Jika Anda ingin mempelajari sains, Anda akan dihadapkan dengan pertanyaan bagaimana “sesuatu” itu bisa muncul di muka bumi? Untuk mencari jawabannya, Anda dihadapkan dengan bagaimana cara mencari jawaban tersebut dengan cara yang tepat. Oleh karenanya muncul dan dikembangkan konsep berpikir ilmiah. Konsep berpikir ilmiah ini melahirkan metode ilmiah.

Dalam belajar Kimia, kita tidak hanya berkutat pada penemuan unsur-unsur baru yang dapat digunakan dalam kehidupan manusia. Namun, juga dapat menyelidiki fenomena-fenomena alam berkaitan dengan Kimia. Hal sederhana berkaitan dengan alam, dan membuat penasaran, dapat ditemukan jawabannya dengan memahami konsep metode ilmiah. Lantas, apa itu Metode Ilmiah? Bagaimana langkah-langkah yang dijalankan di dalamnya?

Pengertian Metode Ilmiah

Metode ilmiah merupakan langkah-langkah yang tersusun secara sistematis dan logis untuk menemukan solusi dari suatu permasalahan maupun pikiran yang dihadapi. Oleh karenanya, konsep sederhananya seseorang akan menentukan hasil dari suatu masalah tersebut. Atau biasa disebut dengan hipotesis (dugaan awal). Kemudian dilanjutkan dengan berbagai percobaan (eksperimen) untuk membuktikannya. Sehingga nanti akan muncul suatu jawaban yang pasti dari penarikan kesimpulan dari berbagai macam eksperimen yang telah dilakukan.

Tujuan Mempelajari Metode Ilmiah

Metode ilmiah memaksa diri kita untuk berpikir logis dan rasional serta sistematis. Oleh karena itu, tujuan dan manfaat mempelajari metode ilmiah salah satunya untuk membiasakan pikiran kita agar terbuka terhadap fenomena alam yang ada sekitar kita. Bahwa semua yang terjadi tak datang secara tiba-tiba. Mereka punya sebab dan akibat.

Metode ilmiah melatih kita untuk mengorganisasikan data dan fakta yang ada untuk ditarik sebuah kesimpulan besar. Selain itu, metode ilmiah melatih kita untuk peka terhadap alam, menelitinya, menuliskannya serta dapat mengomunikasikan kepada orang lain.

Metode ilmiah membimbing kita untuk mencari pengetahuan-pengetahuan baru berdasarkan rasa penasaran yang ada dipikiran manusia. Berangkat dari penasaran itu, alam pikiran kita akan mencoba memaksa kita untuk mempelajari fenomena-fenomena di sekitar kita. Sehingga muncullah konsep berpikir ilmiah dan metode ilmiah untuk menyingkap ilmu-ilmu baru.

Baca Juga:

Langkah-Langkah Metode Ilmiah

Berdasarkan pengertian metode ilmiah yang berupa langkah prosedur untuk menemukan solusi permasalahan, maka dibutuhkan perancangan yang rinci dan detail. Sehingga solusi yang diberikan dengan penerapan langkah-langkah metode ilmiah akan akurat dan valid.

1. Merumuskan masalah

Masalah merupakan “benda” atau hal yang akan dicarikan solusinya. Dalam kaitan dunia keilmiahan, merumuskan masalah harus dalam bentuk pertanyaan terbuka yang memungkinkan beragam jawaban. Sehingga hasil dari eksperimen bisa merujuk pada permasalahan terebut.

2. Permusan hipotesis

Perumusan hipotesis merupakan langkah memberikan jawaban sementara dari permasalahan yang ada. Jawaban sementara ini harus berdasarkan data yang ada. Jangan sampai asal dibuat, tanpa ada dasar yang menguatkan. Ingat, kita bicara sains yang mengutamakan data dan fakta sebagai bahan perimbangan utama dalam perumusan suatu pendapat.

3. Menetapkan variabel penelitian

Variabel penelitian merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil dari suatu penelitian. Ada tiga jenis variabel yang umum digunakan, yaitu variabel bebas (dirancang untuk bisa diubah-ubah untuk melihat pengaruh dari hasil penelitian), terikat (variabel yang diukur atau diamati sebagai percobaan) dan tetap (variabel yang tidak diubah).

4. Menetapkan prosedur kerja

Prosedur kerja merupakan langkah-langkah yang runtut alur kerja penelitian yang akan dilaksanakan. Datar pekerjaan dalam seia tahap penelitian terencana secara rinci. hal ini untuk memudahkan kerja dan hasil yang maksimal.

5. Mengumpulkan data

Pengumpulan data mempunyai makna bahwa setiap kejadian sekecil apa pun itu dicatat secara detail. Tidal boleh dilewatkan. Untuk memudahkan pencatatan bisa dibuatkan tabel data pengamatan.

Baca Juga:

6. Mengolah dan menganalisis data

Membandingkan data yang ada dengan referensi-referensi yang valid merupakan salah satu cara untuk menganalisis data hasil penelitian. Kemudian membuatkan tabel, grafik atau pun statistik data memudahkan untuk pengolahan data yang telah ada. Sehingga memudahkan dalam menemukan kesimpulan dan mengomunikasikan kepada orang lain.

7. Menarik kesimpulan

Setelah data diolah maka saatnya menarik kesimpulan. Menarik kesimpulan berdasarkan pola yang terbentuk dari data yang diolah. Kemudian harus bisa menjelaskan apakah kesimpulan tersebut mendukung hipotesis awal ataupun terjadi perbedaan. Semua harus dijelaskan secara logis berdasarkan fakta yang telah ada walaupun itu terjadi perbedaan dengan hipotesis awal.

8. Mengomunikasikan hasil

Mengomunikasikan hasil penelitian sangat penting untuk penelitian selanjutnya. Hasil penelitian yang telah dikomunikasikan dengan lisan maupun tulisan akan menjadi bahan referensi dan rujukan bagi peneliti lain. Tapi yang harus diingat bahwa hasil penelitian harus bisa dipertanggungjawabkan berdasarkan data yang ada. Sehingga hasil penelitian bermanfaat untuk penemuan pengetahuan baru di masa mendatang.

Bagaimana penjelasan mengenai metode ilmiah di atas? Semoga bermanfaat


yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *