukan guru biasa jika punya kemampuan menulis yang baik mampu menularkan inspirasi bagi yang lainnya lewat tulisannya. Saya yakin, kita semua setuju dengan pendapat ini.

Cikgu Tere, Bukan Guru Biasa Penuh Inspirasi

Ya, malam ini Theresia Sri Rahayu atau dikenal sebagai Cikgu Tere berbagi banyak hal terkait pentingnya guru menulis. Cikgu Tere membuktikan sendiri begitu ajaibnya menulis sehingga membawanya meraih banyak prestasi. Semua diawali dengan ikut pelatihan menulis di blog bersama Om Jay. Diawali dengan membuat resume dari bahan dan data yang disampaikan oleh narasumber pelatihan.

Sampai pada akhirnya, menjadi salah satu anggota tim pengembang konten artikel di Komunitas Belajar Guru Penggerak. Dibentuk oleh Dirjen P3GTK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bulan Oktober 2020. Luar biasa!!! Salut!!! Jika ingin mengetahui banyak hal tentang tulisan Cikgu Tere, silahkan kunjungi blog beliau : Cikgu Tere

Menulislah, karena Engkau Bukan Guru Biasa

Banyak guru yang beranggapan bahwa menulis itu susah. “Jangankan satu halaman, satu paragraf saja sudah mentok, berkeringat.” Ada juga yang mengatakan, “Tugasku adalah mengajar, jadi tidak perlu harus menulis.” Sekali dihadapkan dengan tuntutan kenaikan pangkat harus membuat karya ilmiah, baru kemudian kebingungan.

Hal ini terjadi karena munculnya sikap pembatasan diri dan tidak beraninya menantang dirinya mencoba hal baru. Tidak berani untuk bergerak maju. Atau, takut dengan kesalahan karena tulisan dianggap jelek. atau bisa jadi belum bisa melihat ada secercah peluang besar dengan kegiatan menulis. Entahlah.

Walaupun dikatakan menulis itu mudah, namun untuk pemula, menulis bukanlah hal yang mudah. Tapi itu semua dapat teratasi jika mau mencoba. Toh, sebagai guru kita sudah lulus menulis saat penyusunan skripsi. Atau, paling sederhana pembuatan makalah saat tugas-tugas kuliah. Ya, dua hal itu adalah aktivitas menulis, bahkan menulis ilmiah.

Menulis ilmiah berdasarkan fakta yang terjadi kemudian dibahas dengan bahasa dan literasi ilmiah. Artinya, kita semua guru sudah bisa menulis, karena sudah lulus menyandang kesarjanaan. Tinggal mau atau tidak mencoba lagi dengan situasi dan konteks yang baru.

1. Writter Block

Hampir rata-rata penulis pernah mengalami writer block. Apalagi kita masih sebagai penulis pemula. Keadaan di mana tidak bisa menuliskan kata atau kalimat, dan hanya menatap lembaran atau layar kosong. Kebingungan menuliskan apa, bagaimana, mulai dari mana, dan lain sebagainya. Hingga pada akhirnya, mood  menulis hilang seketika.

Namun, keadaan itu tidak boleh berlangsung lama. Menulis harus dilakukan di mana saja, kapan saja dan bagaimana caranya. Tidak boleh ketergantungan dengan mood, karena hanya akan merugikan diri sendiri terutama masalah jam terbang menulis. Semakin terbiasa menulis, maka mengalirkan kata dalam tulisan semakin mudah bahkan cepat.

Untuk mengatasi ini, Cikgu Tere memberikan solusinya dengan mencatat/menulis di hp jika keadaan tidak memungkinkan menulis via laptop. Baru nanti bisa dipindahkan ke laptop kalau sudah sekiranya senggang waktunya. Kemudian menulis hal-hal yang mudah maupun yang disukai dan dikuasai untuk melatih konsistensi dan jam terbang menulisnya.

Baca Juga:

2. Konsistensi Menulis

Ya, ya, ya. Ini adalah masalah hampir semua peserta pelatihan. Maklum, karena masih sangat pemula, pertanyaan ini pasti selalu muncul. Bagaimana kiat mengatasi konsistensi menulis? Secara sadar atau tidak, ikut pelatihan ini dengan jadwal 3 kali seminggu membantu sekali mengatasi masalah inkonsistensi menulis. Kita dipaksa untuk menulis resume dan menyetorkannya. Apa dampaknya? Kita bisa melakukannya dengan baik, kan? Semoga langkah ini dapat membiasakan kita sebagai bukan guru biasa, guru dengan produktivitas menulis

Artinya apa? Konsistensi berkaitan dengan pembuatan jadwal yang rutin yang harus dilakukan. Itu adalah awal mulanya. Jika sudah terbiasa maka nanti akan muncul tulisan lainnya, pelan tapi pasti. Terbukti selain posting hasil resume, banyak yang sudah posting ulasan lain di blognya masing-masing. Berarti kita sudah mulai terbiasa, dan menemukan ritme menulis kita. Jadwal posting tulisan (jika dilakukan di blog) sangat membantu sekali dalam menentukan ritme pembuatan tulisan.

3. Tips Menulis : IDOLA

Malam ini Cikgu Tere membagikan resep menulis yang berkonsep IDOLA. Apa itu, I adalah identiifikasi topik menarik. Penulis harus mampu memilah topik yang sedang hangat atau menarik untuk perbincangkan. Kedua, D  adalah membuat daftar judul yang luar biasa. Setelah menetukan topik tulisan, berikutnya membuat daftar judul tulisan yang banyak. Pilihlah judul yang dapat menarik pembaca.

Ketiga, O adalah pembuatan outline harus rinci. Outline yang baik harus membantu Anda membuat alur kepenulisan yang baik. Sehingga karya yang dihasilkan terarah, sistematis dan mudah dipahami pembaca. Keempat, L adalah lanjutkan menulis isi bab sesuai outline. Kemudian yang terakhir, A adalah atur layout sesuai permintaan atau karakteristik penerbit. Setiap penerbit punya keentuan sendiri, maka pahami betul bagaimana layout penerbit yang akan dituju. Hal ini akan memudahkan penerbit mereview dan memproses tulisan Anda.

4. Google Trends

Mungkin ini pembahasan tidak terlalu mendetail yang disampaikan malam ini. Namun, saya ingin sedikit mengenalkannya bagi yang belum tahu atau terbiasa dengan Google Trends. Google trends adalah layanan yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan riset kata kunci yang sering dipakai dan topik hangat yang sedang diperbincangkan di lini massa. Google trends sangat membantu menemukan kata kunci yang sedang viral sesuai dengan pilihan waktu yang dipilih. Anda bisa meriset kata kunci yang tepat untuk ditulis, di mana membantu menarik pembaca atau menaikkan kunjungan orang ke blog Anda.

Google Trends

Menemukan Keajaiban Menulis Blog

Cikgu Tere bisa jadi inspirasi untuk hal ini. Banyak keajaiban yang telah dirasakan oleh Cikgu Tere setelah aktif menulis di dalam blog. Bahkan dinobatkan sebagai blogger inspiratif oleh Ikatan Guru TIK bersama Penerbit Andi. Ya, blog mampu menjadi media perekam aktivitas kepenulisan di dunia maya. Bahkan, selama blog kita tidak dibanned oleh penyedianya, tulisan kita akan abadi di dunia maya melalui blog kita.

1. 3B (Belajar, Berkarya dan Berbagi)

Banyak alasan seseorang menulis, baik di blog maupun media lain. Namun, dalam pembahasan kali ini kita fokus ke blog. Alasan paling umum adalah blog merupakan wadah untuk menuliskan ide, gagasan, keseharian sang pemilik blog. Artinya, rekam kegiatan dan pemikiran dari sang pemilik blog, sengaja ditulis agar orang tahu siapa dirinya. Ini bagian personal branding, yang akan kita bahas nanti.

Selain alasan itu, ada juga orang menulis di blog karena mampu menghasilkan pundi-pundi uang. Jangan salah, melalui blog kita bisa dibayar oleh Google melalui Adsense. Atau bahkan orang lain, karena kita diminta untuk mereview suatu produk. Namun, keduanya tentu bukan sesuatu yang mudah didapat dengan cepat. Membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Orang akan melihat kualitas tulisan yang Anda posting di blog. Begitu pula, jumlah kunjungan juga menjadi pertimbangan orang mau meminta Anda mereview produknya.

Alasan ketiga, orang menulis di blog karena ingin belajar, berkarya dan berbagi. Banyak sekali ilmu yang ada di dunia maya. Blog menjadi salah satu sarana untuk belajar, membuat suatu karya dan berbagi informasi atau pengetahuan. Begitu pula dengan menulis, konsep 3B yang disampaikan Cikgu Tere juga menjadi alasan sendiri, kita harus selalu semangat menulis. Tak ada kata seindah kata berbagi. Apapun itu, walaupun itu hanya sekedar tulisan yang ringan untuk dibaca.

Baca Juga:

2. Personal Branding

Personal Branding merupakan proses menggali apa yang unik dari kita untuk dikenal orang lain. Anda harus konsisten membangun apa yang menjadi keunikan, kelebihan atau bahkan spesialisasi yang dimiliki. Sehingga orang akan mengenal sebagai apa. Semisal Om Jay, telah sangat berhasil membuat dirinya dikenal sebagai Guru Blogger paling terkenal di Indonesia.

Sama halnya blog yang Anda bangun juga akan menggambarkan siapa Anda. Saya setuju dengan Cikgu Tere, bahwa mengisi blog akan membangun citra diri kita. Sehingga beliau berkomitmen untuk mengisi blognya dengan artikel pendidikan. Tidak dicampur dengan hal-hal lain apalagi tulisan yang di luar konteks pendidikan. Agar blognya menggambarkan siapa Cikgu Tere, apa spesialisasinya, apa prestasinya dan sebagainya. Inilah idealisme menulis, menurut saya. Inilah bukan guru biasa.

3. Finansial

Finansial ini berkaitan dengan materi. Tulisan kita mampu memberikan dampak yang ajaib bagi kita. Salah satunya keuntungan finansial dari ngeblog. Selain kita bisa mendapatkan iklan dari Google, ada endorshment, menulis juga memberikan dampak finansial dengan adanya lomba-lomba menulis.

Banyak sekali lomba-lomba menulis yang dilakukan via blog. Jika kita sudah biasa menulis, apalagi di blog, maka akan mudah untuk memenangkannya. Harapannya begitu. Pada intinya, walaupun bukan menjadi alasan utama, keajaiban berupa finansial merupakan salah satu dampak dari konsistensi kita menulis.

Menulis adalah Jalan Ninja-ku

Menulis adalah bagian dari hobi bahkan bisa menjadi salah satu pemasukan finansial yang berarti. Selain itu, menulis juga bagian dari ekspresi diri. Menyalurkan perasaan yang  digambarkan melalui tulisan. Sehingga memberikan inspirasi dan kebermanfaatan bagi orang lain. Ya, menulis adalah jalan ninja Cikgu Tere, dan semoga saya pun bisa menjadikan menulis sebagai jalan Ninja-ku.

yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

You may also like...

12 Responses

  1. Cikgu Tere says:

    Saya suka gaya menulis seperti ini, Pak. Sangat berisi dan lengkap. Sepertinya Bapak bukan penulis pemula. Namun sdh piawai merangkai kata. Saya tunggu peluncuran bukunya ya, Pak.

  2. Luar biasa sukses untuk Bapak Taufik…

  3. Ida says:

    Sangat menarik resumenya, sub sub judulnya bagus sekali. Sukses selalu pak

  4. adam says:

    Luwes gaya menulisnya pak

  5. Cakep abis mau ngomong apa? Semua sda komplit. Referensi pustaka ada. Kayak nya selama BW baru di tulisan BPK gunakan referensi. Memang BPK pasti akan jadi bagian Guru Luar Biasa kalau modelnya keren begini mohon kalau saya posting pastikan berkunjung. Bantu pak Yudis koreksi karena saya yakin BPK jam terbangnya sda banyak semangat berbagi

    • yudhistira says:

      Siap bu. Sebenarnya saya selalu BW ke teman-teman bu, tapi kadang ga semua saya komentari. Insyaallah ke depan saya usahakan untuk komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *