Evaluasi pendidikan merupakan kegiatan untuk mengukur suatu rangkaian perencanaan, dan proses pembelajaran dapat dikatakan tuntas atau tidak. Kegiatan evaluasi juga memberikan gambaran kegiatan pembelajaran efektif dan sukses atau tidak.

Sehingga bisa dirumuskan langkah-langkah selanjutnya. Baik dalam bentuk pengayaan pemahaman materi ataupun melakukan remediasi untuk perbaikan pemahaman dan nilai dari peserta didik.

Pengertian Evaluasi Pendidikan

Pengertian evaluasi pendidikan adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru secara sistematis, terarah dan terencana dalam upaya mengetahui sampai sejauh mana terjadi perubahan perilaku pada diri siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga guru dapat menentukan tindakan yang tepat.

Karena kegiatan yang sistematis dan terencana, maka kegiatan evaluasi tidak bisa dilakukan asal-asalan. Pelaksanaan evaluasi didasarkan dari proses pembelajaran yang telah dilakukan. Jangan sampai memberikan instrumen evaluasi namun tidak mengarah pada isi pembelajaran yang telah dilakukan.

Dilakukan secara terarah karena harus menyesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang telah direncanakan sejak awal. Tujuan pembelajaran menjadi pondasi yang kuat untuk memberikan batasan yang pas agar proses pembelajaran dapat terarah dan efisien.

Fungsi Evaluasi Pendidikan

Sudijono (1996: 7) menjelaskan bahwa secara umum ada tiga fungsi evaluasi, yaitu untuk: (a) mengukur kemajuan, (b) menunjang penyusunan rencana, dan (c) memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kembali.

Ketiga fungsi tersebut saling terikat satu dengan yang lainnya. Pada poin mengukur kemajuan, data penilaian juga bisa menjadi bahan untuk melihat kekurangan dan kelemahan peserta didik dalam pembelajaran.

Sehingga bisa menjadi bahan dan dasar untuk menyusun perencanaan untuk melakukan perbaikan maupun remediasi untuk menyempurnakan pemahaman bagi yang masih belum paham.

Baca Juga:

Pengertian Silabus dan Komponennya

Instrumen Penilaian Daring

Tujuan Evaluasi Pendidikan

Sudijono (1996: 16-17) menyatakan bahwa secara umum tujuan evaluasi belajar adalah untuk:

(a) menghimpun bahan-bahan keterangan yang akan dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami oleh para peserta didik, setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu; dan

(b) mengetahui tingkat efektivitas dari metode-metode pengajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu.

Manfaat Evaluasi Pendidikan

Manfaat pelaksanaan evaluasi pendidikan memberikan kemudahan dalam menentukan keputusan untuk proses pembelajaran selanjutnya. Hasil pembelajaran yang telah dilakukan akan menjadi dasar dalam menentukan metode, media serta konsep belajar yang tepat untuk peserta didik.

Melalui evaluasi didapatkan gambaran kualitas proses pembelajaran yang telah dilakukan. Evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran juga tidak terbatas pada peserta didik, namun juga untuk evaluasi bagi guru sendiri. Sejauh mana pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru dapat memberikan hasil yang maksimal.

Prinsip-Prinsip Evaluasi Pendidikan

Karena pelaksanaan evaluasi yang penting untuk proses belajar selanjutnya, maka diperlukan prinsip-prinsip evaluasi yang harus dilakukan. Agar hasil evaluasi memberikan data yang valid untuk perubahan pembelajaran yang diperlukan.

Menurut Daryanto (2005: 19-21) terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam melakukan evaluasi, yaitu keterpaduan, keterampilan peserta didik, koherensi, pedagogis, dan akuntabilitas.

a. Keterpaduan

Keterpaduan dalam pelaksanaan evaluasi dimaksudkan adanya kesesuaian antara tujuan pembelajaran, media, metode pembelajaran dan evaluasi yang dilakukan.

b. Keterampilan peserta didik

Keterampilan peserta didik berkaitan dengan keterlibatan aktif mereka dalam proses pembelajaran. Sehingga pelaksanaan evaluasi menjadi lebih maksimal. Guru juga harus memberikan informasi penilaian kepada siswa agar mereka juga merasa dihargai.

c. Koherensi

Pelaksanaan evaluasi harus disesuaikan dengan materi pembelajaran yang telah dilakukan. Jangan sampai soal evaluasi pembelajaran tidak mengarah pada materi dan ranah kemampuan peserta didik.

d. Pedagogis

Hasil evaluasi dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi peserta didik untuk pembelajaran berikutnya. Walaupun hasilnya belum maksimal, namun kita bisa memberikan semangat dan motivasi bagi peserta didik agar tetap termotivasi untuk belajar. Salah satunya tetap memberikan kesempatan untuk memperbaiki hasil evaluasi yang telah dilakukan.

e. Akuntabilitas

Hasil evaluasi dapat digunakan pembuatan laporan pelaksanaan pembelajaran. Hasil ini juga nanti akan sangat diperlukan jika peserta didik mengalami permasalahan tidak naik kelas. Sehingga data-data hasil evaluasi yang telah dilakukan dapat menjadi pelaporan bagi orang tua atau siapa pun yang telah berkepentingan dalam proses permasalahan tersebut.

Demikian artikel terkait dengan evaluasi pembelajaran. Semoga dapat bermanfaat.


yudhistira

I am a father, teacher at some school in West Borneo and want to be a good learner for my life.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *