Pembelajaran Inquiry merupakan salah satu dari pembelajaran yang termasuk di dalam pembelajaran saintifik sesuai kurikulum 13 (K13). Inquiry jika dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia bermakna penyelidikan. Oleh karena itu, konsep dasar dari pembelajaran inquiry adalah melakukan kegiatan penyelidikan dan pemeriksaan.

Seperti halnya pembelajaran saintifik yang lain, pembelajaran inquiry juga sangat menekankan keterlibatan secara aktif peserta didik dalam rangkaian pembelajaran. Karena makna inquriy penyelidikan, tentu peserta didik aktif untuk merancang, mengamati, melakukan pengujian, menganalisis dan mengolah data sampai pada kesimpulan akhir kegiatan.

Pengertian Pembelajaran Inquiry

Gulo (2005) menyatakan bahwa strategi inquiry merupakan rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat  merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.

Terdapat kata kunci merumuskan sendiri penemuannya yang menjadi konsep dasar pembelajaran ini. Berangkat dari sini, siswa akan berusaha aktif agar penyelidikan yang dilakukan dapat membuahkan hasil pengetahuan baru dengan perumusan yang dirancang oleh dirinya berserta tim kelompoknya.

Sasaran Model Belajar Inquiry

Merujuk pada pengertian pembelajaran inquiry seperti di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sasaran yang ingin dicapai dalam pembelajaran ini adalah:

  1. Melibatkan kemampuan (keaktifan) secara maksimal dari peserta didik.
  2. Melatih pola berpikir siswa yang sistematis, kritis, logis dan analitis sebagai dasar utama pembelajaran saintifik.
  3. Menumbuhkan kemandirian dalam merancang pembelajaran yang bersifat ilmiah.
  4. Menumbuhkan kepercayaan diri dari apa yang telah dirancang, dilakukan dan pada akhirnya harus menyampaikan hasil dari penyelidikan.

Baca juga:

Prinsip Pembelajaran Inquiry

Menurut Sanjaya (2009) dalam menerpakan pembelajaran inquiry, beberapa prinsip perlu diperhatikan :

1.      Berorientasi pada pengembangan intelektual

Tujuan utama dari strategi inquiry adalah pengembangan kemampuan berpikir. Dengan melihat prinsip tersebut, maka inquiry tidak hanya mementingkan hasil akhir berupa nilai. Namun, juga mementingkan proses belajar sehingga mampu mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik..

2.      Prinsip Interaksi

Prinsip pembelajaran aktif, termasuk inquiry menekankan interaksi aktif diantara subjek dan objek pembelajaran yaitu guru dengan peserta didik, atau peserta didik dengan peserta didik yang lain. Guru sendiri bukan hanya sekedar berinteraksi sebagai sumber belajar, tetapi juga lebih kepada pengatur dan pengolah interaksi yang ada di dalam kelas itu sendiri.

3.      Prinsip Bertanya

Karena pembelajaran yang dilakukan berdasarkan penyelidikan siswa, maka peran guru di sini sebagai penanya. Ya, penanya untuk melihat sampai sejauh mana perkembangan berpikir peserta didik dalam menerapkan inquiry.

4.      Prinsip Belajar untuk Berfikir

Belajar bukan hanya menghapal dan memahami suatu materi. Namun, harus mampu mengembangkan pola berpikir peserta didik. Perkembangan otak sebagai pelaku utama berpikir dapat tumbuh secara maksimal dengan berbagai kegiatan yang dapat mengembangkannya.

5.      Prinsip Keterbukaan

Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang menyediakan berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya. Guru sebagai pengelola kelas menyediakan ruang sebebasnya pada peserta didik untuk mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan.

Inquiry learning

Sintaks/Tahapan Pembelajaran Inquiry

1.  Orientasi

Pada tahap ini guru mengondisikan suasana kelas agar siap dalam proses pembelajaran. Hal yang dapat dilakukan pada tahap orientasi ini adalah:

  • Menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa
  • Menyampaikan pokok atau langkah kegiatan yang akan dilakukan oleh peserta didik dalam mencapai tujuan.
  • Menjelaskan keterkaitan topik dan kegiatan belajar dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan kesadaran pentingnya materi dan motivasi belajar peserta didik.

2.  Merumuskan masalah

Merumuskan masalah merupakan langkah yang menentukan dalam proses belajar inquiry. Karena rangkaian kegiatan inquiri mengacu pada permasalahan yang telah dirumuskan. Kegiatan menyelidiki dalam rangka mencari jawaban itulah yang sangat penting dalam pembelajaran inquiri. Hal ini dikarenakan proses yang dijalani peserta didik bertujuan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai upaya mengembangkan mental melalui proses berpikir.

3.  Merumuskan hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara yang diambil dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara, sudah tentu harus diuji kebenarannya. Cara yang bisa dilakukan guru agar dapat mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) pada setiap anak adalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa berpiki untuk merumuskan kemungkinan-kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji.

4.  Mengumpulkan data

Mengumpulkan data adalah kegiatan menagkap dan mencatat informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting karena membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya.

5. Menguji hipotesis

Menentukan jawaban yang dianggap diterima berdasarkan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data merupakan proses pengujian hipotesis Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi, akan tetapi harus didukung oleh data yang ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan.

6.  Merumuskan kesimpulan

Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana yang relevan.

Kelebihan dan Kelemahan Inquiry

NoKelebihanKelemahan
1Metode inquiry merupakan metode pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan pola berpikir sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.Digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
2Memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dalam kebiasaan siswa dalam belajar.
3Merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan.Dalam implementasinya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
4Melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Artinya siswa yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.Selama ketentuan keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka pembelajaran inquiri akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru.

Referensi :

Gulo, Joyce. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Grasindo


yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *