Man Jadda Wajada: Tetap Produktif di Usia Senja

Resume 2

Kalimat mutiara dari Arab, Man Jadda Wajada memang cocok sekali dengan kisah narasumber pelatihan menulis malam ini. Kata tersebut mempunyai makna, “siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil”. Mukminin, S.Pd., M.Pd seorang guru Bahasa Indonesia di SMP 1 Kedungpring, Lamongan memulai aktivitas menulis di usia 54 tahun. Usia yang tergolong cukup “senja” untuk memulai aktivitas menulis. Namun, aktivitas menulis memang tidak mengenal usia. Tidak mengenal kata terlambat. Siapapun berhak menulis, di usia berapapun. Oleh karena itu, saya pilih judul resume kali ini seperi di atas, sebagai refleksi arti Man Jadda Wajada dengan produktifitas Pak Mukminin dengan usia sudah berkepala lima. Untuk melihat profil beliau dapat dilihat di link berikut: Curiculum Vitae Mukminin

Moto hidup beliau ini diwujudkan dengan kesungguhan untuk ikut berbagai pelatihan menulis. Takdir tak bisa dipungkiri, pelatihan-pelatihan yang beliau ikuti ternyata membuahkan hasil yang luar biasa. Terhitung tahun 2020 ini, Pak Mukminin baru memulai aktivitas menulis. Ya, tahun 2020. Artinya belum genap satu tahun. Namun, karya buku sudah terbilang banyak. Baik yang antologi maupun karya solo. SALUT. Saya pikir, itu kata yang pantas saya ucapkan untuk beliau. Menginspirasi kita semua, dengan usia yang tergolong tidak muda.

Buku Karya Pak Mukminin

Impian dan Kesungguhan

Cerita inspiratif dari pak Mukminin ini menggugah diri saya. Impian memang harus dikejar. Lakukan saja dengan penuh keyakinan, pasti akan ada jalan yang terbentang. Tak perlu risau dengan kata terlambat. Tak ada yang terlambat selama kita mau memulai. Kerja keras, disiplin dan konsisten nampaknya menjadi kunci dari kesuksesan pak Mukminin.

Kesungguhan akan selalu membawa kebaikan. Kalau bukan saat ini, pasti suatu saat nanti. Ini masalah keyakinan. Dimana setiap orang berbeda pandangan, bahkan ada juga yang meragukan. Tapi bagi kita yang memiliki kesungguhan, masa depan sangat jelas terpampang bahkan bersinar benderang. Oleh karena itu, nampaknya tak ada kata lain selain kata semangat untuk menjemput masa depan dengan penuh kesungguhan. Bergabung dengan komunitas kepenulisan yang luar biasa. Yang tentunya saya pun berharap mendapat ilmu dari para mentor yang luar biasa.

Baca Juga:

Rendahnya Tingkat Pemahaman dalam Membaca

Resume 1: Membaca Kata Menuliskan Makna

Melihat Peluang

Kisah kepenulisan pak Mukminin kali ini tidak hanya berkutat bagaimana perjalanan kepenulisan beliau. Namun, peluang usaha dapat dilihatnya. Dengan berdasar pada banyaknya guru yang termotivasi untuk menulis buku. Maka level aktivitas kepenulisan beliau naik tajan dengan membuka penerbitan indie.

Peluang ini memang menjanjikan. Hal ini didasarkan, khusus untuk para guru, membuat karya tulis berupa buku seakan wajib pada saat ini. Salah satu aspek yang cukup besar untuk bisa naik pangkat pada jenjang tertentu. Apalagi ditambah dengan relasi para guru yang tergabung di komunitas menulis berasal dari seluruh Indonesia. Luar biasa.

Bermodalkan diskusi dengan karyawan dan direktur suatu perusahaan percetakan. Beliau memberanikan diri untuk membuka penerbitan indie dengan nama Kamila Press. Tentu ini prestasi luar biasa lainnya. Jiwa kewirausahaan nampaknya memang juga sudah terpatri di dalam diri beliau. Padahal baru mengenal dunia tulis menulis kurang dari satu tahun. Luar biasa.

Tips Menulis dan Menerbitkan Buku (Mukminin, S.Pd., M.Pd)

Di akhir pertemuan pelatihan menulis hari kedua ini, Pak Mukminin selaku narasumber berbagi tips menulis dan menerbitkan buku dengan singkatan NMATMI:

Buku Pak Mukminin dalam proses cetak.

Niat Kuat dan Nekad

Niat menulis yang paling barakah bisa jadi adalah menularkan dan berbagi ilmu dan pengalaman. Supaya menjadi pembelajaran bagi orang yang membaca tulisan kita. Aliran pahala tentu senantiasa mengalir. Karena kita niatkan menulis untuk beribadah dengan berbagi kebaikan. Walaupun sekedar berbentuk ucapan dan goresan tulisan dalam karya kita. Kita tahu, karya berupa tulisan tentu akan abadi, bahkan melebihi umur dari penulis itu sendiri.

Mentor

Mentor menjadi salah satu bagian terpenting dari perjalanan menulis seseorang. Baik secara langsung maupun tidak langsung, mentor mampu membentuk karakter tulisan kita. Gaya kepenulisan seseorang, bisa jadi sedikit banyak dipengaruhi oleh mentor atau penulis idolanya. Atau bahkan bisa mengembangkan dari apa yang telah ditunjukkan oleh mentornya. Sehingga jika kita terbiasa berkumpul dan berdiskusi dengan orang yang kita anggap mumpuni, maka akan sangat membantu dalam percepatan perkembangan aktivitas kepenulisan kita.

ATM

A (amati), T (Tiru) dan M (Manut). Nampaknya ini juga menjadi suatu saran yang masuk akal. Agar dalam menulis kita mencoba untuk mengamati karya-karya penulis idola atau mentor kita. Kemudian kita dapat mempraktikan cara, maupun gaya kepenulisannya ke dalam cara kita menulis.

Kalau kita masih pemula, memang sudah sepatutnya kita mengikuti arahan mentor. Karena mentor lebih berpengalaman, baik dari segi kepenulisan, maupun proses penerbitan buku. Bahkan permasalahan-permasalahan yang muncul di dalam aktivits menulis dan menerbitkan buku. Kita harus yakin, apa yang diminta oleh mentor tentu yang terbaik bagi perkembangan perjalanan kepenulisan kita.

Istikamah

Tiada jalan yang terbaik menuju kesuksesan, selain berjalan dengan keistikamahan. Nampaknya ini yang ingin disampaikan pak Mukminin. Kita harus konsisten menulis setiap hari. Walapun satu kata, satu kalimat atau satu, dua atau tiga paragraf. Untuk itu, tips dari beliau pilihlah waktu yang tepat sesuai dengan kondisi masing-masing dari kita. Cari waktu yang sekiranya memang fresh, dan punya kesempatan untuk menulis. Supaya kita menjadi lebih terbiasa untuk melakukan aktivitas kepenulisan secara konsisten dan kontinyu.

Terima kasih. Salam dan selamat berkarya.

yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

You may also like...

4 Responses

  1. Jonter says:

    Lengkap resume nya, Pak.
    Runtut dan bisa diikuti.
    Semoga bisa mengikuti cara bapak merangkai kata, merajut makna dalam tulisan.o

  2. Emidarwati says:

    Luat biasa resumenya, sangat memotivasi sekali, tulisan dan kata-katanya tersusun rapi dan mudah dipahami, semoga sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *