Tugas pokok pengawas sekolah secara umum terbagi menjadi dua hal yaitu pengawasan dan pembinaan. Oleh karenanya kedudukan pengawas sekolah sangat strategis di dalam memajukan pendidikan pada satuan pendidikan yang menjadi bagian wilayah pembinaannya.

Dengan strategisnya posisi pengawas sekolah maka penunjukan seseorang menjadi pengawas sekolah sudah pasti melalui pertimbangan dan jenjang karir yang tidak singkat. Karena untuk menjadi pengawas dibutuhkan pengalaman yang mumpuni dalam melakukan supervisi (pengawasan, evaluasi dan pembinaan) yang komprehensif. Ini hanya bisa didapat jika seseorang tersebut sudah mempunyai jam terbang yang lumayan di dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah.

Dalam Permen PAN & RB No. 21 Tahun 2010 Pasal 4 disebutkan “pengawas sekolah” merupakan Pejabat karier yang hanya dapat diduduki oleh guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil.  Biasanya pengawas sekolah diisi oleh guru-guru dengan pangkat dan golongan yang sudah lumayan tinggi dalam jenang karir PNS. Sehingga boleh dikatakan, pengawas sekolah rata-rata adalah guru-guru senior. Mereka telah merasakan berbagai macam kondisi permasalahan di dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah sepanjang pengalaman mereka saat menjadi guru.

Tugas Pengawas Sekolah

Sesuai dengan Peraturan Menteri PAN & RB Nomor 21 Tahun 2010 Pasal 5 disebutkan Tugas Pokok  Pengawas Sekolah adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan, penilaian, pelaksanaan bimbingan dan pelatihan profesional guru, melakukan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus.

Pengawasan akademik ini merupakan program pengawasan sekaligus pembinaan bagi pengembangan kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas. Tentu saja ini cakupannya luas mulai dari perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi pembelajaran akan mejadi bagian pokok pengawasan sekaligus pembinaan oleh pengawas sekolah.

Pengawasan akademik secara teknis bisa dilakukan dengan adanya supervisi terhadap guru. Sehingga nanti akan didapatkan evaluasi mendasar terkait rancangan tindak lanjut dari kegiatan supervisi akademik kepada guru di sekolah pengawasannya.

Sedangkan pengawasan manajerial merupakan supervisi terkait dengan pengelolaan sekolah yang meliputi efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pelayanan pendidikan di dalam sekolah. Hal ini terkait program kerja dari sekolah, pelaksanaan serta evaluasi dalam perbaikan kondisi sekolah.

Kegiatan Pengawas Sekolah

Dengan mengacu pada tugas pokok pengawas sekolah seperti di atas, maka peran atau kegiatan yang bisa dilakukan oleh pengawas sekolah antara lain:

  1. Menyusun program kerja kepengawasan untuk setiap semester dan setiap tahunnya pada sekolah yang dibinanya.
  2. Melaksanakan penilaian, pengolahan dan analisis data hasil belajar/bimbingan siswa dan kemampuan guru.
  3. Mengumpulkan dan mengolah data sumber daya pendidikan, proses pembelajaran/bimbingan, lingkungan sekolah yang berpengaruh terhadap perkembangan hasil belajar/bimbing­an siswa.
  4. Melaksanakan analisis komprehensif hasil analisis berbagai faktor sumber daya pendidikan sebagai bahan untuk melakukan inovasi sekolah.
  5. Memberikan arahan, bantuan dan bimbingan kepada guru tentang proses pembelajaran/bimbingan yang bermutu untuk meningkatkan mutu proses dan hasil belajar/ bimbing­an siswa.
  6. Melaksanakan penilaian dan monitoring penyelenggaran pendidikan di sekolah binaannya mulai dari penerimaan siswa baru, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan ujian sampai kepada pelepasan lulusan/pemberian ijazah.
  7. Menyusun laporan hasil pengawasan di sekolah binaannya dan melaporkannya kepada Dinas Pendidikan, Komite Sekolah dan stakeholder lainnya.
  8. Melaksanakan penilaian hasil pengawasan seluruh sekolah sebagai bahan kajian untuk menetapkan program kepengawasan semester berikutnya.
  9. Memberikan bahan penilaian kepada sekolah dalam rangka akreditasi sekolah.
  10. Memberikan saran dan pertimbangan kepada pihak sekolah dalam memecahkan masalah yang dihadapi sekolah berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan.

Fungsi Pengawas Sekolah

Fungsi pengawas sekolah tidak akan jauh dengan tujuan pokok pengawas sekolah seperti di atas. Oleh karenanya, fungsi pengawas sekolah juga terbaik menjadi dua yaitu fungsi supervisi akademi dan supervisi manajerial.

Fungsi supervisi akademik merupakan fungsi yang terkait dengan pembinaan proses pembelajaran sampai pada tahap pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru-guru yang dibina dalam unit sekolah tertentu.

Oleh karenanya, seorang pengawas sekolah harus berperan beberapa hal di bawah ini untuk menunjang fungsi supervisi akademik bagi guru-guru yang dibina.

  1. Mitra guru dalam peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran di sekolah binaannya
  2. Inovator dan pelopor dalam mengembangkan inovasi pembelajaran dan bimbingan di sekolah binaannya
  3. Konsultan pendidikan di sekolah binaannya
  4. Konselor bagi kepala sekolah, guru dan seluruh staf sekolah
  5. Motivator untuk meningkatkan kinerja semua staf sekolah

Fungsi supervisi manajerial merupakan fungsi yang terkait efektivitas dab efisiensi kinerja dalam pengelolaan sumber daya yang dimiliki oleh sekolah. Sehingga membantu kepala sekolah dalam (1) administrasi kurikulum, (2) administrasi keuangan, (3) administrasi sarana prasarana/perlengkapan, (4) administrasi personal atau ketenagaan, (5) administrasi kesiswaan, (6) administrasi hubungan sekolah dan masyarakat, (7) administrasi budaya dan lingkungan sekolah, serta (8) aspek-aspek administrasi lainnya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. 

Dalam pelaksanaan fungsi supervisi manajerial, maka pengawas sekolah dapat berperan sebagai berikut.

  1. Kolaborator dan negosiator dalam proses perencanaan, koordinasi, pengembang­an manajemen sekolah,
  2. Asesor dalam mengidentifikasi kelemahan dan menganalisis potensi sekolah binaannya
  3. Pusat informasi pengembangan mutu pendidikan di sekolah binaannya
  4. Evaluator/judgement terhadap pemaknaan hasil pengawasan

Kompetensi Seorang Pengawas Sekolah

Dalam pelaksanaan tugas sebagai pengawas, tentu dibutuhkan kompetensi yang harus melekat dan teruji di dalam diri seorang pengawas. Selayaknya guru yang mempunyai empat kompetensi mendasar yang harus dipunyai yaitu kompetensi profesional, pedagogis, sosial dan kepribadian. Seorang pengawas juga harus mempunyai kompetensi beberapa hal yaitu:

  1. Sosial
  2. Kepribadian
  3. Supervisi akademik
  4. Supervisi manajerial
  5. Evaluasi pendidikan
  6. Penelitian dan Pengembangan

Begitu pentingnya peran dari pengawas sekolah sudah semestinya, setiap pengawas harus mempunyai semangat yang baik dalam membantu sekolah binaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya. Sehingga terjadi sinergi yang pas antara guru, kepala sekolah serta pengawas sekolah.

Tulisan ini dibuat sebagai bahan refleksi kunjungan pengawas ke sekolah kami. Semoga dapat bermanfaat.

Sumber: Akhmad Sudrajat

Baca Juga:

  1. Supervisi Guru, Tujuan dan Jenis-jenisnya
  2. Tujuan dan Manfaat Evaluasi Pendidikan

yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *