Teori asam basa yang dikenal secara luas terdapat tiga konsep. Ketiganya saling melengkapi dan memperbaiki. Sehingga ketika belajar larutan asam basa, ketiganya harus dipahami secara berurutan dan runtut.

Istilah asam berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka. Sedangkan istilah basa berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Asam dan basa merupakan senyawa yang saling menetralkan.

KARAKTERISTIK LARUTAN ASAM BASA

1. LARUTAN ASAM

Asam merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam pengertian lain asam dapat diartikan zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Ketiga pengertian tersebutbmerupakan teori perkembangan teori asam basa yang nanti akan dibahas dobagian bawah artikel ini.

Dalam kehidupan sehari-hari, asam dapat dicontohkan antara lain cuka mengandung asam asetat, jeruk mengandung asam sitrat, anggur mangandung asam tartrat, apel mengandung asam malat, vitamin C mengandung asam askorbat, dan obat tetes mata mengandung asam borat.

a. Sifat Larutan Asam

Adapun sifat-sifat larutan asam, diantaranya yaitu

  • Memiliki rasa masam (Namun jangan mencicipinya)
  • Dapat mengubah lakmus biru menjadi merah
  • Dapat menghantarkan arus listrik (asam kuat)
  • Jika dilarutkan dalam air akan melepaskan ion hidrogen (H+)
  • Bersifat korosif terhadap logam
  • Dapat menetralkan basa

b. Jenis Larutan Asam

Terdapat dua jenis larutan asam yaitu asam kuat dan asam lemah. Adanya karat pada besi merupakan salah satu ciri yang menunjukkan bahwa asam bersifat korosif terhadap logam.

Contoh zat yang termasuk Asam Kuat, diantaranya: asam lambung (asam klorida = HCl), asam sulfat (H2SO4), asam sulfit (H2SO3), asam bromida (HBr), asam nitrat (HNO3) dan asam nitrit (HNO2).

Contoh zat yang termasuk Asam Lemah, diantaranya: asam karbonat (H2CO3), asam asetat (CH3COOH), asam sulfida (H2S), asam sianida (HCN) dan asam fosfat (H3PO4).

2. LARUTAN BASA

Basa merupakan senyawa yang dapat  menyerap ion hidronium ketika dilarutkan dalam air. Basa memiliki pH lebih besar dari 7. Jika dilarutkan dalam air akan terurai menjadi ion hidroksil (OH–) dan ion positif logam (tapi tidak selalu). Oleh karena itu, suatu basa dapat menghantarkan arus listrik.

Contoh basa yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari diantaranya seperti obat maag mengandung magnesium hidroksida (Mg(OH)2) dan aluminium hidroksida (Al(OH)3); sabun mandi mengandung natrium hidroksida (NaOH); sabun mandi bayi mengandung kalium hidroksida(KOH); deodorant mengandung aluminium hidroksida (Al(OH)3) dan pembersih lantai mengandung ammonium hidroksida (NH4OH).

Baca Juga:

a. Sifat Larutan Basa

Adapun sifat-sifat basa diantaranya yaitu:

  • Terasa licin jika terkena kulit (tidak untuk dicoba di kulit, berbahaya)
  • Dapat mengubah lakmus merah menjadi biru
  • Dapat menghantarkan arus listrik (basa kuat)
  • Apabila dilarutkan dalam air akan melepaskan ion hidroksil (OH–)
  • Dapat menetralkan asam

b. Jenis Larutan Basa

Basa kuat merupakan basa dilarutkan dan hampir seluruh ion (OH–) dilepaskan maka basa itu disebut basa kuat. Contoh basa kuat, diantaranya sepeti natrium hidroksida (NaOH), kalsium hidroksida (KOH), barium hidroksida(Ba(OH)2).

Basa lemah merupakan basa yang hanya sebagian kecil OH- yang dilepaskan maka basa itu. Contoh basa lemah, diantaranya seperti ammonium hidroksida (NH4(OH) dan aluminium hidroksida (Al(OH)3).

TEORI ASAM BASA

Teori Asam Basa Arrhenius

Menurut Arrhenius (1884), asam adalah spesi yang apabila dilarutkan dalam air akan terdisosiasi menghasilkan ion H+ dan basa adalah spesi yang apabila dilarutkan dalam air akan terdisosiasi menghasilkan ion OH-.

Lalu, bagaimana jika pelarutnya bukan air? Semisal benzena. Nah, di sinilah letak kelemahan dari teori ini. Belum mampu menjelaskan jika pelarut yang dipakai selain air. Untuk itu, nanti akan dibahas di teori yang kedua.

Contoh

Asam :

HCl → H+(Aq) + CI(Aq)

CH3COOH(aq)  H+(aq) + CH3COO(aq)

Basa :

NaOH(Aq) → Na +(Aq)  + OH(Aq)

NH4OH NH4+(aq) + OH(aq)

Teori Asam Basa Bronsted Lowry

Teori ini dikembangkan Bronsted-Lowry untuk melengkapi kekurangan dari teori Arrhenius. Dimana jika pelarutnya bukan air masih dapat dibedakan mana asam dan mana yang basa.

Bronsted-Lowry mengatakan dikatakan asam jika spesi tersebut mendonorkkan proton (H+). Sedangkan dikatakan basa jika spesi tersebut menerima (akseptor) proton (H+). Dengan konsep ini, maka akan mudah menemukan larutan yang dikatakan asam, dan larutan yang tergolong basa.

Contoh:

CH3COOH + H2O <-> CH3COO +  H3O+

Dari contoh di atas, CH3COOH berlaku sebagai asam karena mendonorkan proton sehingga kehilangan H+ menjadi CH3COO yang kemudian disebut dengan basa konjugasi. Disebut basa konjugasi, karena dia dapat menerima proton pada reaksi berikutnya atau saat bertemu spesi lain.

Sedangkan H2O berlaku sebagai basa karena menerima (akseptor) proton sehingga berubah menjadi H3O+ yang kemudian disebut dengan asam konjugasi kaena mampu memberikan kelebihan protonnya kepada spesi lain.

Sehingga muncul kaidah:

  • pasangan asam – basa konjugas : CH3COOH dengan CH3COO
  • pasangan basa – asam konjugasi : H2O dengan H3O+

Teori Asam Basa Lewis

Konsep asam basa yang ditawarkan oleh Lewis berbeda dengan pendahulunya. Dia menganggap yang menentukan suatu zat itu asam atau basa karena pasangan elektron yang ada di dalam senyawa itu.

Oleh karenanya, asam menurut Lewis adalah spesi yang menerima pasangan elektron. Sedangkan basa menurut Lewis adalah spesi yang mendonorkan pasangan elektron.

Contoh:

Reaksi asam Basa Lewis

Sumber:

mystupidtheory.com

pelajaran.co.id


yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *