Strategi Pemasaran Buku yang Efektif

Strategi pemasaran suatu produk yang baik tentu dirancang secara cermat. Itulah mengapa ruang lingkup bidang pemasaran sangat luas. Bahkan sangat njlimet. Maka tak heran buku-buku tentang pemasaran cukup banyak jumlahnya. Karena berbicara pemasaran, kita bicara pada bagian yang tak terpisahkan dalam perjalanan sebuah perusahaan atau industri. Bahkan bisa dikatakan jantung dalam proses berjalannya distribusi dan tingkat penjualan produk yang menyokong roda kehidupan perusahaan.

Ditangan bagian pemasaran, penjualan harus maksimal bahkan tertarget. Oleh karenanya, berprofesi menjadi seorang pemasar (marketing) harus mempunyai passion dalam hal menawarkan produk. Kalau tidak, susah untuk berkembang ke depannya. Maka jangan heran, jika tak punya minat pada bidang pemasaran, bekerja di dalamnya seakan momok tersendiri. Karena kerja penuh dengan target penjualan yang harus dicapai dalam kurun waktu tertentu. Tentu, kalau orang suka dengan tantangan dan punya minat di bidang ini, semua akan nyaman saja. Karena pemasaran sesuatu yang disukainya.

Pemasaran Buku saat Pandemi

Terdapat 1.328 penerbit yang terdaftar dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI). Dari ribuan jumlah tersebut, terdapat 711 yang masih aktif melakukan kegiatan produksinya. Sisanya? Gulung tikar, baik karena pandemi atau memang kalah bersaing dengan yang lainnya. Jumlah yang cukup besar dari data penerbit di IKAPI ini, ternyata salah satu alasannya margin keuntungan yang cukup besar pada usaha penerbitan dibandingkan industri lain yang sifatnya barang konsumsi.

Tapi seberapa pun besar keuntungannya, persaingan pasti sangat ketat. Belum lagi adanya pandemi COVID-19 hampir semua aspek kehidupan terdampak karenanya. Melemahnya daya beli masyarakat karena pandemi sangat berdampak dalam penjualan buku. Pendapatan otomatis berkurang padahal harus tetap berproduksi agar roda perekonomian tetap berjalan. Oleh karenanya dibutuhkan strategi marketing yang bervariasi berdasarkan keadaan yang sedang dihadapi saat ini.

Agustinus Subardana, merupakan Direktur Pemasaran Penerbit Andi yang menjadi narasumber perkuliahan kali ini mengatakan strategi pemasaran buku dipengaruhi banyak aspek dan keunikan tersendiri. Bahkan jenis buku pun mempengaruhi strategi pemasarannya. Oleh karenanya, pemetaan strategi pemasaran memang dibutuhkan di setiap lini usaha.

Faktor Strategi Pemasaran Buku

1. Faktor Mikro Pemasaran Buku

Faktor ini berupa perantara, pemasok dan pesaing dan masyarakat. Pada faktor ini lebih banyak terkait dengan hubungan teknis di lapangan antara stakeholder satu dengan yang lainnya.

2. Faktor Makro Pemasaran Buku

Faktor makro dalam pemasaran berupa kebijakan secara nasional. Antara lain faktor demografi-ekonomi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.

Dua Model Strategi Pemasaran Buku

Setelah faktor strategi pemasaran buku, maka dirancanglah strategi pemasaran buku dengan dua model yaitu online dan offline.

1. Strategi Pemasaran Buku secara Online

Berkembangnya teknologi saat ini, memaksa semua unit usaha untuk menyesuaikan keadaan. Pada masa ini, semua hal sudah terkoneksi dengan teknologi. Boleh dikata orang tidak bisa lepas dari teknologi. Gawai menjadi barang yang menjadi genggaman utama setiap orang. Peluang ini harus dimanfaatkan benar untuk pemasaran suatu produk. Maka tidak heran, berbagai marketplace tetap ramai dikunjungi orang lain. Karena sekarang orang lebih suka untuk berbelanja secara online melalui gawai.

Apalagi keadaan diperparah dengan adanya pandemi COVID-19 di mana orang tidak banyak melakukan aktivitas fisik. Penggunaan teknologi untuk pemasaran sangat dibutuhkan. Ada banyak media online yang bisa dipakai antara lain Website, Blog, Facebook, Instagram, channel Youtube dan WhatsApp. Strategi ini yang kemudian disebut dengan Digital Marketing.

Karena tidak bertatap muka secara langsung, maka strategi digital marketing harus dilakukan secara masif dan proaktif untuk promosi. Tujuan dilakukan digital marketing secara proaktif antara lain:

  • Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial
  • Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada sehingga kesetiaan konsumen terjaga.
  • Menjaga kestabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu
  • Menaikkan penjualan dan profit
  • Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing
  • Membentuk citra produk di benak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan
  • Mengubah tingkah laku (yang kurang minat beli, menjadikan tertarik beli ), persepsi dan pendapat konsumen

Selain memakai strategi digital marketing, juga dilakukan dengan komunitas. Pemasaran melalui jaringan komunitas juga sangat efektif dalam penjualan buku. Kuncinya adalah proaktif berkomunikasi, selain itu penulis juga harus menunjukkan sikap dan integritas yang baik selama berada di dalam komunitas tersebut.

Baca juga:

2. Strategi Pemasaran Buku dengan cara Offline

Cara ini lebih banyak diartikan penguasaan pasar dengan cara sistem fisik. Atau dengan kata lain pemasaran secara konvensional. Menguasai pasar dengan melakukan pembukaan toko buku. atau kerja sama dengan toko buku yang tersebar di seluruh Indonesia. Strategi ini paling tidak meliputi beberapa hal, yaitu:

a). Toko Buku

Dalam konsep strategi pemasaran melalui toko buku, suatu penerbit diharapkan mempunyai mesin percetakan sendiri. Hal ini untuk mengupayakan kontinuitas pasokan buku ke toko buku dapat berjalan secara berkala. Dan hampir rata-rata memang pemasok buku ke toko buku,  rata-rata mempunyai mempunyai percetakan sendiri.

Pemetaan toko buku, sebagai strategi pemasaran buku juga meliputi pemetaan tipe toko buku. Dalam hal ini, toko buku terbagi menjadi tiga, yaitu toko buku modern, toko buku semi modern dan toko buku tradisional. Yang membedakan dari ketiganya adalah sistem administrasi pengelolaan tokonya.

strategi pemasaran buku
Display toko buku (Sumber: Agus Dana)

Toko buku modern mempunyai sistem administrasi yang sudah menggunakan teknologi. Transaksi yang terjadi tercatat secara komputerisasi, sehingga data terpusat dalam suatu server walaupun berbeda toko buku dengan letak yang berbeda-beda. Toko buku seperti ini sudah biasa kita kenal, seperti Gramedia Book Store, Gunung Agung Book Store dan Toga Mas Book Store.

Strategi pemasaran yang dipakai, pertama dengan menguasai display buku yang menonjol untuk dilihat mata. Kedua, mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk baik lewat banner maupun speaker di toko tersebut. Ketiga, mengadakan bedah buku melalui talk show.

Keempat, mengadakan tema tematik berdasarkan momentum yang ada pada saat itu. Kelima, proaktif dengan pihak internal toko. Bisa selling secara langsung, senyum sapa untuk mengetahui buku yang diinginkan. Keenam, memahami data buku yang sudah kosong atau menipis untuk dikrim ulang mengisi kekurangan stok buku karena laku keras.

Sedangkan toko buku semi modern pengelolaan administrasi biasanya dikendalikan menggunakan penjualan per toko, sedangkan toko buku tradisional melakukan transaksi secara manual, semacam jual beli barang biasa di toko.

b). Direct Selling/ Kunjungan Langsung

Penjualan secara langsung ke konsumen tentu harus melihat jenis bukunya. Biasanya buku-buku yang bisa ditawarkan langsung ke pelanggan adalah buku yang mempunyai tipe akademik. Oleh karena itu, penawaran dilakukan langsung melalui instansi atau lembaga tersebut, semacam sekolah atau perguruan tinggi. Buku jenis ini meliputi, buku mata pelajaran, buku pendamping mata pelajaran, buku teks perguruan tinggi dan buku referensi untuk semua jenjang.

c). Event-event tertentu

Strategi pemasaran buku tipe ini dengan mengikuti bazar, pameran buku dalam seminar, workshop ataupun try out ujian masuk. Hal ini biasanya cukup dapat menarik orang untuk datang dan melihat buku-buku yang dipajang.

Peran Penulis sebagai Marketing Buku

Berbicara pemasaran, maka bicara berapa target penjualan yang harus dicapai dengan tenggat waktu tertentu. Hal ini dibutuhkan selain untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat, juga untuk menutup biaya produksi secepat mungkin. Sehingga kemungkinan kerugian dapat diperkecil. Maka tugas menjadi marketing bukan tugas yang mudah. Karena tuntutan yang sangat tinggi agar roda perekonomian perusahaan dapat berlangsung dengan baik.

Maka dari itu, selain dari pihak penerbit biasanya penulis juga harus aktif untuk memasarkan bukunya. Supaya buku tersebut dapat cepat laku dengan tingkat penjualan yang signifikan. Penulis biasanya bisa memanfaatkan komunitas-komunitas yang diikuti untuk bisa mempromosikan buku karyanya. Karena diyakini atau tidak, keberadaan komunitas sangat membantu untuk menyebarkan informasi terkait penjualan buku. Lebih-lebih lagi menjadi sarana promosi yang sangat menjanjikan.

yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

You may also like...

2 Responses

  1. Tetaplah menjadi inspirasi orang banyak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *