Tata nama Alkana merupakan dasar untuk memahami tata nama senyawa hidrokarbon lain, yaitu alkena dan alkuna. Jika sudah memahami tata nama alkana, maka akan sangat mudah memahami tata nama alkena dan alkuna. Hal ini dikarenakan senyawa alkana masih bisa dikatakan sederhana karena ikatan yang terjadi antar unsur penyusunnya masih berikatan tunggal. Sedangkan alkena dan alkuna berikatan rangkap yang tentu saja, akan memberikan dampak penamaan yang berbeda.

Alkana berikatan tunggal dapat juga dikatakan juga berikatan jenuh karena akan susah bereaksi dibandingkan dengan alkena dan alkuna yang berikatan rangkap. Karena ikatan tunggal berati setiap tangan dari atom penyusunnya sudah berikatan. Berbeda dengan alkena dan alkuna yang berikatan rangkap lebih mudah untuk bereaksi karena ikatan rangkap dapat terbuka untuk bereaksi dengan unsur lain sehingga menjadi ikatan tunggal sebagaimana mestinya suatu ikatan kimia secara umum.

Rumus Senyawa Alkana

Senyawa alkana tersusun dengan rumus umum : CnH2n+2. Rumus ini akan digunakan untuk membentuk berbagai macam jenis senyawa alkana mulai yang sederhana sampai rumit. Huruf n menunjukkan jumlah dari angka 1, 2, 3 dan seterusnya. Dan ini mempengaruhi nama senyawa alkana.

Baca Juga:

Konsep Metode Ilmiah dalam Kimia

NoNamaRumus KimiaRumus Struktur
1MetanaCH4CH4
2EtanaC2H6CH3CH3
3PropanaC3H8CH3CH2CH3
4ButanaC4H10CH3CH2CH2CH3
5PentanaC5H12CH3CH2CH2CH2CH3
6HeksanaC6H14CH3CH2CH2CH2CH2CH3
7HeptanaC7H16CH3CH2CH2CH2CH2CH2CH3
8OktanaC8H18CH3CH2CH2CH2CH2CH2CH2CH3
9NonanaC9H20CH3CH2CH2CH2CH2CH2CH2CH2CH3
10DekanaC10H22CH3CH2CH2CH2CH2CH2CH2CH2CH2CH3

Bentuk Struktur Alkana

Bentuk struktur alkana secara umum dapat dibagi menjadi tiga yaitu alkana rantai lurus, rantai bercabang dan siklis. Ketiganya akan dibahas secara singkat seperti di bawah ini.

a. Alkana rantai Lurus

Alkana rantai lurus mempunyai arti struktur senyawa terbentuk secara lurus seperti pada tabel di atas. Dan, ini adalah struktur yang normal. Sehingga terkadang penamaan alkana rantai lurus menggunakan huruf n di depannya. Seperti contohnya:

n – propana : CH3 – CH2 – CH3

n – butana : CH3CH2CH2CH3

b. Alkana rantai bercabang

Alkana rantai bercabang ini mempunyai arti rantai lurus yang ada pada normal alkana dapat berubah dengan adanya cabang pada rantai tunggal. Cabang ini yang kemudian disebut dengan gugus alkil yang akan menjadi salah satu cara dalam penamaan alkana yang akan dibahas nanti. Mari kita lihat contohnya.

2-metil-butana :

Jika dilihat dari strukturnya, coba dilihat ada cabang ke bawah satu atom C. Itu dinamakan dengan cabang atau gugus alkil yang diambil dari nama aslinya, metana berubah menjadi metil. Sedangkan rantai lurusnya sejumlah empat atom C yang berarti butana.

c. Rantai alkana siklis

Rantai siklis mempunyai arti ranai yang terbentuk berbentuk siklis atau siklus atau juga disebut dengan rantai tertutup. Mari kita lihat contohnya.

siklobutana:

Gugus Alkil pada Hidrokarbon

Gugus alkil dalah alkana yang kehilangan satu atom H. Penamaan sama dengan alkana namun diubah menjadi akhiran -il. Kegunaannya biasanya untuk menyebutkan penamaan cabang dari senyawa hidrokarbon.

Gugus Alkil

Tata Nama Alkana

Ada beberapa langkah dalam memberikan nama sebuah senyawa alkana. Mari silahkan simak penjelasan berikut.

1.Tentukan rantai terpanjang dalam struktur senyawa alkana yang tersedia. Artinya yang mempunyai atom C terbanyak. Kemudian berikan nama sesuai jumlah atom C tersebut dengan akhiran -ana (alkana).

contoh alkana
Struktur senyawa tersebut mempunyai empat atom C baik lurus atau belok ke bawa. Sehingga alkana tersebut adalah butana.

2. Tentukan rantai cabang dengan mengganti nama dengan gugus alkil. Jika melihat struktur di atas, maka gugus alkil yang berperan adalal metil. Karena jumlah atom C hanya satu, Silahkan pahami di bagian gugus alkil. Oleh karena itu nam alkana tersebut untuk sementara : metil – butana.

3. Tentukan letak cabang dengan memberikan nomor pada rantai utama. Penomoran dimulai dari ujung yang paling dekat dengan cabang. Pada struktur di atas ujung paling dekat sebelah kiri. Maka penomoran dimulai dari sebelah kiri. sehingga nama dari alkana tersebut adalah: 2 – metil – butana.

4. Jika alkana memiliki cabang yang sama lebih dari satu, nama cabang digabung menjadi satu dan diberi awalan di – (jumlah cabang ada dua), tri – (jumlah cabang ada 3), atau tetra – (jumlah cabang ada empat). Contoh: 2, 2 dimetil – pentana.

5. Jika alkana memiliki cabang yang berbeda, penulisan nama diurutkan berdasarkan urutan abjad.

Contoh: 3 – bromo, 2 – metil – pentana.

Demikianlah penjelasan mengenai tata nam alkana. Smeoga dpaat bermanfaat.

Sumber gambar:

idschool.net


yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *