pelatihan model pembelajaran

Beberapa hari ini, sekolah mengadakan pelatihan sebagai bagian dari kegiatan penguatan kepala sekolah. Pelatihan yang diadakan berfokus pada pengenalan dan peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi. Pemilihan tema ini berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah terkait kemampuan guru dalam menerapkan metode belajar yang tepat di dalam kelas. Konsep pelatihan ini sendiri dibuat dengan tutor sebaya. Dimana, beberapa guru dipilih oleh kepala sekolah untuk menjadi tutor.

Tutor mempunyai tanggung jawab sebagai fasilitator. Karena teman sebaya maka fasilitator bersifat sebagai orang yang mengkoordinasi diskusi di dalam kelompok. Sehingga permasalahan dapat diselesaikan secara bersama-sama dengan saling tukar pendapat. Jika ada peserta yang belum mengerti, tutor juga mempunyai tugas untuk menjelaskan dan memberikan solusi. Supaya peserta mampu memlilih model atau metode yang tepat sesuai dengan karakteristik materi maupun kelas.

Tujuan Kegiatan

Output dari pelaksanaan ini guru dapat memgetahui dan menerapkan model pembelajaran saintifik didalam RPP serta pembelajaran di dalam kelas. Sehingga menimbulkan suasana pembelajaran yang asyik dan menyenangkan. “Ketika pemilihan model pembelajaran bisa tepat, maka diharapkan terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan. Siswa senang dengan cara belajar yang mengasyikkan. Tentu pada akhirnya kompetensi pembelajaran dapat tercapai dengan tuntas dan maksimal.” ujar Mohammad Teddy, S.E.M.M.Pd selaku Kepala Sekolah SMK N 1 Kendawangan.

Baca Juga:

Contoh RPP 1 Lembar

Teknis Acara

Karena konsep yang dipakai adalah tutor sebaya, tentu konsep acaranya ada pembagian kelompok. Pada kegiatan kali ini, dibagi menjadi lima kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 guru yang difasilitasi oleh seorang tutor. Jumlah total peserta kurang lebih 17 orang guru yang berkesempatan untuk mengikuti kegiatan ini. Dibagi dalam dua ruang besar.  Yang satu di Lab Akuntansi terdiri dua kelompok. Sedangkan ruang satunya di kelas XII APAT terdiri 3 kelompok.

Hari Pertama

Pelaksanaan selama tiga hari yang berlangsung dari tanggal 28-30 September 2020 dan dimulai dari pukul 08.00 sampai dengan 13.00 WIB. Hari pertama diisi dengan review RPP yang terlah dibuat oleh peserta. RPP didiskusikan dan dikoreksi disesuaikan dengan RPP 1 lembar sesuai arahan dari Menteri Pendidkan dan Kebiudayaan, Nadiem Makarim. Dimana RPP ini terdiri tiga komponen pokok yaitu Tujuan Pembelajran, Kegiatan Pembelajaran, dan Penilaian.

pelatihan penerapan model pembelajaran

Hari Kedua

Hari kedua diisi dengan peer teacing  setelah RPP diperbaiki hari pertama. Peer teacing dilakukan dengan perwakilan setiap  kelompok satu orang. Hal ini untuk menunjukkan secara nyata bagaimana pengaplikasian RPP terbaru di dalam kelas. Walaupun terkesan berbeda, karena pesertnya guru, namun paling tidak kegiatan ini dapat menunjukkan bagaimana tahapan pembelajaran sesuai model yang dipilih atau tidak. Sintaks yang ada di dalam pembelajaran dapat kelihatan atau tidak. Karena dari situlah akan kelihatan perbedaan, cara mengajar konvensional dengan cara mengajar model pembelajaran dengan pendekatan saintifik.

Hari Ketiga

Hari ketiga diisi dengan review hasil peer teacing secara keseluruhan. Dengan kata lain, peserta maupun tutor menarik kesimpulan kegiatan selama tiga hari. Sehingga dengan kesimpulan yang bersifat testimoni inilah akan kelihatan tercapai atau tidaknya kegiatan ini.

Pesan, Kesan dan Harapan

Tentu banyak kekurangan di dalam pelaksanaan kegiatan. Apa yang menjadi kekurangan harus dievaluasi. Kemudian dilaksanakan kembali dengan format yang berbeda atau sama dengan teknik yang semestinya lebih baik. Sehingga tujuan kegiatan dapat tercapai secara maksimal.

Banyak peserta yang merasa mendapatkan hal positif. Tentu ini menjadi angin segar agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali. Bahkan kalau bisa terdapat periodisasi yang jelas. Untuk apa? Untuk selalu upgrade diri dengan sesuatu yang baru. Karena kita adalah guru, yang sudah seharusnya tanpa lelah untuk mencari ilmu yang baru. Semoga saja ini menjadi awalan agar SMK N 1 Kendawangan tetap bergerak maju ke arah yang lebih baik. Berkualitas sumber daya manusianya, maka berkualitas pula masyarakatnya.

By yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *