tips membuat tulisan mengguhgah emosi

Banyak alasan untuk ngeblog. Saat ini perkembangan blog tidaklah sebagus dan setenar dulu. Banyak orang lebih memilih untuk membuat konten Video Blog yang dimasukkan dalam Youtube atau Facebook. Tentu saja alasan utamanya adalah penghasilan dari adsense dan iklan dari video tersebut. Selain itu, saat ini sebagian besar orang lebih suka untuk melihat video dibandingkan membaca tulisan dalam suatu blog. Lebih ringkas, mudah dipahami dan dapat diputar berulang-ulang.

Hanya saja alasan untuk tetap ngeblog di tengah gempuran para Youtuber tetap ada. Saya misalnya, walaupun tidak terlalu konsisten mengisi blog, namun kerinduan untuk menulis di dalam blog selalu ada. Apa yang mendasari perasaan ini? Entah apa, tapi yang pasti kepuasan menulis sesuai dengan keinginan kita, itulah yang terasa melegakan. Padahal kalau ditengok secara saksama, gaya tulisan saya pun tidak terlalu bagus. Bahkan cenderung biasa-biasa saja. Itulah mengapa alasan ngeblog akan selalu ada. Saya yakin banyak orang yang masih mempertahankan ngeblognya ada yang punya perasaan yang sama dengan saya. KEPUASAN.

pexels.com

Alasan Orang tetap Ngeblog

Penghasilan Tambahan

Diluar sana, tentu alasan ngeblog salah satunya adalah mencari penghasilan tambahan. Bahkan periode sebelum Youtuber menjamur dengan berbagai konten Youtubenya, aktivitas ngeblog bisa menjadi penghasilan utama. Sudah banyak cerita, orang-orang yang dulu kerja di kantor dengan gaji belasan juta berani resign demi menjadi full-time blogger. Pendapatan dari iklan, adsene, affliate dan endorshment cukup lumayan bahkan dibilang besar. Tetapi untuk sampai pada level itu, bukanlah sesuatu yang mudah untuk diraih. Anda harus membuat konten original yang bagus, paham SEO dan yang paling penting adalah konsistensi menulis. Namun, bagi saya sebenarnya yang paling penting adalah konsistensi menulis. Baru kemudian tingkatkan kemampuan menulis konten yang bagus, sambil berjalan mempelajari SEO.

Personal Branding

Tak bisa dipungkiri, menulis memberikan dampak penting dalam curriculum vitae seseorang. Terlebih lagi kita berkecimpung di dalam dunia pendidikan. Profesi guru ataupun dosen seakan “dipaksa” untuk bisa menulis jika ingin naik pangkat untuk ke jenjang berikutnya dalam jenjang jabatan tertentu. Namun apapun itu, kelebihan seorang guru ataupun dosen yang mampu menulis menjadikan dirinya nilai plus. Sehingga tidak perlu kita berpusing ria memikirkan paksaan tersebut. Berpikirlah bahwa kita bisa menjadi pendidik plus jika mampu membuat sebuah karya lewat tulisan. Sehingga beban itu akan pecah dan mengalir sendiri. Inilah yang disebut dengan Personal Branding.

Orang akan mengenal kita sebagai apa?

Orang akan mengenal kita punya kemampuan apa?

Orang akan mengenal kita punya kelebihan apa?

Pertanyaan inilah yang mungkin bisa menggambarkan apa itu personal branding.

Hobi/Suka-Suka

Saya mungkin masuk kriteria ini. Ngeblog menjadi bagian dari penuangan hobi menulis saya. Negblog lebih private saja. Berbeda dengan menulis di media sosial yang langsung dibaca orang dalam satu waktu setelah kita klik kirim tulisan kita. Ngeblog memang bisa juga seperti itu, namun ruang imajinasi lebih terasa luas dan private. Tak perlu merasa minder dan malu karena blog seakan rumah kita. Mau kita isi dan hias seperti apapun keinginan kita, ya suka-suka kita. Kalau medsos langsung terintregrasi dengan beranda orang lain. Jadi agak terasa gimana gitu kalau saya.

Berbagi Informasi

Berbagi informasi mungkin menjadi hal dasar orang ngeblog. Terlebih lagi orang yang mempunyai keahlian khusus dan memang bersedia untuk berbagi. Sehingga di dunia maya, jutaan informasi dari berbagai bidang tersedia dengan mudah untuk diakses. Tentu ini karena orang sengaja membuat dengan alasan untuk berbagi. MMeskipun tentu ada banyak alasan lain juga.

Baca ini Juga:

4 Langkah Membangun Kepercayaan dengan Siswa Generasi 4.0

Rendahnya Tingkat Pemahaman dalam Membaca

Blog Pendidikan dan Peluang Adsense

Ada dua macam tipe blog berdasarkan topik pembahasan. Pertama, blog yang mempunyai isi bermacam-macam topik jadi satu bahasan blog. Biasanya disebut dengan multiniche. Sedangkan yang kedua, special niche, yang artinya blog hanya membahas satu topik saja. Blog pendidikan masuk daam kategori special niche. Hal ini dikarenakan pembahsan dalam blog hanya berkutat pada dunia pendidikan. Sedangkan pembahasan dunia pendidikan, tentu kita ketahui sangatlah luas. Sehingga cukup banyak variasi materi tulisan yang bisa dituangkan didalam blog.

Beragam tema pilihan dapat kita tulis di dalam blog pendidikan. Antara lain materi pembelajaran, informasi dapodik, beasiswa, tips guru dalam mengajar, tips siswa, informasi lomba, informasi kebijakan baru terkait dunia pendidikan, penyelesaian soal-soal UH, US, UN, ujina masuk perguruan tinggi ataupun soal olimpiade dan masih banyak yang lainnya.

Namun, blog pendidikan mempunyai beberapa kekurangan jika dibandingkan dengan blog dengan kategori lain. Pertama, jika dalam masa-masa liburan jumlah views akan mengalam penurunan secara drastis. Berbeda dengan blog dengan kategori lain yang tentunya tidak mengenal periode waktu liburan. Kedua, blog pendidikan mulai banyak pesaingnya. Blog dengan tipe ini dapat dibuat oleh siswa, mahasiswa, guru atau dosen. Sehingga persaingannya cukup ketat. (encangrifqi.com)

Lalu bagaimanakah peluang adsense untuk blog pendidikan?

Tak bisa dipungkiri adsense adalah salah satu gaya tarik yang cukup besar bagi seseorang dalam menulis blog. Blog pendidikan tetap mampu bersaing di dalam iklan adsense. Hanya saja kunci utama dalam menulis di blog adalah konsistensi dan orisinalitas. Dua hal tersebut sangat fundamental di dalam penulisan blog terlebih untuk mendapatkan iklan adsense. Selebihnya Anda bisa bisa belajar ilmu SEO untuk mempermudah pengunjung menemukan blog/situs Anda. Memakai tema yang friendly serta sitemap blog yang rapi. Kemudian tips-tips lain untuk mendapatkan adsense tentu dapat Anda pelajari dengan membaca blog yang membahas khusus tentang adsense.

By yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *