Ekspektasi Harus ada Aksi, Hingga Jadi Prestasi

Ekspektasi adalah mimpi. Ekspektasi membuat orang menjadi lebih bergairah dalam melangkahkan kaki. Oleh karenanya, setiap orang boleh bermimpi, boleh membuat ekspektasi. Sehingga perlu langkah untuk mengubah ekspektasi menjadi prestasi. Tapi tentu harus diikuti dengan niat, rencana dan langkah yang pasti. Tidak boleh terhenti hanya pada angan-angan saja.

Begitu pula dunia menulis. Semua bisa bermimpi menerbitkan buku. Tapi tak semua bisa melakukannya. Ekspektasi tak sama dengan realitas. Karena terbentur berbagai hal, baik karena niat yang tak kuat, rencana yang tak matang atau bahkan ketidakpastian langkah.

Pertemuan kali ini mendatangkan narasumber seorang guru dari Gorontalo, Ibu Jamila K. Baderan, M.Pd. Beliau berbagi pengalaman dengan tema yang cukup menarik, “Mengubah Ekspektasi menjadi Prestasi”. Ya, setiap menulis suatu kata, pasti ingin dilanjutkan dengan sebuah kalimat. Sebuah kalimat akan dilanjutkan menjadi sebuah paragraf. Kemudian paragraf akan dilanjutkan menjadi sebuah sub bab. Sebuah sub bab akan dilanjutkan menjadi sebuah bab. Begitu seterusnya hingga menjadi sebuah buku.

Namun, tidak serta merta ekspektasi akan menjadi realitas yang sesuai harapan. Dalam menulis, banyak hal yang merintangi. Bagaimana memulai sebuah tulisan yang menarik? Ide seperti apakah yang harus ditulis? Apakah tulisan yang dibuat menarik atau tidak? Pertanyaan-pertanyaan itu seakan menghantui bagi seorang penulis. Namun, bagaimana menghindari perasaan seperti itu? Mungkin kita perlu belajar pada ibu Jamila terkait dengan hal ini.

Mencipta Ekspektasi, Harus Ada Aksi

Mewujudkan dan mengubah ekspektasi tidak akan mudah. Ini sudah lumrah. Setiap keinginan dan mimpi pasti butuh perjuangan. Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk minum air kelapa yang ada di pohon tentu harus diambil dengan memanjat. Menaklukkan ketakutan diri, serta menciptakan langkah strategis bagaimana teknik memanjat yang nyaman. Begitu pula memulai langkah pertama juga tidak akan mudah.

Tapi itu semua adalah sesuatu yang pasti dilakukan. Jika tidak, ekspektasi tidak akan menjadi arti apa pun. Hanya angan-angan kosong tanpa arti. Selebihnya, hanya akan terpaku berdiri tanpa menghasilkan karya apa pun.

Menulis membutuhkan perjuangan. Menulis membutuhkan aksi yang nyata. Melakukan perenungan dan asah empati untuk menciptakan ide-ide yang menarik. Menjadi seorang pembaca yang baik. Melakukan langkah bagaimana cara menulis yang baik. Semuanya butuh aksi nyata. Karena ekspektasi tidak sekedar mimpi, tapi juga butuh aksi.

Baca Juga:

Masalah Besar Menghantui Ekpektasi

Setiap perjuangan ada rintangan. Itu sudah pasti, Dan, sebenarnya inilah letak nikmatnya, jika kita mampu melaluinya. Terasa lebih berkesan nantinya. Tapi itu semua tergantung pada diri kita, bagaimana mengalahkan masalah yang menghantui diri sendiri.

Di dalam menulis ada dua hal besar yang menjadi penghambat dalam kelancaran menulis. Pertama, mood atau suasana hati. Percayalah ini menjadi permasalahan yang umum dirasakan setiap penulis. Baik penulis pemula maupun sudah terlatih. Kalau untuk penulis yang terlatih, mereka pasti sudah punya resepnya sendiri. Sehingga ini tidak akan bermasalah.

Namun, bagi penulis pemula ini menjadi masalah yang berarti. Bahkan seolah menjadi tembok yang besar dan menjulang tinggi untuk dilewati. Berat dan melemahkan. Akhirnya ide yang awalnya ada, menjadi mampat dan tersendat. Tanpa dieksekusi dengan baik pada saat itu pula.

Kedua, kemauan atau niat. Ada yang menulis sudah bagus tapi angin-anginan. Akibatnya, karya yang dihasilkan terbengkalai begitu saja. Bak sarang laba-laba di file laptop ataupun etalase beranda blog. Sayang sekali. Inkonsistensi ini bisa jadi karena niat yang tak kuat. Tekad yang tak bulat. Sehingga sema menjadi terlambat dan terbengkalai begitu saja.

Baca Juga:

Mengatasi Masalah dengan Mindset dan Passion

Jika sudah mendeburkan diiri untuk mengenal dunia menulis, alangkah baiknya tetap menyelam di dalamnya. Menulis itu melegakan dan menyegarkan, Menulis itu menciptakan kenikmatan yang memuaskan. Percayalah.

Jika masalah yang dihadapi ketika memulai menulis dua hal yang ada di sub atas, cobalah untuk menengok kembali dua  hal ini, yaitu passion dan mindset Anda. Barangkali perlu merefresh dan menambahkan sesuatu agar keduanya menjadi lebih bermakna kembali.

Jika sudah tercebur dalam dunia menulis tetapi bukan karena keinginan atau kesukaan, namun karena ikut-ikutan, cobalah untuk mengubah mindset Anda. Tidak ada yang salah dengan aktivitas menulis. Jika merasa terlalu berat, seolah otak berkata, “Ah, nampaknya bukan passion saya ini. Rasanya susah sekali menulis. Aku berhenti saja!”.  Cobalah ubah mindset Anda.

Menulis bisa dipelajari. Menulis bisa dilakukan dengan bertahap dan pelan-pelan. Sampai menemukan sesuatu yang nikmat. Bahkan menulis itu bisa menjadi candu. Percayalah dengan kesabaran. Percayalah dengan perjuangan. Semua akan indah pada waktunya.

Ada beberapa hal yang bisa membantu meringankan beban pikiran Anda saat menulis. Berikut ini beberap tips dari ibu Jamila K. Baderan, M.Pd yang bisa dipraktikkan.

Dari pengalaman ini saya belajar beberapa hal dalam menulis:

  1. Tulislah apa yang ingin kita tulis.
  2. Menulislah apa adanya, tanpa beban, dan tekanan.
  3. Jadikan menulis sebagai suatu kebutuhan. Menulislah hingga tuntas, jangan memikirkan editing.
  4. Menulis jangan terlalu lama.
  5. Jangan memikirkan baik buruknya tulisan kita, karna yang akan menilai adalah pembaca.

Kesimpulan

Kesimpulan yang menarik yang disampaikan oleh narasumber kali ini: Menulis merupakan suatu tantangan antara harapan dan kenyataan. Ekspektasi dalam menulis harus terus kita perjuangkan dengan niat, tekad, nekat dan konsisten. Realitas berupa prestasi adalah buah dari perjuangan. Maka berjuanglah menuntaskan karyamu, agar jejak yang ditinggal bermanfaat bagi generasi setelah kita

yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *