Langkah-Langkah Menjadi Penulis Sukses

Menulis merupakan ruang bebas bagi siapapun untuk meluapkan perasaannya. Tak perlu ragu untuk mencoba menuliskan sebuah kata, kalimat hingga menjadi sebuah paragraf. Mengalirkan kata menjadi sebuah makna, itulah kerja seorang penulis. Dan, pastinya semua orang bisa melakukannya. Namun, dilakukan dengan baik dan benar atau tidak, itu tergantung kita yang memproses kemauan kita. Semakin kita mau, maka semakin semangat pula untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas tulisan kita. Seharusnya.

Malam ini adalah pertemuan kelima dalam pelatihan menulis bersama Om Jay dan narasumber lainnya. Narasumber malam ini adalah Sri Sugiastuti, M.Pd atau lebih dikenal dengan Bu Kanjeng. Dengan usia lebih dari setengah abad, tidak menyurutkan semangat beliau untuk berbagi ilmu dan berkarya melalui buku. Sudah sekian banyak buku yang telah beliau buat. Kalau ingin mengetahui lebih lanjut tentang beliau, silahkan bisa kunjungi blog Bu Kanjeng yaitu http://www.srisugiastutipln.com.

Jujur, sebenarnya saya agak kerepotan dengan materi yang disuguhkan oleh Bu Kanjeng. Pasalnya, dari materi yang disampaikan, isinya “daging” semua. Sehingga kalau dibuat cuma satu tulisan nampaknya masih kurang. Niat saya, mau saya jadikan dua tulisan bersambung. Tapi rasanya tidak pas juga, karena bentuknya sebuah resume. Tentu harus saya formulasikan menjadi sebuah tulisan yang padat, dan tetap fokus terhadap apa yang telah disampaikan pemateri. Semoga saja, formulasi resume saya kali ini bisa mewakili secara singkat materi yang telah disampaikan pada pertemuan kelima kemarin.

Modal Dasar Menjadi Penulis Sukses

1. Membaca

Nutrisi bagi seorang penulis tidak bisa dipungkiri adalah membaca. Bahkan saya punya konsep tersendiri terkait hal ini. Kalau mau menulis, lakukan “Baca, baca, baca, kemudian baru tulis dan tulis. Artinya apa, kebutuhan membaca menjadi modal sangat dasar untuk membuat sebuah tulisan. Semakin kuat referensi suatu tulisan, maka akan semakin kuat pula ide, gagasan, isi dan karakter suatu tulisan.

Ide dan gagasan yang terkadang mentok, bisa terbantu dengan membaca. Membaca menumbuhkan sudut pandang baru. Sehingga mampu menimbulkan ide-ide baru. Ide-ide baru memperkaya tulisan yang kita buat. Bahkan menjadi penguat dari argumentasi tulisan kita.  Oleh karena itu, jika menjadi penulis jangan lupa memperbanyak membaca, seperti saran Bu Kanjeng.

2. Mencoba Menulis

Tak ada impian yang terwujud, jika kita tak mau melangkahkan kaki kita. Jika ingin menjadi penulis tentu kita juga harus mau mencoba menulis. Sesederhana apa pun itu. Baik tulisan berupa diary harian kita, atau sekedar menuangkan perasaan yang sedang gundah gulana. Tuliskan itu, setelah menjadi kebiasaan tentu akan menghasilkan sesuatu yang positif.

Namun, jika ingin menjadi penulis yang sungguhan, kita mesti sadar diri tentang kekurangan yang ada pada diri. Pelajari dengan benar ingin menjadi penulis seperti apa kita. Penulis novel, cerpen, motivasi, akademik atau biografi. Ini nanti yang akan membentuk karakter tulisan, bacaan sumber referensi, bahkan gaya menulis kita. Setidaknya cobalah menulis sesuai dengan minat yang ada pada diri kita masing-masing.

3. Disiplin

Karakter yang kuat yang perlu ditumbuhkan dalam menulis adalah disiplin. Disiplin adalah musuh utama dari inkonsistensi. Bunuhlah rasa itu dengan disiplin dalam menulis. Supaya tetap produktif

Setidaknya ada beberapa tips disiplin dalam menulis yang disampaikan Bu Kanjeng dalam pertemuan kelima ini. Pertama, buatlah kerangka tulisan. Ini dimaksudkan agar tulisan memiliki arah dan target yang jelas. Kedua, buat target kapan tulisan akan diselesaikan. Jika memang diperlukan, buatkan tabel pentargetan tiap babnya sesuaikan dengan kerangka tulisan yang telah dibuat. Atau bahkan targetkan berapa halaman yang perlu diselesaikan tiap harinya.

Ketiga, fokus dengan target yang telah dibuat. Hilangkan rasa, dan godaan yang mengganggu sehingga membuat tertundanya tulisan Anda. Kalaupun perlu berikan reward dan punishment terhadap proses perampungan tulisan Anda. Agar lebih bersemangat dan berhati-hati supaya tidak tergoda untuk menundanya.

Baca juga:

Langkah-Langkah Membuat Tulisan

1. Mencari Ide

Ide adalah pondasi awal membuat suatu tulisan. Banyak cara dan ragam untuk memunculkan ide. Jika belum terbiasa menulis, ide susah dicari. Namun, jika sudah bisa menulis , ide ada di sekitar kita. Jumlahnya banyak. Tinggal kita memilih dan memilah untuk jenis tulisan apa ide tersebut akan dibuat.

Ada beberapa tips untuk memunculkan ide, antara lain pertama, membaca buku sebanyak mungkin. Buku adalah sumber ide. Maka kebiasaan membaca, adalah hal yang mesti dilakukan jika ingin ide selalu muncul. Kedua, lakukan refreshing ke tempat yang belum pernah dikunjungi. Itu membantu otak Anda segar kembali. Sehingga membantu untuk menemukan ide-ide baru dalam tulisan.

Ketiga, perkuat referensi dari berbagai media dan sumber. Apalagi saat ini, dunia informasi seakan tak bersekat. Semua bisa diakses melalui internet. Keempat, lakukan ATM (amati, tiru, modifikasi). Tentu hal ini bisa dilakukan setelah Anda melalui ketiga proses sebelumnya. Jika sudah ada referensi, maka buatlah modifikasinya. Itu membantu memunculkan ide yang baru berdasarkan adopsi dan adaptasi ide orang lain.

2. Pilih Judul yang Menarik

Kekuatan utama ketertarikan seseorang membaca tulisan, salah satunya adalah judul yang menarik. Judul membuat orang penasaran. Maka, jangan heran jika di medsos bertebaran judul-judul tulisan yang bombastis padahal isinya biasa-biasa saja. Namun, mampu menarik ribuan orang membaca bahkan melakukan perdebatan antara satu dengan yang lainnya.

Judul yang baik dan menarik dibuat dengan kata-kata yang mudah diingat. Tentu juga harus berpedoman dengan konteks tema tulisan yang dibuat. Tidak boleh melenceng dengan tema dasar tulisan. Hal ini untuk menghindari anggapan clikcbait oleh orang lain. Sehingga nanti menurunkan kredibilitas diri dan tulisan Anda ke depannya.

3. Buat Kerangka Tulisan

Kerangka tulisan adalah batas-batas tulisan agar tidak melenceng jauh dari tema dasar tulisan. Sama halnya saya membuat resume ini. Langkah pertama saya adalah membuat kerangka tulisan dulu, baru membuat tulisan. Terkadang saya membuat kerangka tulisan dulu baru membuat judul. Atau bisa juga sebaliknya, judul dulu baru kerangka. Terkadang juga, kerangka dulu, buat tulisan, baru kemudian menentukan judul. Itu variasi saya dalam menulis, bukan karena saya pandai menulis namun, terkadang mood-nya seperti itu.

4. Perbanyak Referensi

Untuk poin ini, saya kira tak perlu berpanjang lebar. Karena secara sekilas sudah saya singgung betapa besarnya pengaruh referensi terhadap kuatnya tulisan kita. Oleh karena itu, satu hal yang mungkin perlu dipahami, referensi adalah sumber dari kekuatan dari tulisan kita. Perbanyak referensi, untuk membuat sebuah tulisan yang sarat dengan makna.

5. Mulai Menulis

Sebesar apapun mimpi menjadi penulis, tidak akan terwujud jika tidak memulai menulis. Perkara ini sederhana, tapi bagi penulis pemula ini berat untuk dilakukan. Ya, bingung mau memulai darimana, mau memulai seperti apa. Oleh karena  itu, tulis hal yang sederhana saja. Tanpa harus terpaku dengan baik atau tidaknya tulisan. Just do it.  Semangat, semoga bisa dan dimudahkan.

Baca Juga:

Penulis dan Penerbit, Tak akan Terpisahkan

1.Cara Mengirim Tulisan ke Media

Mengirim tulisan ke media tidak semudah dan seindah harapan kita. Banyak penulis yang ditolak diawal-awal mereka mengirimkan tulisannya. Termasuk juga saya. Walaupun bersyukur juga, ada beberapa yang nyangkut untuk diterbitkan oleh media cetak maupun elektronik.

Ada tips yang baik dari Bu Kanjeng terkait cara mengiirm naskah ke media, antara lain pertama tulisan harus menarik dan temanya harus aktual dan banyak dibutuhkan. Pengalaman juga, jika mengirim naskah pada media lokal, maka sebaiknya buat tulisan yang bertema dengan kejadian lokal. Biasanya itu lebih menarik media yang sifatnya lokal. Berbeda jika level medianya sudah nasional, tentu bahasannya juga harus kejadian nasional.

Kedua, haram hukumnya menulis satu tulisan yang sama kepada beberapa media pada satu waktu. Ini menjadi langkah yang membunuh karier kepenulisan Anda. Anda diangap tidak mempunyai etika sebagai penulis yang baik. Karena seakan-akan tidak mempercayai media tersebut bahkan cenderung melecehkan. Bagaimana jika tulisan Anda dimuat pada dua media pada waktu yang hampir sama atau berdekatan, padahal isisnya sama? Akan terasa aneh bukan.

Ketiga, ketika Anda mengirim naskah melalui email, buat permohonan pengiriman naskah melalui badan email. Naskah yang dikirim jangan ditulis di badan email, namun buatkan lampiran beserta biodata Anda.

2. Cara Mengirim Tulisan ke Penerbit

Dalam hal mengirim naskah ke penerbit juga tidak bisa asal. Penerbit juga akan selektif, maka tidak heran jika masa penilaian buku bisa sampai 2-3 bulan. Berbeda dengan penerbit indie tentunya. Pertama, susun naskah Anda serapi mungkin. Biasanya penerbit minta disiapkan sinopsis dari naskah, maka siapkan juga sinopsisnya jika mau mengirim.

Kedua, naskah harus masuk penerbit yang sesuai. Kriteria naskah harus disesuaikan dengan kriteria penerbit. Jangan sampai salah alamat. Anda punya naskah tentang dunia parenting, tapi dikirim pada penerbit yang konsen di dunia pendidikan formal (buku teks pelajaran). Tentu tidak akan nyambung.

Ketiga, pahami teknis pengiriman naskah. Ada penerbit yang hanya mau dikirimi naskah dalam bentuk cetak, ada juga yang bisa dikirimi naskah bentuk file melalui email. Terakhir, jangan mengirim naskah yang sama ke beberapa penerbit dalam waktu yang bersamaan. Ini kaidah yang sama dengan pengiriman naskah ke media. Kalau Anda tidak mau terkena blackllist dari penerbit tersebut.

3. Setelah Buku Terbit, Apa yang Dilakukan?

Jika buku sudah terbit, jangan merasa puas. Bangga boleh, puas jangan. Anggaplah itu adalah lecutan semangat untuk berbagi dan berkaya lagi, lagi dan lagi. Bantulah untuk mempromosikan buku Anda. Karena tidak ada jaminan buku Anda akan meledak sukses. Kemudian bersiaplah untuk menerima kritik dan saran dari pembaca. Sehingga bisa diterapkan perbaikan untuk kedepannya. Baik buku itu dilakukan revisi maupun buku-buku lain nantinya.

“Biarkan Tulisan Menemukan Takdirnya”

Jangan merisau dalam menulis, tetap lakukan upgrade diri agar naik kelas. Jadikan aktivitas menulis sebuah kebutuhan bukan kewajiban. Menulislah dari hal yang disukai, sampai dengan hal yang dikuasai. Sehingga tulisan Anda akan menemui takdirnya sendiri, dengan keistikamahan menjaga kontinuitas dalam menulis.

Salam. Selamat berkarya.

yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

You may also like...

18 Responses

  1. Budi idris says:

    Mantap sekali selalu tampil beda

  2. Resumenya bagus, lengkap, tamoilan tulisan memarik

  3. Sudomo says:

    Resume yang lengkap, Pak. Sedikit saran perbaikan pada penulisan siapapun, seharusnya siapa pun, silahkan seharusnya silakan. Masih ada sedikit salah tik. Tertulis isisnya, mungkin maksudnya isinya, ya, Pak? Tabik.

  4. Rizky Kurnia Rahman says:

    Ini dia, resumenya yang lengkap dan betul-betul berurutan. Font tulisannya juga oke, dan enak dibaca. Memang sih ada beberapa salah ketik, tetapi ke depan bisa diperbaiki lagi.

    Itu yang di atas sendiri juga tinggal satu huruf. Cara menjadi penuli sukses, harusnya kan cara menjadi penulis sukses. Hehe…

    Sukses Pak buat tulisannya! Semoga makin menebar manfaat.

  5. Adam says:

    Bagus pak Yudhis, sedikit saran mungkin untuk judul baikbya simpel tapi greget saja.

  6. Dengan baca tulisan ini malah jd semakin mengerti krn lebih detail dr materi yg disampaikan.
    Sukses pak membantu kami yg benar2 pemula.

  7. ifmellia says:

    resume yang runtut dan jelas. materinya jelas. bagi pemula ini sangat membantu sekali pak. salam literasi.

  8. Eko Indriati says:

    Luas dan dalam…mantap
    Pengen bisa bikin kayak gini pak
    Sudi kiranya mampir k tempat saya
    Jng lupa tinggalkan jejak
    Saran masukan sangat diharapkan
    https://yukindrimenulis.blogspot.com/2020/10/me-time-bersama-bu-kanjeng.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *