Membuat Tulisan Traveling yang Menarik

Ada istilah travel blogger. Artinya orang sengaja membuat blog khusus tema traveling. Maka tak heran banyak traveler atau pun backpacker sering mengunggah foto ataupun tulisannya di blog pribadinya. Karena tema blog traveling cukup banyak peminatnya. Selain itu, tema blog travel cukup menjanjikan dalam hal pendapatan.

Generasi 90-an dan milenial mempunyai perubahan paradigma yang cukup signifikan terhadap pola kehidupannya. Yang mana cukup jauh bedanya dengan pola pikir orang tua jaman dahulu. Mereka tidak segan untuk mengalokasikan uang dan waktu untuk melakukan traveling secara rutin. Bahkan boleh jadi, sudah menjadi agenda rutin dan terjadwal untuk melakukan traveling bersama keluarga maupun teman-temannya.

Narasumber kali ini sangat istimewa, salah satu orang yang telah menjelajah 70 negara di dunia, di lima benua. Beliau adalah Taufik Hidayat, S.E. S.Si., M.Si atau lebih dikenal dengan nama pena Taufik Uieks. Karyanya tak perlu diragukan lagi telah nangkring di berbagai majalah tingkat nasional. Selain itu, beliau juga aktif mendokumentasikan perjalanannya dalam beberapa buku, antara lain:

1 .Mengembara ke Masjid-Masjid di Pelosok Dunia .

2, 1001 Masjid di 5 Benua 

3. Jejak Langkah Menuju Baitullah jilid 1-3

4. Tanasya ke Masa Depan Jikid 1-2

Selain itu Pak Taufik Uieks juga menuliskan perjalanannya di beberapa media online semisal blog keroyokan Kompasiana. Silahkan untuk bisa melihat melalui link Masjid Bawah Tanah Atena.

Langkah Membuat Tulisan Traveling

Untuk membuat sebuah tulisan perjalanan tentu dibutuhkan data yang kuat dan akurat. Hal ini untuk mendukung dalam penggambaran tempat, dan suasana selama perjalanan. Tulisan traveling harus mampu menggiring imajinasi pembaca seolah-olah berada di dalam tempat yang diceritakan. Atau boleh dikatakan, tulisan traveling harus punya “rasa” bagi pembacanya.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mendapatkan data yang akurat tentang suatu tempat. Sehingga nanti memudahkan dalam menulis tulisan traveling. Selain itu, tulisan bisa semakin padat, sarat dengan informasi yang dibutuhkan oleh pembaca. Karena orang membaca tulisan traveling karena ingin mencari informasi terkait tempat tersebut.

1. Mengamati

Proses mengamati adalah proses paling dasar yang harus dilakukan. Pengamatan berfungi untuk melihat secara detail hal-hal yang menarik untuk diceritakan dalam tulisan. Oleh karena itu harus mempunyai kejelian dalam mengamati detail dari suatu tempat.

2. Membuat foto

Foto bagian dari pengungkap data. Melalui foto, imajinasi dari hasil mengamati akan tercipta. Foto menjadi bahan yang akan menuntun tulisan kita. Mengarahkan dan mendeskripsikan dengan detail jika ada bagian yang terlupa.

3. Diskusi wawancara

Kepadatan informasi akan sangat didukung jika mampu menghadirkan sosok yang penting di dalam cerita perjalanan kita. Narasumber yang terkait langsung dengan sejarah suatu tempat akan sangat membantu membuat “rasa” suatu tulisan traveling. Semisal, jika berkunjung ke suatu masjid yang bersejarah, dan kita mampu mengajak diskusi imam masjid tentu akan mantap. Tulisan akan terasa lebih mengena dengan balutan cerita dari sang imam masjid.

4. Mencari informasi tambahan

Mencari informasi tambahan bisa dicari dari hal lain, semisal dari warga sekitar, sesama traveler, atau bahkan Google juga bisa membantu. Jika tempat yang dikunjungi memang sudah terkenal, maka tak susah untuk menemukan review terkait dengan tempat tersebut.

5. Mencari keunikan

Setiap tempat pasti ada cerita. Begitu pula pasti mempunyai keunikan yang berbeda. Keunikan membantu membuat sudut pandang tulisan yang berbeda dengan yang lainnya. Sehingga tulisan bisa lebih kaya akan informasi. Tulisan menjadi lebih berwarna dan punya sisi kelebihan tersendiri.

6. Merangkum dalam tulisan

Ini adalah langkah terakhir. Menuliskan cerita dalam sebuah tulisan traveling. Merangkum semua kejadian yang telah dilalui dengan berbagai data yang telah diperoleh seperti langkah-langkah sebelumnya. Permak menjadi sebuah tulisan yang menarik dan informatif bagi pembacanya. Sehingga orang tertarik membaca tulisan traveling yang telah dibuat.

Hal Apa Saja yang Bisa jadi Sumber Menulis Traveling

Ingat menulis traveling itu paling tidak ada dua hal yang perlu dipahami, yaitu informatif (penting) dan menarik dalam pembahasannya. Dari keduanya, dapat kita simpulkan bahwa tulisan harus mengandung materi yang memang dibutuhkan oleh orang. Orang mencari informasi yang penting dan detail mengenai suatu tempat dalam tulisan Anda. Selain itu, penyampaian informasi dibuat dengan menarik. Dengan pembahasan yang mudah untuk dipahami oleh pembaca.

Pak Taufik Ueiks menyarankan ada beberapa hal yang perlu diketahui dan ini bisa menjadi bahan tulisan traveling. Yaitu budaya khas daerah tersebut, bahasa yang digunakan, kebiasaan yang menjadi kekhasan daerah tersebut. Selain itu, juga sejarah mengenai tempat tersebut ada. Hal-hal tersebut bisa menjadi penguat dalam tulisan.

Ketika berada dalam suatu tempat atau daerah jangan lupakan untuk menceritakan detail dari tempat atau lokasi tersebut. Semisal dalam sebuah sudut kota bersejarah misalnya, ceritakan keadaan lalu lintas di sana, bagaimana transportasi ke sana, arsitektur bangunannya, interaksi dengan orang-orang sekitar, ataupun keadaan alam di sekitar kota. Hal ini  akan menambah kesan mendalam tulisan traveling yang dibuat.

Tips Menulis Traveling

Menulis traveling akan sangat mudah jika sudah menentukan tema/topik yang akan dibahas. Artinya, ruang lingkup pembahasan sudah dibuat skema atau outline terlebih dahulu. Outline ini boleh juga di dasarkan dari data yang sudah terekam baik melalui foto maupun video. Jangan membuat outline yang sekedar ingatan tanpa dukungan data yang kuat. Nanti tidak akan mempunyai kesan yang kuat untuk pembaca.

Selain itu, gunakan bahasa yang sederhana, namun menarik untuk dibaca. Bahasa yang digunakan tidak perlu yang rumit dengan berbagai isitilah yang orang malah bingung. Membuat tulisan dengan bahasa sederhana, justru menjadi kekuatan tersendiri orang mau berlama-lama membaca suatu tulisan. Jika ada kata yang tidak familiar didengar itu karena menggunakan bahasa daerah atau bahasa asing yang menunjukkan bahasa yang digunakan dari tempat tersebut.

Kemudian menambahkan percakapan dalam tulisan traveling juga membuat tulisan berwarna. Apalagi dengan menggunakan bahasa lokal tempat yang kita kunjungi. Ini membuat tulisan jauh lebih hidup dan menarik.   

Tujuan Menulis Traveling

Banyak hal tujuan orang membuat tulisan yang bertema traveling. Selain berbagai perasaan senang ketika berkunjung ke suatu tempat, tulisan traveling juga membantu memberikan informasi terkait daerah tersebut. Hal ini sangat membantu orang lain yang akan merencanakan singgah atau traveling di tempat tersebut. Bahasa mudahnya tulisan kita menjadi sedikit rujukan untuk pertimbangan orang yang akan berkunjung.

Selain itu, jika kita sudah terbiasa menulis tulisan traveling, kemudian itu menjadi branding atas diri kita, biasanya permintaan untuk mereview suatu tempat akan bermunculan. Banyak orang yang akan menawari kerja sama review suatu tempat, supaya nanti menjadi rujukan orang lain. Jika brand itu sudah melekat, maka pundi-pundi pendapatan akan mengalir deras.

Sedangkan tujuan dari Pak Taufik Uieks adalah lebih kepada kemanusiaan. Dengan menulis tempat-tempat yang ada di dunia, ternyata manusia itu sama saja. Ada yang baik dan ada yang buruk. Mata hati lebih terbuka atas keragaman manusia.

Kita tidak akan membanggakan negeri kita yang paling indah atau yang paling sopan maupun makanan yang paling enak. Kita akan lebih terbuka dengan perbedaan yang ada pada setiap bangsa dan negara yang ada di dunia. Itulah makna tulisan perjalanan yang dibuta oleh beliau.

Penutup

Hidup adalah suatu perjalanan. Maka kita harus siap dengan kejutan-kejutan yang nikmat.

Itulah penutup dari narasumber kali ini. Dari moto tersebut, nampaknya Pak Taufik Uieks mendapatkan inspirasi untuk bisa berbagi perjalanan yang telah dilalui dalam kehidupannya. Menceritakan kejutan-kejutan yang bisa membawa orang berimajinasi dengan hal-hal baru, tempat baru dan suasana yang berbeda.

yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

You may also like...

2 Responses

  1. Persiapkan diri untuk suksek pak….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *