Evaluasi diri guru merupakan daftar pernyataan yang dapat mencerminkan kompetensi seorang guru. Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru paling tidak ada empat kompetensi. Yaitu kompetensi pedagogis, sosial, kepribadian dan profesional.

Keempat kompetensi itu saling mengisi dan merua=pakan satu kesatuan yang harus dipunya oleh guru. Terlepas ada yang masih kurang, tentu menjadi bahan evaluasi sehingga ada perbaikan ke depannya. Oleh karenanya, dibutuhkan item-item pernyataan yang digunakan untuk mengukur sampai sejauh mana kompetensi dari masing-masing aspek bisa tercapai minimal tercukupi dengan baik.

Kompetensi Pedagogis

Kompetensi pedagogis berkaitan erat dengan kecakapan seorang guru dalam mengelola kelas. Mulai dari perencanaan pembelajaran, proses pelaksanaan pembelajaran sampai pada evaluasi pembelajaran. Ketiga item tersebut jika dijabarkan lagi tentu akan banyak sekali pembahasannya. Mulai dari RPP dan perangkat lainnya, metode dan model pelaksanaan pembelajaran, hingga teknik dan instrumentasi evaluasi pembelajaran.

Di dalamnya juga tercakup bahwa pelaksanaan pembelajaran harus bisa mengembangkan potensi terbaik dari peserta didik. Sehingga gelaran pelaksanaan pembelajaran dapat memberikan output yang tidak hanya sekedar nilai, tapi peserta didik mengerti kelebihan dan kelemahan dirinya di dalam proses belajar. Sehingga menemukan cara bagaimana meng-upgrade kekurangan peserta didik serta mengembangkan lebih baik lagi kelebihan yang telah dimiliki.

Itulah yang kemudian disebut dengan pembelajaran bermakna. pembelajaran yang mampu memberikan kesadaran bagi peserta didik untuk lebih menyadari potensi diri untuk berkembang menjadi lebih baik lagi.

Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial merupakan kompetensi seorang guru untuk bisa bergaul dengan baik dengan peserta didik, rekan kerja, orang tua/wali serta masyarakat di mana guru tersebut tinggal. Pergaulan yang positif melalui tutur kata serta perilaku yang baik selalu menjadi perhatian bagi orang lain.

Guru sebagai seorang pendidik tentu tidak bisa mengabaikan terkait hal ini. Karena guru dipandang sebagai orang yang bisa digugu dan ditiru dari berbagai aspek. Termasuk yang paling utama adalah konsep pergaulan yang diciptakan melalui tutur kata dan perilaku seorang guru.

Kompetensi Kepribadian

Kompetensi Kepribadian merupakan kompetensi yang menggambarkan kejiwaan yang ada dalam diri seorang guru. Output-nya nanti tentu saja tutur kata dan perilaku yang ditampikan sehari-hari.

Guru bisa menampilkan sosok dirinya sebagai orang yang berwibawa, jujur, disiplin, tegas, adil dan karakter positif yang lainnya. Harapannya, kompetensi kepribadian ini bisa menjadi teladan bagi peserta didik.

Hal ini penting karena setiap peserta didik mempunyai kelabilan emosi dan pola pikir. Mereka belum menemukan jati diri mereka. Sehingga peserta didik memerlukan model pribadi yang dianggapnya baik dan sesuai dengan naluri kejiwaannya.

Jika guru mampu memberikan kesan dan teladan yang baik, bukan tidak mungkin peserta didik akan dengan mudah melihat Anda sebagai role model bagi hidupnya. Hal ini akan sangat positif sekali mengingat mereka memerlukan sosok yang perlu ditiru.

Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional merupakan kompetensi guru yang berkaitan dengan penguasaan materi belajar yang diampunya. Tidak hanya itu, kompetensi profesional juga berkaitan dengan pemahaman mendalam bagi seorang guru untuk mengembangkan materi belajar. Sehingga peserta didik juga dapat merasakan kedalaman ilmu yang dimiliki oleh seorang guru.

Ini penting, karena peserta didik merupakan seorang penilai yang jujur dan spontan. Jika kita tidak bisa menggambarkan materi belajar dengan struktur yang baik, baik dari segi penyampaian maupun substansi materi belajar maka dengan sangat mudah mereka akan mengecap bahwa kita tidak bisa mengajar.

Hal ini kana menurunkan kredibilitas kita di hadapan mereka. Bisa jadi kita aman-aman saja, kalau bertemu dengan peserta didik yang tidak kritis. Tapi jika kita berhadapan dengan peserta didik yang kritis maka kita akan kerepotan.

Terlebih lagi, ilmu yang akan disampaikan guru banyak tersebar di internet. Mereka dengan sangat mudah mencari bahkan membandingkan materi yang disampaikan guru dengan materi yang ada di internet. Jika guru tak mampu berinovasi dan mengembangkan ilmunya, tentu akan menjadi masalah nantinya.

Evaluasi Guru dan Empat Kompetensi

Evaluasi diri merupakan upaya dalam merangkum data dan fakta keadaan guru yang sebenarnya. Sehingga empat kompetensi guru sudah pasti akan menjadi bahan evaluasi yang akan ditelaah oleh manajemen sekolah.

Perlu diingat, evaluasi diri guru bukan berarti mencari kesalahan seorang guru. Namun untuk melihat kelemahan dan kelebihan yang dimiliki oleh seorang guru. Sehingga dapat ditindaklanjuti dengan program yang akan dilakukan oleh sekolah berdasarkan data yang ada.

Setiap kelemahan akan dicoba untuk di-upgrade sehingga dapat memaksimalkan potensi guru untuk lebih bisa berkembang lagi. Kecepatan perkembangan tergantung dari guru masing-masing. Sekolah tentu hanya sebagai perumus dan fasilitator upaya pengembangan potensi dan kompetensi dari guru.

Tujuannya tentu pasti demi kebaikan dan kemajuan sekolah. Jika guru sudah berangsur baik, maka harapannya peningkatan kompetensi peserta didik juga akan semakin baik. Imbasnya kualitas sekolah juga semakin baik.

Silahkan download: Format Evaluasi Diri Guru

Baca Juga:


yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *