Kiat Menulis Buku dalam 7 Hari

Terasa mustahil menulis buku dalam 7 hari. Tapi ternyata bisa. Dalam Pelatihan Menulis Bersama Om Jay di beberapa gelombang sebelumnya, tantangan untuk membuat buku dalam 7 hari memang ada. Dan, memang ada pula yang bisa menyelesaikannya.

Tentu bukanlah hal mudah. Kita harus berpikir tema apa yang akan dibuat, judul seperti apa yang pas, outline yang runtut seperti apa, pencarian referensi yang valid, pengemasan tulisan yang baik sesuai kaidah yang berlaku, penghindaran plagiasi dan sebagainya. Seakan hampir tidak mungkin bisa dilakukan dalam tujuh hari.

Kali ini, pertemuan perkuliahan bersama Ibu Eva Hayati Israel, S.Kom. Salah satu orang yang telah membuktikan bahwa menulis buku dalam 7 hari dengan berkolaborasi dengan Prof. Eko Indrajit. Anda bisa mengunjungi blog beliau terkait menulis buku dalam 7 hari melalui link berikut Menulis Buku 7 Hari, Mungkinkah?

Beliau berbagi pengalaman terkait tantangan menulis buku dalam 7 hari. Banyak hal yang beliau sampaikan baik dalam sesi materi maupun sesi tanya jawab. Sehingga menjadi motivasi tersendiri bagi peserta untuk bisa mengikuti jejaknya.

Modal Menulis Buku dalam 7 Hari

Dari apa yang beliau sampaikan, saya mencoba menelaah dengan cermat apa yang menjadi modal untuk bisa menulis buku dalam 7 hari. Pertama, tekad yang kuat. Perasaan ragu dan merasa tak yakin sempat menggelayuti pikiran beliau. Begitu juga pasti kita, nampak mustahil.

Tapi ternyata, tekad yang kuat mampu mengalahkan keraguan itu. Ya, harus mempunyai tekad dan kemauan yang kuat untuk bisa menyelesaikan tantangan yang telah diambil. Apa yang sudah dimulai harus diselesaikan.

Kedua, tema atau judul buku diambil dari refleksi diri. Apa yang menjadi pengalaman menarik, apa yang menjadi minat, atau apa yang telah dikuasai. Itu memudahkan untuk membuat sebuah alur pembuatan buku. Ending-nya memudahkan membuat judul, outline, pencarian referensi dan tentu saja mengalirkan kata dan makna di setiap paragrafnya.

Ketiga, fokus. Ya, fokus sangat dibutuhkan untuk membuat semangat tidak mudah padam. Fokus juga akan membantu dalam membuat jadwal prioritas dalam kurun waktu pembuatan buku tersebut.

Agenda-agenda tertentu akan mengalami perubahan jadwal. Selain itu, meninggalkan hal yang sekiranya tidak prioritas menjadi kunci selesainya buku dalam tenggat waktu yang sangat mepet tersebut.

Baca Juga:

Kriteria agar Buku Lolos Penerbit Mayor

Walaupun menulis buku dalam 7 hari, tentu tidak ingin kualitasnya ala kadarnya. Penulisan buku tetap disajikan agar tetap menarik pembaca. Oleh karenanya, ada beberapa yang harus diperhatikan dalam menulis buku agar tembus ke penerbit mayor.

  1. Tema buku, jika di cari pada Google Trends menunjukkan grafik yang bagus.
  2. Profil penulis, semakin terkenal dan kredibel akan sangat baik.
  3. Target pasar yang menguntungkan.
  4. Ragam tulisan kita sesuai dengan visi misi penerbit .

Baca Juga :

Keuntungan yang Diperoleh

Tentu saja setiap dari kita ingin menerbitkan buku sebagai karya yang memanjangkan usia kita. Buku yang terbit menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Begitu pula yang disampaikan Bu Eva ada banyak keuntungan yang diperoleh ketika buku bisa terbit, antara lain:

  1. Kepuasan batin. Rasa bangga, puas dan melegakan setelah proses perjuangan yang tidak mudah menjadi suatu hal yang istimewa. Kepuasan batin bisa menerbitkan buku hasil karya yang telah dirancang dengan sedemikian rupa tentu tidak sebanding dengan apa pun.
  2. Integritas, kredibilitas dan percaya diri semakin baik.
  3. Motivasi bertambah. Setelah muncul karya pertama, tentu akan menambah motivasi untuk menerbitkan buku yang kedua, ketiga dan seterusnya.
  4. Terbuka peluang peluang baru untuk menjadi narasumber, motivator menulis dan hal-hal positif lainnya. Berbagi hal yang baik dan positif tentu sangat menyenangkan. Beberapa hal tersebut merupakan efek samping dari apa yang telah kita perbuat. Bukulah yang menjadi aktor utama ketika kita diundang menjadi narasumber, motivator dan yang lainnya.
  5. Royalti. Tak bisa dipungkiri, royalti adalah bagian yang tak terpisahkan jika kita bisa menerbitkan buku pada penerbit mayor. Jika buku laris terjual, maka pundi-pundi pendapatan akan mengalir dengan sendirinya.

Penutup

Ada banyak alasan untuk tetap semangat menulis. Walau bukan sesuatu yang mudah mempertahankan konsistensi menulis, namun ketika sudah memulai menulis, maka tetaplah bergerak maju untuk menyelesaikannya. Tetapkan tujuan, bergerak menuju impian. Kira-kira begitu penutup dari narasumber kali ini.

“Belajar, Berbagi dan berkarya. Mulailah menulis sahabat, bergerak kita akan sampai pada tujuan” (Eva Hayati Israel)

yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

You may also like...

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *