Hubungan antara Penulis dan Penerbit

Naskah menjadi bahan baku utama industri penerbitan buku. Kedudukan penulis pun sebagai penghasil naskah menempatkan ia sangat istimewa di mata penerbit. (Bambang Trims)

Tulisan kali ini saya awali dengan sebuah quote dari salah satu “suhu” di dalam dunia penerbitan di Indonesia, Bambang Trim. Quote di atas bisa menjadi salah satu motivasi bagi kita semua untuk tetap menatap maju menjadi salah satu penulis di Indonesia ke depannya. Terutama bagi yang baru memulai mengenal dunia tulis menulis.

Walaupun persaingan menjadi penulis sangat ketat. Namun, tetap harus semangat untuk berproses menjadi lebih baik. Karena kita menyadari, kegiatan literasi saat ini semakin digencarkan oleh pemerintah dan pegiat literasi. Rendahnya daya literasi masyarakat kita, seharusnya menjadi peluang besar bagi kita untuk berkontribusi di dalam gerakan literasi saat ini mulai gencar dilakukan.

Ribuan Penerbit, Jangan Patah Semangat

Pak Edi S. Mulyanta pada malam ini menyampaikan jumlah penerbit di Indonesia yang tergabung di dalam IKAPI lebih dari 1000 penerbit. Itu artinya, peluang sangat besar tetap menanti kita jika kita bisa memilih penerbit yang sesuai dengan naskah kita.

Jika tidak diterima di penerbit satu, bisa kita sodorkan naskah kita ke penerbit lain. Begitu seterusnya, sampai naskah kita diterima oleh penerbit lain. Tentunya, tetap harus ada perbaikan naskah yang kita tulis. Supaya naskah memang benar-benar bagus dan layak untuk diterbitkan. Untuk melihat daftar pernerbit yang tergabung di dalam IKAPI, silahkan bisa dilihat melalui laman Anggota IKAPI.

Pak Edi S. Mulyanta merupakan Manajer Operasional Penerbit PT. ANDI yang sudah berpengalaman hampir 20 tahun dalam pengelolaan penerbitan. Tugas yang diembannya adalah mengamati tren konten buku yang sedang menarik di pasar. Dari hasil pengamatan itulah, penerbit mencari naskah dan penulis yang sesuai dengan tren pasar.

Baca Juga:

Penulis Kuasai Konten, Penerbit Kuasai Pemasaran

Dalam pertemuan perkuliahan ini, Pak Edi S. Mulyanta menyampaikan bahwa terkadang penulis mempunyai insting  yang lebih tajam dari penerbit. Penulis mampu menganalisis prediksi ke depan tren yang akan terjadi. Sedangkan penerbit, walaupun juga mengamati perkembangan pasar, tetap disibukkan dengan histori pemasaran. Oleh karenanya, sudah semestinya adanya link and match antara data histori pemasaran dengan data tren ke depan.  Penting juga adanya link and match antara penerbit dan penulis.

Dalam kaitan itu, seorang penulis mempunyai spesialisasi dalam menjabarkan materi yang lagi tren menjadi sebuah narasi yang berbentuk naskah buku. Kompetensi menulis menjadi bahan yang tidak bisa dipinggirkan. Karena naskah buku adalah bahan baku utama dalam penerbitan buku. Penulis adalah sumber utama naskah-naskah buku yang akan diterbitkan.

Sedangkan ke dudukan penerbit lebih kepada melihat dan menguasai pemasaran. Sejauh mana naskah itu akan laku di pasaran pada saat terbitnya buku. Berapa prosentase prediksi terjual sehingga menutup biaya produksi penerbitan naskah buku? Bagaimana strategi memasarkan  buku tersebut? Dan lain sebagainya. Itu menjadi ruang lingkup dari pekerjaan penerbit. Penulis tidak perlu memikirkan hal itu.

Sesuaikan Tipe Naskah dengan Tipe Penerbit

Penulis yang baik tentu akan memahami dengan baik karakter dari penerbitan yang akan dituju. Artinya, karakter naskah harus disesuaikan juga dengan karakteristik penerbit. Ada penerbit yang memang konsentrasi menerbitkan buku bertema pendidikan. Sehingga tidak cocok dikirimi naskah bertema fiksi maupun naskah buku umum.

Ada pula yang memang konsen menerbitkan buku bertema fiksi, sehinga tidak menerima buku bertema pendidikan. Tapi ada pula penerbitan yang bisa menerbitkan naskah yang berkarakter fiksi dan nonfiksi. Jadi sesuaikan naskah Anda dengan karakter penerbit sebelum mengirimkannya.

Proposal Penawaran Buku ke Penerbit

Bagi setiap penulis, khususnya penulis pemula disarankan untuk melampirkan proposal naskah ketika mengirim naskah buku kepada penerbit. Nama penulis pemula belum dikenal oleh penerbit. Sehingga untuk menarik perhatian penerbit, di dalam proposal perlu dimasukkan satu bab naskah buku. Hal ini dimaksudkan agar penerbit dapat menelaah sejauh mana pembahasan materi buku.

Dalam proposal penawaran naskah buku ini terdapat beberapa hal, antara lain:

  1. Judul utama buku
  2. Sub Judul (diguakan untuk mempermudah pencarian tema)
  3. Outline naskah buku, berbentuk kumpulan bab-bab dan sub bab – sub bab yang jelas hirarkinya.
  4. Target Pasar, menjelaskan sasara buku tersebut ditujukan untuk siapa, usia berapa atau umum.
  5. Curriculum Vitae, dibuat dalam bentuk narasi. Agar menunjukkan kepakaran di bidang apa, sehingga bisa menjadi pertimbangan pemasaran.

Setiap prpoposal yang dikirim, bagi penerbit sudah dianggap selayaknya buku yang akan terbit. Oleh karenanya, sampel bab yang dikirim sangat penting untuk menjadi pertimbangan penerbit. Pemilhan diksi, penyusunan kalimat hingga gaya penyampaian tulisan sangat diperhatikan oleh penerbit.

Baca Juga:

Menulis Buku yang Diterima Penerbit

Plagiasi

Naskah yang sudah diterima, akan dicek oleh penerbit terkait dengan konten plagiasi. Pengecekan dilakukan menggunakan aplikasi dan manual oleh editor yang berpengalaman. Hasil cek plagiasi berupa laporan berapa persen atau derajat plagiasi. Apakah melewati ambang batas tolerensi penerbit atau tidak. Jika melebihi biasanya akan dikembalikan ke penulis untuk direvisi ulang.

Plagiasi tidak hanya pengambilan tulisan (kalimat atau pernyataan) tapi juga gambar. Sehingga penulis harus berhati-hati dalam mengambil gambar terutama jika mengambil dari internet. Tidak semua gambar free copyright, banyak gambar yang harus ijin atau minimal mencantumkan sumber yang jelas. Bahkan jika free copyright pun, alangkah baiknya secara etika tetap mencantumkan sumber/ pemiliknya.

Langkah terakhir adalah pembuatan resume, abstract dan calon sinopsis buku. Sinopsis yang baik, seharusnya penulis itu sendiri yang membuat. Karena penulis lebih mengetahui dengan detail isi dari naskah buku. Sedangkan edikor penerbit tidak terlalu konsen dengan isi dari materi yang ditulis. Apalagi, editor juga tidak hanya mengerjakan satu atau dua naskah saja. Bisa jadi lebih dari itu dalam waktu yang bersamaan.

Andrea Hirata, Siapa Dia?

Tidak ada curricullum vitae kepenulisan saat Andrea Hirata mengrimkan naskah Laskar Pelangi yang menyejarah. Boleh dikatakan penerbit tak tahu siapa Andrea Hirata itu. Namun, saat buku fenomenal Laskar Pelangi diterbitkan, semua menjadi terkesima. Wah, luar biasa karyanya. Semua mengenal dirinya sebagai penulis hebat. Karena karya yang luar biasa.

Namun, dari sini kita belajar suatu hal. Untuk menjadi penulis yang besar pun ternyata tidak melulu kita punya riwayat menulis yang berjibun. Asalkan naskah yang dibuat memang berkualitas, maka pasar pun akan bergerak menjadi peluang besar untuk menaikkan nama Anda sebagai penulis hebat. Oleh karenanya, sebagai penulis pemula tak perlu pesimis untuk menerbitkan buku. Semua pasti ada jalannya sendiri untuk menjadi penulis.

Endorshment, Buat Apa?

Endorshment bisa menjadi senjata pemasaran buku. Komentar para tokoh mengenai buku Anda bisa menjadi daya tarik bagi orang untuk membeli buku. Tokoh-tokoh itu bisa seorang pejabat, artis atau orang yang mempunyai follower banyak. Hal ini menjadi keuntungan sendiri bagi perkembangan penjualan buku Anda.

Penutup

Penerbit memerlukan informasi yang lengkap tekait materi yang ditulis. Sehingga sebagai pemula, jangan sungkan untuk memberikan informasi yang lengkap serta penjelasan yang cukup agar penebrit dapat yakin naskah yang ditulis dan layak untuk dibaca.

yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

You may also like...

4 Responses

  1. Wih mantap tampilan bognya jd isinya enak dibaca..

  2. Yuliyati says:

    Saya selalu terpesona dg tulisan Bapak. Mksh sdh memberikan warna n contoh bg sy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *